Tuesday, November 30, 2010

Chinese singer dies in plastic surgery

Chinese singer dies in plastic surgery


Chinese singer dies in plastic surgery

Posted: 30 Nov 2010 09:34 AM PST

Chinese singer dies in plastic surgeryThe news of a fatal plastic surgery in China has caught public attention recently. 24-year-old Wang Bei, known for her participation in a popular singing contest a few years ago, died in a supposedly routine facial surgery procedure on Nov 15.

It's reported that the surgeon accidentally cut a vessel near her jaw, and blood got into her respiratory system, which resulted in suffocation. Not sure if the case is under investigation or not; early reports suggested that Wang's family might not want to make this into a legal issue.

The news caused plenty of debates on the necessity/safety of plastic surgery and social discrimination/expectation etc. Bottom line is, there's always risk when a person is going under the knife. And some of the procedures might not be as safe as what some plastic surgeons are claiming.

Regardless, the news will be forgotten after a short period of time. Plastic surgery has became a trend these days, and China is one of the fast booming market for the industry… a couple of deaths won't stop the public urge to become prettier by artificial means. Kinda sad actually. Rest in peace, Wang Bei.

Chinese singer dies in plastic surgery from YeinJee's Asian Blog


[Bergambar] Meninjau Reruntuhan Rumah Rasululllah s.a.w.

Posted: 30 Nov 2010 08:56 AM PST

Berikut adalah foto rumah Nabi Saw dan Sayyidah Khadijah, tempat mereka berdua tinggal selama 28 tahun.

Kita dapat melihat apa yang pernah di sampaikan oleh sahabat-sahabat tentang keadaan rumah ini dan bagaimana keadaannya.

Di dalam rumah yang tidak ada apa-apa, kecuali kesederhanaan dengan modal iman. Zaid bin Tsabit, "Anas bin Malik, pelayan Rasulullah pernah memperlihatkan kepadaku tempat minum Rasulullah yang terbuat dari kayu yang keras yang di patri dengan besi, lalu Anas berkata, 'Wahai Tsabit, inilah tempat minum Rasulullah.'" (HR. Tirmidzi) "Dengan gelas kayu itulah Rasulullah minum air, perasan kurma, madu, dan susu." (HR. Tirmidzi) dari Anas bin Malik.

Sedangkan, perabot lain yang tampak adalah baju besi yang biasa di pakai Rasulullah saat perang. Akan tetapi, tak lama sebelum beliau meninggal, baju besi itu di gadaikan kepada seorang Yahudi dengan 30 sha' gandum seperti yang di ceritakan Aisyah. Dan ketika beliau wafat baju itu ada di tangan Yahudi dan belum di tebusnya.

Salah satu akhlak Rasulullah yang pelu dicontoh adalah jika datang dari bepergian di waktu malam, beliau tidak langsung masuk rumah secara tiba-tiba, agar tidak mengejutkan istri dan keluarganya, melainkan terlebih dahulu menunggu sampai pagi. Dan seperti biasanya, tidak lupa beliau mengucap salam ketika masuk ke dalam rumah.

Rumah Nabi Saw dan Sayyidah Khadijah, tempat mereka berdua tinggal selama 28 tahun


Foto ini adalah reruntuhan pintu masuk ke kamar Rasul Saw


Foto ini adalah sisa reruntuhan kamar Rasul Saw dan Sayyidah Khadijah.


Di bawah ini adalah foto reruntuhan tempat Sayyidah Fatimah , putri kesayangan Rasulullah Saw dilahirkan.


Ini adalah foto reruntuhan mihrab tempat Rasulullah saw biasa melakukan solat.


Foto ini adalah makam Sayyidah Khadijah (yang besar) dan putranya, Qasim (yang kecil) di sudut


Berikut ini pula kumpulan Foto Jubah Nabi Muhammad yang dipamerkan di Istambul, Turki. Para pengujung menyaksikan jubah Nabi Muhammad yang berumur lebih dari seribu tahun.

Sebuah jubah milik Nabi Muhammad di pamerkan di Masjid di Istambul, Turki. Masjid yang di bangun tahun 1851 ini oleh Sultan Abdulmecit, dikhususkan menyimpan barang-barang Nabi Muhammad, Sabtu (21/8).







Islamic Animal Rights Activist Fights For Animals

Posted: 30 Nov 2010 08:00 AM PST

From New York Times, Cairo JournalActivist Relies on Islam to Fight for Animal Rights
Scott Nelson for The New York TimesEgyptians gather to watch bulls be slaughtered in accordance with Eid al-Adha tradition at a streetside butchery in the Sayeda Zeinab district of Cairo, Egypt. By ROBERT F. WORTHPublished: November 21, 2010
CAIRO — It is never easy to be an animal rights activist in the Arab


All in Umno who stripped Malay rulers of their power should ditch their titles!

Posted: 30 Nov 2010 07:51 AM PST

Independent MP Zahrain Mohamed Hashim challenged PKR de facto leader Anwar Ibrahim to give up his 'Datuk Seri' title if he believes that the society must reject the concept of 'ketuanan Melayu' (Malay supremacy).

zahrain hashim parliament 180310 Zahrain (left),  (Ind-Bayan Baru), a former PKR leader who had a fallout with Anwar, found it odd that they (PKR leaders) were rejecting Malay supremacy to show that they are Malay leaders of integrity and said that the comments made during PKR's national congress last week "affronted" the Malay rulers, whose sovereignty was upheld in the federal constitution.

