Thursday, February 3, 2011

Bas Expres Terbabas, 40 Penumpang Terselamat

Bas Expres Terbabas, 40 Penumpang Terselamat


Bas Expres Terbabas, 40 Penumpang Terselamat

Posted: 03 Feb 2011 09:40 AM PST

Seremban - Seramai 40 penumpang terselamat selepas sebuah bas ekspres yang mereka naiki dalam perjalanan ke Johor terbabas ke laluan bertentangan di Kilometer 245.9 Lebuhraya Utara Selatan (PLUS) berhampiran Tol Pedas-Linggi, dekat sini, Khamis.

Gambar: BAS ekspress Transnasional terbabas ke laluan bertentangan di Kilometer 245.9 Lebuhraya Utara Selatan berhampiran Plaza Tol Pedas-Linggi mengakibatkan kesesakan sepanjang lima kilometer di kedua-dua arah lebuh raya itu. Bagaimanapun, 40 penumpang bas berkenaan terselamat dalam kemalangan itu. - Foto BERNAMA

Dalam kejadian pukul 3.30 petang itu, pemandu bas Transnasional dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Kluang itu dikatakan hilang kawalan dan melanggar pembahagi jalan sebelum terbabas ke laluan bertentangan.

Bagaimanapun, bas itu tidak dirempuh oleh kenderaan lain di laluan bertentangan itu.

Sejurus selepas kemalangan itu, pemandu bas berkenaan, Sabri Sharom, 48, telah membuat laporan di Ibupejabat Polis Daerah Seremban 2 di sini.

Ketika ditemui, Sabri berkata beliau tidak dapat mengawal bas tersebut selepas tayar depan sebelah kanan bas itu tiba-tiba pecah.

Dua buah jentera Bomba dan Penyelamat dari Rembau dan Seremban 2 bersama 12 anggota dikejarkan ke tempat kejadian untuk membersihkan tumpahan minyak di atas lebuh raya berkenaan.

Kemalangan itu menyebabkan kesesakan sepanjang lima kilometer di kedua-dua arah lebuh raya itu. -- BERNAMA


If you want your country to be successful, then you cannot be nationalistic about Bahasa Malaysia

Posted: 03 Feb 2011 09:17 AM PST

The Malaysian Insider reported:

Non-Malays unpatriotic for neglecting BM, says ex-editor


Dr M said:


The question is:

Does Ahmad Rejal want Malaysia to be successful?


If non-Malays, particularly the Chinese and Indians, work earnestly and contribute to the nation economically, does it really matter if they speak fluently in just their own mother tongues, English or any other language besides the Malay language? Why question the non-Malays?


Dong dong dong x12

Posted: 03 Feb 2011 08:22 AM PST

Happy Chinese New Year. This year is the cutey and furry year. The year of rabbit... Are you born in the year of rabbit?

Basically, my Chinese new year is very routine. Every year we have reunion dinner @ one of my aunts house. What we ate?


After the dinner, as what we did for the past years, we went to the temple for Chinese New Years eve prayer. A 1.5 hours prayer and heading back home...


One hour before the countdown, we were sitting @ the living room to chit chat while waiting for the New Years to come. When the moment the clock hit "dong dong dong" for 12 times. We wished everyone happy new year and later hit the bed after all the wishes :)

Happy Chinese New Year. May the year of Rabbit brings you luck and prosperities...


Source: Online Schooling

Posted: 03 Feb 2011 09:04 AM PST

United's greatest!

Posted: 03 Feb 2011 08:09 AM PST

The top 10 Manchester United players of all time:


1. Ryan Giggs
2. Eric Cantona
3. George Best
4. Sir Bobby Charlton
5. Cristiano Ronaldo
6. Paul Scholes
7. David Beckham
8. Roy Keane
9. Peter Schmeichel
10. Wayne Rooney
 
ca-pub-5430283382112812


No Sign Of Abused German Shepherd Dog

Posted: 03 Feb 2011 08:00 AM PST

DATELINE KOTA KEMUNING, SHAH ALAM: 

RECALL OUR STORY on a German Shepherd Dog (right) that was reported to be in trouble somewhere in Shah Alam recently? 