Taken from a para in the article 'Mahathir vs the Malay Rulers':
The Prime Minister's campaign continued. He silenced the Rulers over the issue of the 1987 ISA detentions; staged a hostile debate on the monarchy in the 1990 Umno general assembly after the loss of Kelantan to PAS; removed the Rulers' immunity to prosecution following the constitutional crisis of 1992-93; stripped away their flights, outriders, and special hospital wards; and in 1994, with little opposition, finally removed the need to obtain the Rulers' assent for State laws.


Terlalu Lama Di Depan Komputer Buat Wanita Cepat Tua

Posted: 30 Nov 2010 08:01 AM PST

Terlalu Lama Di Depan Komputer Buat Wanita Cepat Tua

London, Hidup di era digital membuat banyak wanita menghabiskan banyak waktunya di depan komputer. Menurut penelitian, hal ini bisa mempercepat proses penuaan yang antara lain ditandai dengan kulit keriput.

Fenomena yang disebut 'wajah komputer' ini sering didapati pada wanita berkerjaya yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer. Bahkan ibu rumah tangga sekalipun bisa mengalaminya ketika sudah kecanduan internet di rumahnya.

Seorang ahli bedah kosmetik asal Inggris, Dr Michael Prager telah membuktikannya dalam sebuah penelitian. Dokter spesialis botox tersebut menemukan fenomena semacam itu dialami sebagian besar pelanggan dan sejumlah wanita yang bekerja di perkantoran.

"Saat sedang tegang dan serius di depan komputer, umumnya para wanita akan mengernyitkan dahinya sekalipun kadang tidak disadari," ungkap Dr Prager.

Jika berlangsung berjam-jam dan rutin setiap hari, kernyitan tersebut akan mempercepat pembentukan keriput. Garis-garis wajah itu lama-lama akan terbentuk di dahi maupun bagian kulit wajah lainnya.

Dikutip dari Telegraph, Minggu (26/9/2010), wanita yang terlalu lama di depan komputer juga rentan mengalami gejala 'leher kalkun'. Dinamakan demikian karena kulit di bagian leher menggelambir seperti kulit kalkun.

Menurut Dr Prager, gejala ini disebabkan oleh posisi duduk yang jarang berubah dalam jangka waktu yang sangat panjang. Akibatnya otot leher memendek dan kulitnya turun lalu membentuk semacam gelambir.

Sedangkan untuk mengatasinya, Dr Prager punya tips jitu yakni dengan meletakkan cermin kecil di samping layar monitor. Harapannya para wanita bisa cepat menyadari ketika wajahnya mulai mengernyit, lalu berusaha mencari cara untuk lebih rileks.

Berbagai cara bisa dilakukan sebagai upaya relaksasi. Selain istirahat sejenak di sela-sela bekerja dengan komputer dan berjalan-jalan, melakukan senam otot wajah juga cukup efektif melawan efek penuaan dini. -mran3238


Bekas Suami Lihat Daphne Iking Dipeluk Bahu, Cium Pipi

Posted: 30 Nov 2010 06:56 AM PST

Bekas Suami Lihat Daphne Iking Dipeluk Bahu, Cium Pipi

KUALA LUMPUR: Bekas suami kepada Daphne Iking memberitahu Mahkamah Teknologi di sini Isnin, bahawa beliau melihat bahu model dan pengacara terkenal itu dipeluk manakala pipinya dicium oleh seorang ahli perniagaan yang dinamakan sebagai defendan dalam saman peribadinya.

Ryan Chong Yiing Yih, 32, mendakwa kejadian itu belaku semasa beliau tiba di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) Sepang, dekat sini daripada Shanghai, China pada 5 Julai 2008.

"Saya melihat tangan kanan Darren Choy (defend) berada di atas bahu Daphne dan dia mencium pipi isteri saya, berdekatan dengan telinganya.

"Saya amat terkejut dengan situasi itu, Bukan itu sahaja, lebih mengejutkan apabila mengetahui bahawa Darren turut sama dalam penerbangan yang dinaiki oleh Daphne dari London," katanya.

Beliau yang disoal dalam pemeriksaan oleh peguamnya,Wong Kian Kheong juga menambah, sejurus selepas itu dia menerima pesanan daripada Daphne yang bertanyakan lokasinya.

Ryan memberitahu Daphne bahawa beliau melihat perlakuan tersebut dan meminta Daphne untuk menghubungi Darrren bagi berbincang.

"Mereka berdua menafikan mempunyai hubungan sulit," katanya di hadapan Majistret Engku Ahmad Rashdi Engku Abdillah.

Daphne berkahwin dengan Ryan, 31, pada 27 Januari 2007 di Bali, Indonesia dan pasangan itu dikurniakan seorang anak, Isobel Daniella, dua tahun.

Ryan juga memberitahu, dia sekali lagi menjumpai bukti apabila menbuka komputer peribadinya yag dikongsi bersama Daphne selepas pulang daripada tempat kerja pada pukul 1 pagi, 10 Ogos 2008.

"Saya membuka akaun e-mail Daphne dan menjumpai sejumlah e-mail yang dihantar Darren kepadanya. Hampir sejam saya membaca e-mail yang dihantar dan dibalas antara mereka, saya menyalin kandungan e-mail ke dalam fail peribadi saya," katanya.

Katanya, ia dibuat untuk ditunjukkan kepada kawannya, Harold Tan.