Click HERE

Well, we in PETPOSITIVE wasted no time in informing the Shah Alam council (MBSA) about the situation. 

The local council officers had gone to the area several times to try and locate the dog but until today, has had no luck in


Farewell to Gary Neville

Posted: 03 Feb 2011 07:45 AM PST


"Obviously I am disappointed that my playing days are at an end. It comes to us all and it's knowing when that time is, For me that time is now. I have been a Manchester United fan all my life and fulfilled every dream I've ever had. I have played in the most incredible football teams, playing with some of the best players in the world, as well as against them, and I have been lucky to be a part of the team's achievements and the club's great success. There have also been so many great players that I have had the privilege to train and play alongside. The experiences we've shared will be with me for the rest of my life."
ca-pub-5430283382112812


[Video & Bergambar] Rakyat Yaman Tunjuk Perasaan Desak Presiden Letak Jawatan

Posted: 03 Feb 2011 09:27 AM PST

Lebih dari 20.000 penunjuk perasaan anti pemerintah Yaman berkumpul di ibukota Sana'a, untuk menghadiri "hari kemarahan" terhadap Presiden Ali Abdullah Saleh.

Para demonstran meminta pergantian pemerintah dan menolak tawaran Presiden Saleh untuk berundur pada tahun 2013 setelah lebih dari 30 tahun berkuasa.

Sementara itu, ribuan pendukung presiden melakukan aksi serupa di satu lapangan terbesar kota ini.

Dua kegiatan ini merupakan aksi terbesar dalam aksi protes selama dua minggu terakhir yang diinspirasi oleh kebangkitan rakyat di Tunisia dan Mesir.

Dalam sidang darurat parlimen hari Rabu (02/02), Presiden Saleh yang berusia 64 tahun, menyatakan rencananya untuk berundur dengan mengakui tidak akan memanjangkan tempoh jawatannya sebagai presiden dan menegaskan tidak akan memberikan jawatan itu kepada anaknya.

Presiden juga meminta para penunjuk perasaan untuk membatalkan tindakan mereka, namun kedua kubu tetap berkumpul di tempat yang berbeza di Sana'a.

'Pergantian rejim'

"Rakyat menginginkan pergantian rejim," teriak para penunjuk perasaan anti pemerintah yang berkumpul di depan Universiti Sana'a. "Tolak korupsi, tolak diktator."

Kegiatan yang disebut "hari amarah" ini diselenggarakan oleh kelompok-kelompok masyarakat madani dan para pemimpin pembangkang yang mengeluhkan soal peningkatan kemiskinan di kalangan rakyat berusia produktif yang terus bertambah, dan rasa kecewa dengan kurangnya kebebasan berpolitik.

Angka pengangguran di Yaman mencecah 40%, sementara harga makanan terus meningkat dan tingkat kurang gizi mencapai titik parah.

Negara ini juga dibebani dengan berbagai masalah keamanan seperti gerakan pemisah di selatan dan perlawanan para pemberontak Shia Houthi di wilayah utara.

Reformasi politik

Para penyokong Presiden Saleh pula berkumpul di Lapangan Tahris Sana'a.

Wartawan BBC di Sana'a mengatakan mereka juga turut meminta reformasi politik dan ekonomi.

Mereka mengatakan akan terus berdemonstrasi sampai Presiden Saleh mewujudkan janji untuk melakukan reformasi.

Pada awalnya dikhuatirkan akan pertempuran di antara dia kubu, namun tindakan penunjuk perasaan tersebut berjalan damai.

Presiden Saleh, seorang sekutu barat, menjadi pemimpin Yaman Utara tahun 1978 dan berkuasa di Republik Yaman sejak wilayah barat dan utara bersatu tahun 1990.

Dia terpilih kembali tahun 2006.

Pada bulan Januari, dia mengusulkan perubahan Undang-Undang Dasar yang boleh membuatnya kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden dua tahun akan datang.

Namun setelah revolusi di Tunisia, dimana presidennya terpaksa melarikan ke luar negeri, para pemerhati mengatakan Presiden Saleh telah berubah fikiran.

Presiden Saleh juga menawarkan sejumlah konsesi: menurunkan cukai pendapatan hingga 50%, meminta pemerintah mengendalikan harga dan berjanji menaikkan gaji pegawai negeri dan anggota tentera hingga US$47 sebulan.