Ryan, 31, memfailkan saman peribadi terhadap Darren, 44, kerana menuduh Daphne Eleanor Iking, 30, dengan niat supaya wanita itu melakukan persetubuhan yang ditegah dengannya.

Perbuatan itu didakwa dilakukan di B-13-2, The Plaza, Jalan Wan Kadir 3, Taman Tun Dr Ismail, di sini, antara Julai 2007 dan September 2008.

Darren dipercayai merupakan individu pertama yang didakwa mengikut Seksyen 498 Kanun Keseksaan yang memperuntukkan hukuman penjara dua tahun atau denda atau kedua-duanya, jka sabit kesalahan.

Darren diwakili peguam-peguam Akbardin Abdul Kader dan Datuk Jagjit Singh.

Perbicaraan bersambung pada 17 Disember ini. -mstar


Learning from the peacemaking duo

Posted: 30 Nov 2010 06:20 AM PST

Source_MKini: Learning from the peacemaking duo by KJ JOHN

Their local host was K Haridas, the Malaysian resident representative of the Initiatives of Change (IofC), who raised the funds to host the Imam and Pastor locally. Initiatives of Change are a global organisation dedicated to "building trust across the world's divides of culture, nationality, belief, and background." The organisation is committed to transforming society, beginning with changes in individual lives and relationships.

The Imam and the Pastor
is now a documentary DVD and can be very usefully deployed to "train people for positive trust-building and peace-making, using the real life experience of the two peace-makers." 
Breaking Walls and Building Bridges 
The German government funded some of the expenses for the training and a whole group of volunteers invested their time and energy to breaking walls of prejudice and building bridges of trust for a peace-loving environment in Malaysia.

Inter-Religious Harmony Committee set up under the Prime Minister's Department and with the secretariat of the Department of National Unity and Integration. They were both absolutely brilliant in all their engagements and especially at the very last meeting with the Inter-Religious Committee.

I was very impressed with their demonstration and communication of mutual trust, respect and due regard for each other and especially the other, or the third party always. That has left their lasting impression upon me. I now know the actual and complete meaning of the Christian calling for us to follow the complete example of the Prince of Peace whom we call the Suffering Servant.
Greatest lesson learnt

What is the greatest lesson then which I learnt from the Imam and Pastor? I learnt that, and to quote the Pastor, "Peace is cheap but wars are very expensive!" Yes, the Pastor was qualified to say this: he lost his arm in the very bloody clashes!

Therefore they advocate four steps in any process of peace-building before it deteriorates into disagreement and then conflict. The primary steps are communication, collaboration, negotiation, and mediation. This must lead to adjudication of the issue or concern. When these fail, it spirals downwards into disagreement, litigation, conflict, descending into a vicious cycle.

When the first four steps fail, the incumbents also lose the power to be able to resolve the issues internally, and the matter then is out of their control. Outsiders have to get involved.

May we as Malaysians learn from the experiences of Nigeria and the real life anti-thesis provided by this Imam and the Pastor. May God bless Malaysia also as we fully appreciate our relatively cheap and very comfortable peace that we do enjoy and seek always to avoid any costly wars that could easily conflagrate and become too expensive.

KJ JOHN was in public service for 29 years. He is now dean of the Faculty of Economics and Policy Science at UCSI University, Malaysia. The views expressed above are truths that matter to him as an individual citizen wearing private and civil society hats and therefore are not opinions of the university or faculty. Do send feedback to him at kjjohn@ohmsi.net



Aduan Kakitangan Awam Biadab Meningkat

Posted: 30 Nov 2010 05:53 AM PST

Aduan babit penjawat awam biadap makin meningkat - Murugiah

IPOH -- Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk T.Murugiah hari ini menyuarakan kebimbangan terhadap peningkatan kes membabitkan penjawat awam berlaku biadap dan bersikap perkauman terhadap orang ramai.

Beliau berkata masalah salah laku penjawat awam terutama yang bertugas di barisan hadapan tersebut disedari meningkatkan berdasarkan peningkatan aduan yang diterima oleh Biro Pengaduan Awam (BPA).

"BPA menerima lebih 60 aduan dari seluruh negara setiap bulan yang membabitkan penjawat awam bersikap kasar, biadap dan menyentuh isu perkauman sehingga menimbulkan rasa kemarahan pengadu dan rakyat," katanya pada sidang akhbar di pejabat BPA Perak di sini.

Aduan terhadap kes seumpama itu menimbulkan kemarahan kaum dan ia boleh digunakan sebagai isu untuk menyebabkan perbalahan di kalangan pemimpin politik, katanya.

Murugiah berkata BPA sedang memantau semua aduan yang diterima itu dan tidak akan teragak-agak untuk mengesyorkan tindakan sewajarnya diambil oleh jabatan atau agensi terbabit bagi membendung masalah itu.

Katanya, tindakan yang boleh diambil termasuk memecat, menggantung atau mengenakan tindakan disiplin kepada individu yang terbabit.

Menurutnya, satu contoh kes yang diterima BPA ialah aduan pada 10 Nov lepas yang membabitkan seorang jururawat di sebuah hospital di sini yang mengeluarkan kata-kata kesat dan bersifat perkauman terhadap satu keluarga.

Murugiah berkata kebanyakan kes yang dilaporkan membabitkan penjawat awam beruniform dan yang berurusan setiap masa bersama pelanggan seperti anggota polis, kakitangan hospital dan sekolah.

Beliau berkata isu seperti itu menimbulkan masalah apabila berlaku campur
tangan ahli politik.

Beliau menasihati penjawat awam supaya lebih peka berhubung isu berkaitan dan berusaha sebaik mungkin memberi perkhidmatan terbaik kepada pelanggan mereka. -- BERNAMA


SOLDIERS OF ALLAH THEY CANT STOP ISLAM ! LYRICS

Posted: 30 Nov 2010 04:57 AM PST

SOLDIERS OF ALLAH THEY CANT STOP ISLAM ! LYRICS

Every time we turn on the TV we see the kuffar celebrating
Thinking that they have defeated Islam
They think they can destroy Islam but they can never destroy Islam
They try to scare us, rape us, kill us, even drop their nuclear bombs
But no matter what they do, they can never destroy Islam
Allah the Almighty has promised that Islam will be victorious and that is guaranteed
Bismillah ar-rahman ar-raheem, this song is for all those who believe in this Deen
And sure we have made a song to make you think
So turn up your speakers and put this song on repeat

This song is for all those sisters who wear hijab
Even though the people make fun of them
This song is for all those brothers who stand strong
Even if it means that they are left alone
This song is for all those who don't compromise Islam
Because they know Islam is the truth
No matter what happens we will never give up
Brothers and sisters, the revival of Islam is up to us

If there was a war which side would you be on
The army of Allah or the army of Shaitaan?
They can't stop Islam, they drop bomb after bomb
Watching our people bleed trying to scare us out of this Deen

When the smokes clears, we will still be on the scene
We Muslims, we'll never give up, ameen, ameen!
If you follow Islam then they can't stop it
Wallahi, victory is promised!

They can't stop Islam
They try to break us up but they can't break this bond
They can't stop Islam
They try to take us down but our Deen is too strong
They can't stop Islam
Victory is promised from Allah
They can't stop Islam
We'll keep coming back singing this song

Trying to fool the people what Islam is really about
Leaving their own people confused and in doubt
Twisting the corrupted media so they control the public opinion
While the western groups put their troops on what was once the Muslim dominion

They pass laws to put Muslims behind bars
Without evidence (without what?) without cause
They stand united to make sure Muslims are divided
We are Muslims, we won't hide it or deny it

They can't stop Islam
They try to break us up but they can't break this bond
They can't stop Islam
They try to take us down but our Deen is too strong
They can't stop Islam
Victory is promised from Allah
They can't stop Islam
We'll keep coming back singing this song

When we hear the falsehood we fight it with the truth
Islam did not spread by democracy, its spread by the youth
Those who can't accept the truth, yeah, they hate it
They can't stop Islam (why?) 'coz Islam is contagious
Those sisters who are strong will never take off their hijab
'coz they don't wear it for the people, they wear it for Allah
We won't die for these kaafirs, won't fight for their cause
All freedoms are false, we fight and die only for Allah

They can't stop Islam
They try to break us up but they can't break this bond
They can't stop Islam
They try to take us down but our Deen is too strong
They can't stop Islam
Victory is promised from Allah
They can't stop Islam
We'll keep coming back singing this song

A billion Muslims are a billion weak
When we sell Islam cheap and carry it incomplete
Can't stand the sight of watching my brothers bleed
This is what happens when we let the kaafirs lead

The bloodshed of an innocent Muslim
Means more to Allah than the Kaa'bah
And Insha'Allah if we follow the straight path they can't stop us
Let us rise up for the revival of Islam
Like we rise up for fajr at dawn

They're going to keep dropping bombs
They're going to keep on the attack
Until we Muslims unite and bring Islam back

Bring Islam back!
Bring Islam back!
Bring Islam back!
Bring Islam back!

They can't stop Islam
They try to break us up but they can't break this bond
They can't stop Islam
They try to take us down but our Deen is too strong
They can't stop Islam
Victory is promised from Allah
They can't stop Islam
We'll keep coming back singing this song

Salahudin sacrificed everything to bring back this Deen
At one time his own sister was captured by the king
Even though he could have, he didn't do anything
He could have invaded but no, he waited

With one command, with one order
He could send the Muslim army to cross the border
Bring back his sister to have the king slaughtered
But Salahudin had a plan and that plan could not be altered

And that plan was to unite the Muslim lands
And to put Al-Quds back in Muslim hands

Takbir!
Allahu Akbar!
Takbir!
Allahu Akbar!
Takbir!
Allahu Akbar!

They can't stop Islam
They try to break us up but they can't break this bond
They can't stop Islam
They try to take us down but our Deen is too strong
They can't stop Islam
Victory is promised from Allah
They can't stop Islam
We'll keep coming back singing this song

Insha'Allah we will rise up like Salahuddin
Put Islam on the map like Khalid ibn Walid
Show the success of Islam like Haroon al Rasheed
And protect our Muslim Deen like Sultan Abdul Hamid

Log on and check where all of this is going on
www muslimstudio dot com
What you are hearing is just the beginning
Do you want to learn about the legends of Islam
Visit www dot muslimstudio dot com

The intellectual revolution has begun
And this song is done
Ain't no copyrights in Islam
So you better pass this thing on



Demokrasi Terpilih Atau Demokrasi Berpilih?