KUALA LUMPUR – A WORLD CLASS CITY?

Posted: 03 Feb 2011 07:14 AM PST

KUALA LUMPUR A WORLD CLASS CITY BUT CLEANLINESS AND TRAFFIC CAN BE IMPROVED' writes Malaysian Mirror dated February 2, 2011.

Yes, that's what most people would say about KL, but what about the mentality of its people? And sure I have a lot to say about the cleanliness and the massive traffic jams that has become 'symbolic' of KL. In fact, someone remarked the other day that while Bangkok has improved substantially; KL sadly has deteriorated and has become what Bangkok was before.

Just a few weeks ago, in the process of me reversing my car, I accidently knocked the car behind me. I did not notice the car was behind me because the car was too close to be viewed from my rear mirror. I apologize for the accident and told the driver that I would bear the costs of the repairs. Instead of accepting by apology and my offer, the driver began hauling curses at me in the presence of the crowd that had gathered. Fortunately, I am already a 67 year old man. Had I been 40 years younger, I would have bashed him up. I felt terribly humiliated by the persistent curses hauled at me, and that the driver was nothing more than in his late 30's. This is an example of the mentality of people in KL that I despise most. This driver does not understand tolerance, respect, rude and let alone recognized that it was never my intention to knock his car. Even my humble apology and offer wasn't good enough.

Talking about cleanliness, just take a walk along the back lanes along Jalan Pudu, Jalan Chow Kit, Jalan Ipoh and the many back lanes that criss-cross KL. You will be surprise to see the amount of filth littered along these lanes and the stench that permeates the air. And have you noticed the way restaurant owners do their business? Take a look at the rear of the restaurant or peep into the toilets? I do not wish to describe the scene because the answer is too obvious…………..filthy, stinks and what not. But what have the local health authorities or the local council been doing all this while?

I remembered walking the back lanes around Ipoh in the early 90's and to my astonishment, the lanes and drains were all clean. I could not even see restaurant owners setting up chair and table along the path ways that is a common sight around KL. If I am not mistaken, the city Mayor then was Dato Shahbuddin whom I had the pleasure of meeting him at his office and congratulating him for managing the city well. I do not know whether Ipoh is still the same, but if it isn't, then the present Mayor has to be blamed.

It is certainly not good enough to say that KL has the trappings of modernity, but its intolerant and rude population, the massive traffic jams, poor and inefficient public transport service, cleanliness along the back lanes, stinking public toilets; all these makes KL a city unworthy of its standing.

Now the million dollar question…………who do you blame for all of KL woes? My take is the City Mayor himself. And, what have you to say to this?

KL certainly needs more than an improvement. What it really need is an RSM type Mayor with a pace stick strolling along the streets and back lanes of KL as frequent as possible to keep tab on the city hall workers.


CRUSADE AGAINST CORRUPTION


POLITICIANS BARRED FROM ENTERING SCHOOLS?

Posted: 03 Feb 2011 06:54 AM PST

by LEVEN WOON on 31 Jan, 2011

Lembah Pantai MP Nurul Izzah Anwar's visit to Sekolah Rendah Agama Sri Pantai didn't turn out as expected as she was barred from entering the school at the eleventh hour following a directive seemingly from the Ministry of Education.

The school's principal Paridah Mat Zain initially invited Nurul to visit the school to hand over contributions to some 76 underprivileged students.

However, Nurul was informed about the cancellation of the invitation on the morning of her putative visit as the Ministry 'does not wish to see any politicians in school compounds', according to Nurul.

She was again prohibited when she attempted to conduct the handover ceremony at a bus station outside of the school.


At a press conference in her service centre later, Nurul revealed that the school authority sought her assistance last week to help the students who were forced to cease their studies due to outstanding school fees.

The arrears ranged from RM177 to RM187, which accumulated to some RM13,000 in total.

Nurul was surprised that the underprivileged students did not receive any help from the Federal Territory Islamic Affairs Department, which is supposed to look after the school.

"I am curious to know how the RM1.7 million Lembah Pantai constituency funds, which was disbursed by the Prime Minister's Department for social charity purposes, has been utilised."