Posted: 30 Nov 2010 04:30 AM PST

Demokrasi Terpilih atau Demokrasi Berpilih? Oleh Faisal Mustaffa dan Lingswaran Singh

Kongres Nasional Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan Konvensyen Selangor Democratic Action Party (DAP) baru sahaja selesai. Masing-masing sarat dengan permasalahan sendiri. Apa yang menarik untuk diperhatikan adalah perkembangan politik baru yang sudah mula bercambah dengan baik. Pemilihan Majlis Pimpinan KeADILan, walaupun dicemari pelbagai dakwaan penyelewengan seperti juga Suruhanjaya Pilihan Raya Malaysia (SPR), telah berjalan dengan baik.

Ramai pengkritik yang tidak puas hati dengan cara perjalanan pemilihan tersebut. Namun itu bukan masalah rakyat. Itu permasalahan dalam parti tersebut, tidak melibatkan mereka yang bukan anggota parti. Sebagai pemerhati, sudah semestinya Malaysia telah melangkah ke arah demokrasi yang lebih matang dengan pengenalan sistem pemilihan terus ini.


Membawa perubahan ke Putrajaya

Kami harapkan agar KeADILan komited untuk membawa perubahan ini kepada sistem pilihan raya Malaysia jika suatu hari nanti mereka berjaya menawan 2/3 Dewan Rakyat. Suatu sistem di mana setiap rakyat berhak untuk menentukan tampuk pimpinan negara. Kami pasti rakyat Malaysia juga mahu peluang untuk memilih kabinet mereka sendiri, bukan seperti sekarang di mana mereka yang kalah pilihan raya umum dilantik menjadi senator dan kemudiannya menjadi menteri dan timbalan menteri.

Ada juga yang memperlekeh pemilihan menerusi pengenalan dasar satu anggota satu undi yang pertama di Malaysia, kerana jumlah yang keluar mengundi tidak memberangsangkan. Dari satu sudut yang lain, itu sebenarnya demokrasi. Hak untuk mengundi itu tidak boleh dipisahkan dengan hak untuk tidak mengundi. Jika ahli parti tersebut enggan untuk mengundi maka itu adalah satu demonstrasi demokrasi yang semakin matang. Berhubung masalah penipuan dan sebagainya, itu adalah perkara kedua, apa yang penting adalah amalan demokrasi itu sendiri.

Kami juga tidak sekepala dengan SPR yang mengikut nasihat kabinet yang rata-rata terdiri daripada mereka yang kalah dalam pilihanraya umum. Kononnya masalah yang akan dihadapi akan menjadi lebih besar daripada kebaikan yang akan diperoleh. Oleh yang sedemikian, mereka menangguhkan cadangan untuk mendaftarkan secara automatik hampir empat juta rakyat yang belum berdaftar. SPR juga khuatir kemungkinan jika sistem itu dilaksanakan pengundi yang tidak dapat dikesan akan berlipat ganda.

Selain daripada itu, parti pemerintah pula baru-baru ini mengumumkan bahawa mereka akan membuka keahlian terus ke dalam Barisan Nasional. Ini juga satu perkembangan politik yang baik dan menggambarkan perubahan politik tanah air yang kian dewasa. Kami cuma berharap agar kenyataan itu tidak menjadi gimik politik semata-mata, dan jika terlaksana mungkin ada baiknya sistem pemilihan keADILan ditiru tanpa mempedulikan retorika politik yang bakal timbul. Barangkali parti-parti komponennya juga wajar mengadaptasi sistem pemilihan ini.

Demokrasi tanpa hak asasi

Ini adalah kerana, pemilihan terus memperlihatkan ciri-ciri demokrasi tulen, sistem ini bukan milik sesiapa, sistem ini milik masyarakat yang mengamalkan prinsip-prinsip demokrasi, dan Malaysia adalah satu contoh demokrasi. Namun tidak memadai jika demokrasi hanya dizahirkan melalui pemilihan tampuk pimpinan parti dan kerajaan, demokrasi juga harus dipupuk melalui amalan sosial. Kebebasan kehakiman, kebebasan media, kebebasan bersuara dan sebagainya adalah komponen-komponen penting dalam menyuburkan demokrasi.

Demokrasi tanpa hak berhimpun, hak bersuara, hak untuk berpolitik dan hak asasi umpama demokrasi sandiwara buatan Myanmar. Suatu produk yang kita tidak mahu, satu produk yang amat menghampakan, suatu produk yang menghina intelek rakyatnya. Kami mengharapkan amalan demokrasi yang lebih berkesan di Malaysia, di mana proses membuat keputusan sesuatu dasar awam mahupun projek awam melibatkan masyarakat secara terus.

Sewajarnya kita sebagai masyarakat yang mendukung demokrasi harus menjadikan amalan demokrasi itu satu proses dalam hidup seharian. Anak-anak kita harus diajar berdemokrasi dari bangku sekolah lagi. Mungkin Malaysia berpeluang menjadi lebih baik, mungkin Negara yang terbaik di rantau ini, namun semua itu hanya harapan suatu perjuangan indah semata-mata jika kita tidak berani berubah.

Nelson Mendela berjaya menghapuskan dasar Apartheid yang memisahkan rakyat Afrika Selatan selama 47 tahun melalui demokrasi. Barangkali demokrasi yang lebih baik mampu menyelesaikan masalah-masalah politik yang telah membelenggu fikiran kita sejak merdeka. 28 juta rakyat tidak mungkin diwakili oleh satu kabinet kecil yang terdiri daripada mereka yang kalah dalam pilihanraya, demokrasi tulen datangnya daripada rakyat, bukan mana-mana parti politik. -MR


Get Tested, Get Treated

Posted: 30 Nov 2010 04:28 AM PST

Daw Suu is amongst the FP Top 100 Global Thinkers

Posted: 30 Nov 2010 04:21 AM PST

Source: The FP Top 100 Global Thinkers. They had the big ideas that shaped our world in 2010.