"The students are not getting any allocations from there either," she said.

The newly-minted PKR vice president launched a flash donation last week to raise the funds for the students.

The students, in return, came to her service centre today to receive the contributions after she was barred from entering the school.

They were given a green packet and a school bag each

Leven Woon is a journalist that interested in social justice, community empowerment and democracy. He believes community is where home is laid and caring is shown.


Kolum saya di Sinar Harian: Generasi Muda Pasca Reformasi

Posted: 03 Feb 2011 06:45 AM PST

Baru-baru ini saya berucap di Forum Pimpinan Muda Parti Keadilan Rakyat di Subang Jaya. Forum ini dianjurkan untuk memaparkan pimpinan muda yang baru berjaya dalam pemilihan parti yang diadakan tahun lepas. Ramai yang lupa bahawa pemilihan 2010 telah memberikan KEADILAN antara saf kepimpinan yang paling muda dan dinamik di negara.

Namun begitu, dalam persediaan menganjurkan program tersebut, saya menyedari perubahan yang diperjuangkan mesti diteruskan, untuk mara ke tahap seterusnya.

Di forum tersebut, saya menegaskan bahawa KEADILAN dan Pakatan Rakyat mesti terus melibatkan generasi muda Malaysia, khususnya "Generasi Pasca Reformasi". Mereka merupakan golongan yang lebih muda berbanding "Generasi Reformasi" yang memainkan peranan penting pada pilihan raya bersejarah 2008.

Saya sebahagian daripada Generasi Reformasi tersebut. Walaupun saya sudahpun mempunyai kesedaran politik, gerakan rakyat yang muncul selepas pemecatan Datuk Seri Anwar Ibrahim pada 1998 membuka mata saya seperti ramai lagi rakyat Malaysia yang lain.

Gerakan Reformasi menyedarkan kami bahawa Malaysia memerlukan alternatif pelbagai kaum kepada politik perkauman UMNO dan Barisan Nasional. Generasi Reformasi – kini berumur lewat 20an dan 30an – turut serta dan memilih perubahan pada 2008. Mereka terus memainkan peranan penting dalam usaha Pakatan menuju Putrajaya.

Pun begitu, kita tidak boleh mengabaikan Generasi Pasca Reformasi yang merupakan pengundi paling muda, berusia 21 hingga 25 tahun. Mereka berada di sekolah rendah ketika tercetusnya Reformasi dahulu. KEADILAN perlu sesuatu yang melangkaui Semangat 1998 untuk meraih sokongan mereka.

Contohnya, salah seorang pelatih di Pusat Khidmat saya menceritakan bahawa memorinya tentang Reformasi agak kabur. Banyak apa yang diketahuinya diperoleh daripada Internet dan pembacaan, seperti mana generasi saya juga belajar tentang politik dahulu, cuma mungkin tanpa sumber Internet.

Namun demikian, tidak semua generasi muda mempunyai kesedaran politik seperti pelatih saya. Kajian umum mendapati mereka cenderung untuk tidak meminati politik sama sekali. Walaubagaimanapun, kita mesti melibatkan mereka, bukan sahaja untuk meraih undi mereka, tetapi mereka mampu memainkan peranan yang penting dalam gerakan perubahan kita.

Dasar pentadbiran Datuk Seri Najib Tun Razak yang fokus kepada keputusan segera dan membina imej semata-mata menyebabkan ramai rakyat Malaysia yang muda berhijrah ke luar negara. Cabaran buat KEADILAN dan Pakatan bukanlah sekadar untuk mendapatkan mereka keluar mengundi, tetapi memberikan mereka harapan dan matlamat untuk memulihkan masa depan negara.

Pakatan mesti melakar dasar-dasar yang memastikan pembangunan negara yang dipimpin generasi muda, dijana oleh semangat kreatif dan keusahawan mereka. Mengadakan pesta kerjaya sahaja tidak cukup untuk memperkasakan generasi muda Malaysia.

Teknologi memainkan peranan penting. Generasi Pasca Reformasi membesar dengan kecanggihan teknologi maklumat sejak mereka kecil lagi. Mereka mempunyai akses kepada maklumat, bebas dari kekangan yang hanya mampu diimpikan oleh generasi sebelum ini.

Apatah lagi, media sosial seperti Facebook dan Twitter memberikan mereka medium untuk membincangkan isu-isu terpenting hari ini. Namun, kesedaran politik rakyat Malaysia mesti melangkaui dunia siber.

Evgeny Morozov, seorang blogger dari Belarus, menyatakan dalam bukunya Net Delusion: The Dark Side of Internet Freedom bahawa impak aktivisme politik di Internet tidaklah sehebat yang diwarwarkan selama ini. Saya tidak bersetuju sepenuhnya dengan beliau, tetapi kita harus menerima bahawa membawa perubahan buat sesebuah negara tidak cukup dengan menekan butang 'suka' di laman kempen Facebook.

Peristiwa Reformasi mahupun apa yang berlaku di Tunisia baru-baru ini mengajar kita bahawa demokrasi mesti diperjuangkan dengan berhadapan dengan keganasan dan intimidasi polis serta pihak berkuasa. Kuasa Internet ada hadnya.

Masih ramai rakyat Malaysia yang terpisah daripada Internet. Dahulu, berita Internet akan dicetak dan difotostat untuk diedarkan di kampung-kampung. Usaha kita di Internet tidak berguna sekiranya kita tidak dapat membawa pengundi keluar mengundi, atau jika kita sendiri tidak mengundi!

Mesej saya ialah generasi muda yang mahu mengubah Malaysia tidak dapat lari daripada terlibat dengan aspek formal politik: menyertai dan aktif di dalam parti politik, mengundi dan bertanding dalam pilihan raya. Pada masa yang sama, KEADILAN mesti memenuhi idealisme dan harapan mereka jika kita mahu penglibatan mereka.

Saya percaya KEADILAN mampu mengatasi cabaran ini. Sebagaimana saya sebut sebelum ini, generasi muda memainkan peranan penting di setiap peringkat parti termasuk menjadi wakil rakyat. Angkatan Muda KEADILAN juga akan lebih dekat dengan generasi muda dengan had usia 35 tahun yang akan berkuatkuasa bermula tahun 2013.

Namun tidak cukup untuk kita menjadi parti yang muda. Kita perlu berada di mana anak-anak muda Malaysia berada, bercakap dalam bahasa mereka dan menyelesaikan permasalahan mereka.

Kita perlu menawarkan mereka lebih daripada pemberian material dan hiburan yang menjadi tradisi Barisan Nasional. Kita mesti memulihkan keyakinan mereka bahawa mereka mempunyai tempat di Malaysia dan mereka mampu mengubah negara ini.

Saya berharap generasi muda Malaysia akan terus memberikan pandangan mereka, berkongsi harapan dan impian mereka untuk Malaysia serta bagaimana KEADILAN dan Pakatan dapat memainkan peranan untuk merealisasikannya. Perjuangan untuk masa depan Malaysia bermula hari ini.


S/U Agong PBB Kecam Kumpulan Pro-Mubarak Yang Diupah Guna Kekerasan Ke Atas Penunjuk Perasaan

Posted: 03 Feb 2011 07:06 AM PST

Setiausaha Agung Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) Ban Ki-moon mengutuk keras serangan yang dilakukan oleh pro-Presiden Hosni Mubarak ke arah para demonstran di Lapangan Tahrir, Keherah.

Menurutnya serangan dalam bentuk apapun kepada demonstran seharusnya tidak dilakukan.

"Serangan dalam bentuk apapun ke arah demonstran yang melakukannya secara damai tidak dapat diterima dan saya sangat mengutuk hal tersebut," kata Ban Ki-moon selepas pertemuan dengan Perdana Menteri Britain David Cameron, di London.

Beliau menyatakan kekhuatirannya tentang kekerasan yang terus terjadi di Mesir dan menyerukan kedua belah pihak untuk menghentikan semua bentuk kekerasan.

Aksi penunjuk perasaan menentang Presiden Hosni Mubarak berlangsung dengan damai sejak sembilan hari yang lalu. Jumlah massa terus bertambah dari ribuan hingga ratusan ribu orang dan ditargetkan mencapai satu juta orang.

Tetapi, protes berkenaan menjadi tercemar dengan para pendukung Presiden Hosni Mubarak mulai memasuki ke lokasi tersebut.