Foreign Policy presents a unique portrait of 2010′s global marketplace of ideas and the thinkers who make them.

75. Aung San Suu Kyi for never giving up on democracy. Dissident | Burma

When Aung San Suu Kyi emerged this fall from a house arrest that had lasted on and off for two decades, the world was impatient to hear what this symbol of Burma's embattled resistance movement would have to say.

Would she rage against her captors, the Burmese junta that had just days before staged its first, extraordinarily flawed election in two decades? Would she call for international intervention to end a regime that has become known for its vicious crackdowns on minority and opposition groups and a dangerously laissez-faire attitude toward the drug barons operating along its borders? Instead, the freed dissident made a remarkably levelheaded call for long-term reform of the sort that comes from within: "value change," as she put it, not regime change. And she has already begun to take action, filing papers to reinstate her political party and promising an investigation into the recent election. As she said upon her release, "We have a lot of things to do."*

 *Editor's note: This bio has been updated from the print version to reflect Aung San Suu Kyi's Nov. 13 release from house arrest.

 

Related Articles


Master English or be left behind in global market

Posted: 30 Nov 2010 03:50 AM PST

Status of the English language in the countrie...

Image via Wikipedia

Source_Star letter: Master English or be left behind in global market

I REFER to the report "English essential for core subjects" (Sunday Star, Nov 28).

It is completely incorrect to suggest that Japan, South Korea and Germany have advanced economically and scientifically without English. Scientists in these countries publish their papers in English.

There is a trend among Japanese companies to make English their official in-house language. Japan's biggest online retailer, Rakutan, plans to make English the firm's official language. "No English, no job," the CEO said.

In Beijing, learning English is part of an official drive to transform the Chinese capital into a "world city". A government programme calls for all pre-schools to introduce English courses within five years. Police officers and civil servants would be required to pass English tests.

One could go on but – like it or not – English is becoming the world's first truly universal language. It is the international language for business, the language of the information age, and of science, medicine, sports, diplomacy etc. For this reason, almost all the countries in Asia (and most of the world) are working hard at mastering the English language.

In Malaysia, English is not a compulsory pass subject in SPM. This has an important negative consequence. While the stated objective of the Education Ministry may be that all students acquire competence in English, in effect, the official policy is that English does not matter because students are not given an incentive to learn it.

Of course, many students become competent speakers of English in spite of this, partly because of responsible parents (especially in the urban areas) who realise the importance of English.

But all students should learn the international language and a pass in English should be compulsory. Let us try to make the problem of graduates who are unemployable because of poor English skills a thing of the past.

JOHN GREIG,

Subang Jaya.

Related Articles


Nizar: Kesavan Dianiaya

Posted: 30 Nov 2010 03:57 AM PST

Nizar anggap Speaker aniaya Kesavan

IPOH, 30 Nov: "Kita dapati ada penganiayaan Speaker (Ganeson) dengan apa kesalahan sebenar Hutan Melintang (Kesavan) dihalau keluar (dewan)," kata Datuk Seri Mohammad Nizar Jamaluddin.

Adun Pasir Panjang itu menyifatkan R Ganesan kurang arif berkaitan peraturan dewan yang telah menyebabkan Adun Hutan Melintang diusir keluar pada persidangan Dun hari ini.

"Hal ini sangat mendukacitakan. Beliau (Ganesan) merujuk kepada peraturan apa dan di mana rujuknya," ujarnya pada sidang media petang ini yang diadakan di Wisma DAP, di sini selepas pembentangan bajet negeri 2011 oleh menteri besar.

Beliau yang juga Ahli Parlimen Bukit Gantang berkata, apa yang berlaku itu adalah satu penganiayaan yang jelas lagi terang kepada anggota dewan dari Pakatan Rakyat.

Katanya, kes yang dibawa oleh Kesavan adalah persoalan besar mengenai penempatan penduduk.

"Apakah kerana usul besar yang diketengahkan berhubung penempatan penduduk oleh Hutan Melintang itu membuatkan kezaliman berlaku ke atas beliau," soalnya.

Mengenai bajet yang dibentangkan oleh Datuk Seri Dr Zambry, beliau mempersoalkan bajet defisit itu.

"Kita hendak tanya dari mana akan diambil mana bajet tambahan," ujarnya.

Baginya, bajet itu ada unsur bajet pilihan raya seperti pertambahan elaun baru kepada ketua JKKK selain mengandungi unsur untuk beli dan mengula-gulakan rakyat.

"Kami akan jawab dalam ucapan dan akan bentang bajet alternatif," katanya lagi.

Katanya, isu-isu besar mengenai permasalahn rakyat masih tidak dibentang dan bajet itu menggambarkan tidak ada peruntukan yang menyeluruh. -harakahdaily


Kongres Nasional KEADILAN: Pembaharuan Tekad & Kepimpinan

Posted: 30 Nov 2010 03:23 AM PST

kongres101

Kongres Nasional KEADILAN 2010 telah berlangsung dengan jayanya di Petaling Jaya pada hujung minggu lepas. Kongres ini menyaksikan keputusan Pemilihan Langsung secara satu anggota satu undi yang dilaksanakan buat pertama kali. Kongres 2010 turut mendapat perhatian selepas ucapan Presiden Datuk Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail untuk menggantikan konsep usang Ketuanan Melayu dengan idea Bangsa yang Bermaruah.

kongres102

kongres103

Pandangan tersebut disambut baik oleh para perwakilan. Selama ini rakyat telah dibuai dengan retorik Ketuanan Melayu sedangkan pemimpin UMNO dan Barisan Nasional menjaga kepentingan sekelompok kecil golongan tertentu dan mengabaikan rakyat yang ramai. Jurang pendapatan antara golongan kaya dan miskin Melayu bertambah, manakala ekonomi kita terus ketinggalan.

kongres104

kongres105

Pemilihan 2010 merupakan dasar reformasi politik yang paling berani diambil oleh sebuah parti politik di Asia Tenggara. YB Saifuddin Nasution telah menegaskan pihak pentadbiran parti menerima teguran dan kritikan secara terbuka, namun ternyata proses tersebut berjalan dengan baik meskipun diperkenalkan buat pertama kali. 70,000 anggota turut serta dalam pemilihan peringkat Cabang, dan 30,000 untuk peringkat Majlis Pimpinan Pusat. Prinsip satu anggota satu undi ini akan terus dipertahankan dan diperbaiki pada masa hadapan.

kongres106

kongres107

Senarai kepimpinan baru:

Presiden

Datuk Seri Dr. Wan Azizah (Menang tanpa bertanding)

Timbalan Presiden

YB Azmin Ali (19,543)

Naib Presiden

1. YB Nurul Izzah Anwar (13,211)

2. YB Tian Chua (11,744)

3. YB Fuziah Salleh (8,927)

4. YB Dato' Dr. Mansor Othman (8,576)

Ketua Wanita

YB Zuraida Kamaruddin

Ketua Angkatan Muda

Shamsul Iskandar Md Akin

Ahli Majlis Pimpinan

1. YB Elizabeth Wong (10,897)

2. Dr. Badrul Amin Baharon (9,672)

3. YB Hee Loy Sian (8,473)

4. Khalid Jaafar (7,889)

5. YB Dato' Johari Abdul (7,719)

6. Abdul Rahman Yusof (7,719)

7. YB Haniza Talha (7,588)

8. Fariz Musa (7,511)

9. Zakaria Andul Hamid (7,170)

10. Roland Chua Ming Shen (7,095)

11. Siti Aisyah (6,876)

12. Ismail Yusoff (6,332)

13. Latheefa Koya (6,242)

14. YB S.Kesavan Subramaniam (6,139)

15. YB Suhaimi Shafei (6,095)

16. R. Summugam(5,964)

17. YB Yusmadi Yusoff (5,810)

18. YB S.Manikumar (5,789)

19. YB Senator Mustafa Kamal Yusoff (5,745)

20. Christina Liew (5,707)

Gambar-gambar boleh dilihat di sini.


DPM to civil servants: Era of government knows best is over

Posted: 30 Nov 2010 03:17 AM PST

Source_Star: DPM to civil servants:Era of government knows best is over. By SHAUN HO

The civil service must be ready to accept public feedback and be responsive to their expectations. "The era of the Government knows best is over," Deputy Prime Minister Tan Sri Muhyiddin Yassin said in his speech before officiating the 15th Civil Service Conference 2010 here Tuesday.

He said the public had access to information, which could sometimes be inaccurate and the civil service needed to be ready to professionally handle any issue raised by the public.

"The civil service can create various channels for the public and private sector to engage in governance processes and decision-making, such as dialogues and consultative meetings.

He acknowledged that not all governance mechanisms could be opened for public participation, but urged the civil service to encourage citizens to actively participate in development programs.

The New Economic Model (NEM) required a new framework of governance that empowered the people, he said, adding that the trust and confidence accorded to the public might motivate them to be "loyal and excellent" citizens.

Muhyiddin stressed that success of the NEM alos depended on the private sector which played a leading role in driving the economy.

He called on the private sector to secure new markets with high growth potential and strive to make Malaysia the regional hub for goods and services.

"It is now time for us to rethink and reshape our institutional framework to become a better and more resilient model to ensure the continued sustainability of Malaysia's growth," he said.



History Class- Only in Malaysia

Posted: 30 Nov 2010 03:00 AM PST

As we all know, history is to be made acompulsory pass subject soon. Someone modified an old American joke which I posted HERE last year. I do not know who wrote it but I am posting it for the sake of HUMOR (after editing) with a graphic illustration from Photobucket. Special thanks to Angela who sent this to me.



Hari Ini Dalam Kelas Sejarah

It was the first day of a school in Kulai, Johor and a new Chinese student named Chong Shan entered Standard Four.

The teacher said, "Let's begin by reviewing some Malaysian History.

Who said, 'Merdeka, Merdeka" ?

She saw a sea of blank faces, except for Chong Shan who had his hand up: 'Tunku Abdul Rahman, 31 August 1957,' he said.

'Very good!' said the teacher.

'Who said 'China's authoritarian rule is more effective than the 'democracy' practiced in Malaysia ?''

Again, no response except from Chong Shan. 'Mamakkutty from Kerala, 2010,' he said.

The teacher snapped at the class,'Boys, you should be ashamed. Chong Shan, who is a pendatang to our country, knows more about our history than you do.'

She heard a loud whisper,'@#$** the pendatangs.'

'Who said that?' she demanded.