Beberapa laporan menyebut kumpulan pro-Mubarak tersebut adalah terdiri dari kelompok gangster yang diupah untuk mengkucar-kacirkan protes anti-Mubarak.

Laporan BBC sebelum ini menyebut sesetengah daripada kumpulan prokerajaan itu adalah polis yang berpakaian preman.



6 maut dalam pertempuran di Dataran Tahrir

KAHERAH: Lelaki bersenjata menembak penunjuk perasaan anti-kerajaan dalam pertempuran di Kaherah di mana enam orang terbunuh manakala lebih 800 cedera, menyebabkan kuasa Barat sekali lagi menggesa Presiden Hosni Mubarak segera melepaskan kuasa.

Ribuan penunjuk perasaan di Dataran Tahrir berkata, mereka yang melepaskan tembakan itu adalah anggota polis rahsia.

Marah dengan kenyataan Mubarak kelmarin untuk hanya melepaskan jawatan pada September depan, mereka bertekad akan meneruskan demonstrasi sehingga pemimpin berusia 82 tahun itu berundur.
Pemimpin pembangkang termasuk tokoh liberal, Mohamed ElBaradei, dan pergerakan Islam Mesir menolak gesaan rundingan dengan Perdana Mnteri, Ahmed Shafiq, yang baru dilantik Mubarak.

Mereka menegaskan hanya pemergian presiden itu akan menamatkan demonstrasi dan membuka jalan untuk rundingan. - Reuters





This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Embracing Change:Impermanence

Posted: 03 Feb 2011 06:15 AM PST



A daughter in Egypt…

Posted: 03 Feb 2011 06:08 AM PST

A fellow volunteer informed me that he left a box of mandarin oranges at the center, donated by one of his office-mates. He had delivered another box to his client and figured I may have other families I can send the other box to.

So this afternoon I went over to the center to get the box of oranges, then I headed off to Lin's house. Her 2 daughters studying in KL were back so I thought it would be the perfect time to deliver the oranges to them. In addition to that, I wanted to find out if Lin had got any news from Zizi, her daughter in Egypt. I brought along my netbook and usb modem in case she wanted to see some online updates on the process of evacuation of Malaysian students in Egypt.

Lin was surprised to see me as I didn't tell her I was coming. She looked calm… she just managed to speak to Zizi. Those with family members in Egypt had been advised to call them from land/fixed lines, but Lin didn't have a fixed line at home. From what I understand, the only mobile land which would get through to Egypt (since the uprising of the people of Egypt) was Digi.

Well, one of Lin's daughters who is back home for CNY holidays decided to top-up her phone and attempted to call. The first call, although the number was correct, got through to a guy in Cairo. The 2nd attempt again was answered by a man, so Zizi's sister immediately ended the call. It was only at the 3rd attempt did they manage to get through to Zizi's phone.

Zizi, a Mara scholar, had earlier been placed together with other Malaysian students in Alexandria. According to her, MARA officers had been taking good care of them, calling them every day to check on them and to pass them info on the latest situation, and also to deliver food to them. They have been told to get ready and that evacuation was already in the process, starting with those in Cairo first.

After listening to Zizi herself, Lin feels a whole lot better now. Lin had heard of other parents buying air tickets to get their children home… and so she felt quite worried because she couldn't afford to buy an air ticket for her daughter.

Since Lin didn't have internet at home, I switched on my netbook, and connected to the internet using my usb modem. I showed her updates from http://krisismesirnasibrakyatkita.blogspot.com and from there she saw for herself the schedule of flights from Cairo to Jeddah and from Alexandria to Jeddah.

I think Lin can probably sleep better now that she has heard Zizi herself saying that she was alright and well taken care of by the Mara officers. No doubt things aren't over yet, but at least she knows Zizi is in good hands.

Let's all pray that everything will run smoothly and that all Malaysians in Egypt can be evacuated safely without any problems.


Its Natural But Sad

Posted: 03 Feb 2011 03:59 AM PST


The Common Myna Bird.


In Malay, it is called Burung Tiong Gembala Kerbau.

While having a conversation with a guest in the living room, a yellow-cum-white stray cat swooshed past by the sliding glass door.
A few minutes later, he was wrestling with a myna in the small drain.

It was screaming and yelping away but the cat had it strong in its jaws.
Seeing the myna flapping away helplessly was a pitiful sight but it is undeniably part of nature.

Two hours later, I noticed a myna walking alone, pacing up and down the alley lane.
It flew and stood on the wall.

O Gosh..it must be the partner I thought.
And after a few minutes of head-tilting, it finally flew away sadly..accepting the fate of his/her loved one.

I then went to the backyard to put some fried chicken for the regular stray cat..Tonto.

Upon turning around, below the old table in the back garage stood the devious 'bird murderer', his eyes staring at me.
I have never seen him before.

He had eaten half the myna.
You can see the balance of the bird's flesh, feathers and wings that were still partly visible.

O dear Mr Cat..must you??


[Video & Bergambar] Selepas Banjir, Queensland Dilanda Siklon Yasi

Posted: 03 Feb 2011 06:09 AM PST

Belum pun reda selepas dilanda banjir, Queensland kali ini dihentam pula dengan siklon Yasi. Perdana Menteri Queensland, Anna Bligh berkata, mereka sedang berhadapan dengan bencana alam yang dikategorikan taufan peringkat kelima iaitu selepas banjir besar melanda di negeri itu.

Badai Yasi dilaporkan telah menerjang Queensland, Australia, Rabu (2/2). Badai kategori lima ini memporak-porandakan ratusan rumah warga dan pepohonan. Belum ada laporan korban jiwa akibatnya setakat ini.

Badai dengan kecepatan 300 kilometer per jam itu menusuk daratan hingga radius ratusan kilometer dari Pantai Timur Laut Australia. Sektor-sektor penting, seperti pertambangan, jalur kereta api, dan pelabuhan ditutup. Suara badai sangat dahsyat.

Dentumannya menyerupai suara kereta api. Konon, kekuatannya setara dengan badai katrina yang menghancurkan New Orleans, Amerika Serikat, 2005 silam.


Badai Yasi Landa Queensland

Pusat penempatan sementara penduduk di timur laut Australia kini semakin sesak, semalam berikutan ancaman taufan siklon Yasi dan terbesar dalam sejarah negara itu .

Tiupan angin kencang pertama melanda pesisir Queensland menyebabkan penduduk berpindah ke tempat yang lebih selamat iaitu beberapa jam sebelum Siklon Yasi melanda negara itu.

Jurutera turut mengeluarkan amaran kelajuan angin boleh mencapai sehingga 300 kilometer sejam, sekali gus akan menyebabkan kemusnahan harta benda yang teruk.

Perdana Menteri Queensland, Anna Bligh berkata, mereka sedang berhadapan dengan bencana alam yang dikategorikan taufan peringkat kelima iaitu selepas banjir besar melanda di negeri itu.

Seramai 400,000 penduduk tinggal di sekitar bandar pelancongan terkenal seperti di Cairns, Townsville dan Mackay yang menjadi laluan taufan Siklon Yasi tersebut.

























This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Judge Dee, Confucian Crime Solver

Posted: 02 Feb 2011 05:29 PM PST

I'm presently in a middle of a murder mystery book featuring Judge Dee, a Chinese magistrate during the Ming dynasty. Appropriate I think seeing as how today is Chinese New Year. It's interesting so far. Judge Dee is a newly appointed magistrate to the city of Poo-Yang and is expected to pass sentence on a rape-murder case which his predecessor has more or less solved. But, as per usual with these kind of stories, Dee believes the suspect is innocent and tasks his agents to find the real culprit. Unlike most crime mysteries, this one has at least three cases going on simultaneously. I've only read a quarter of the book so there could be more mysteries popping up in the later pages. I still haven't encountered any Chinese bells so I don't know what the title of the book is alluding to. There's the rape-murder, a Buddhist temple which Dee believes is conning childless couples and an illegal land grab. The cases aren't really complex locked room mysteries (except maybe for the Buddhist temple case…barren women are invited to sleep in a room of the temple for a night and soon after they're pregnant? The monks say miracle, the judge says bullcrap but can't prove it yet), but I like it because I like historical mysteries. Forensic science was in its infancy or even non-existent