Chong Shan put his hand up. 'Per***a Chief, I***him Ali.'

Now furious, another student yells, 'Yeah, I am Malay first, Malaysian second!'

Chong Shan jumps out of his chair waving his hand and shouts to the teacher, 'Muhyiddin Mohd Yassin, 2010'.

At that point, a student in the back said, 'Correct, correct, correct!'

The teacher glares around and asks, 'All right! Now, who said that?'

Again, Chong Shan says, 'Lawyer VK Lingam in a telephone conversation with the former Chief Justice on *******!'

Now with almost mob hysteria someone said, 'I am not ashamed to admit that I cannot compete with the Chinese and Indian students.'

Chong Shan frantically yells at the top of his voice, 'Mamakkutty from Kerala in Medical College.'

The teacher fainted. And as the class gathered around her on the floor, someone said, 'Oh sh**, we're screwed!'

And Chong Shan said quietly, 'I think it was Mohd Saiful Bukhari Azlan, 2008'.


Nasib 39,000 Penduduk Kampung Baru Menjadi Tandatanya

Posted: 30 Nov 2010 02:46 AM PST

Lo'Lo': Habislah orang Kampung Baru kena pindah

Ahli parlimen Titiwangsa, Dr Lo' Lo' Mohd Ghazali berkata pindaan terbaru Draf Rancangan Pembangunan Kuala Lumpur 2020 yang menyaksikan Kampung Baru ditandakan sebagai kawasan komersial sepenuhnya, perlu dipersoal,.

Katanya, pindaan itu juga memberi maksud bahawa penduduk Kampung Baru tidak boleh lagi menetap di Kampung Baru dan perlu berpindah.

"Habislah orang Kampung Baru. Pindaan terkini Deraf KL 2020 menandakan Kampung Baru sebagai kawasan komersial seratus peratus.

"Bermakna tiada residential area. Orang Kampung Baru tak boleh tinggal dah di Kampung Baru, semua kena pindah terus," katanya yang juga AJK PAS Pusat kepada Harakahdaily.

Dr Lo' Lo' berkata demikian sebagai mengulas pindaan terbaru Draf Rancangan Pembangunan Kuala Lumpur 2020.

Zon komersial sepenuhnya

Mengikut draf rancangan itu, Kampung Baru di Kuala Lumpur telah ditandakan sebagai kawasan komersial sepenuhnya.

Perancangan itu, kini dipamerkan di Dewan Bandaraya Kuala Lumpur sehingga Rabu ini dan menunjukkan semua kawasan seluas 250 ekar tanah di Kampung Baru akan dimasukkan sebagai satu daripada tiga Pusat Komersial Bandaraya (CCC).

Dua lagi CCC itu adalah kawasan sekitar Kuala Lumpur City Centre (KLCC) dan kawasan sekitar KL Sentral di Brickfields.

CCC, seperti ditakrif dalam draf itu tidak perlu mempunyai unit kediaman dan boleh mempunyai 100 peratus kawasan komersial.

Ini menimbulkan tandatanya sama ada rumah-rumah kediaman di Kampung Baru, termasuk rumah tradisional Melayu terpaksa dirobohkan untuk pembinaan bagunan komersial.

Namun plan draf itu menyatakan pembangunan masa depan tidak akan menghakis imej Kampung Baru sebagai tapak warisan Melayu tetapi sebaliknya berkata akan 'memperkuatkan lagi identiti Melayu daripada pelbagai aspek".

Masjid diperbesarkan

Ia bagaimanapun tidak memberi butiran tersebut kecuali berkata konsep seni bina Melayu akan diterapkan.

Seorang pegawai DBKL yang mengendalikan 'booth' di sana memberi jaminan bahawa rancangan pembangunan Kampung Baru akan memastikan tanda mercu seperti Masjid Jamek dan Kelab Sultan Sulaiman tidak akan diusik.

"Malah, masjid akan diperbesarkan," katanya yang memohon namanya tidak disiarkan.

Ditanya mengenai nasib yang bakal dialami oleh kira-kira 39,000 penduduk Kampung Baru, pegawai itu memberi jaminan mereka tidak akan diusir keluar.

Apabila diajukan bagaimana ini akan dilakukan, beliau berkata pembangunan akan dijalankan secara berperingkat tetapi tidak mahu mengulas lanjut.

Penjara Pudu

Perkembangan terbaru itu menimbulkan persoalan sama ada rumah-rumah kediaman di Kampung Baru, termasuk rumah tradisional Melayu terpaksa dirobohkan untuk pembinaan bagunan komersial.

Menurut Lo' Lo' lagi, lebih menghairankan, kenapa kawasan Penjara Pudu boleh dibina kawasan penempatan, sedangkan ia juga terletak di kawsan bandar Kuala Lumpur, malah bukan kawasan penempatan pun sebelum ini.

"Hairannya Penjara Pudu akan dibangunkan dengan 30 peratus residential," katanya lagi.

Kira-kira 39,000 penduduk menetap di Kampung Baru dan nasib mereka kini menjadi tanda tanya.


Jafni Tajuddeen – Selamat Pagi Malaysia (UPSR 2010)

Posted: 30 Nov 2010 02:24 AM PST

Congratulations!

Father is my friend and their whole family is my patients. They are from Penang and look like Burmese Muslims.



JANGAN LUPA AHAD INI DI MASJID NEGARA

Posted: 29 Nov 2010 06:31 PM PST


No comments: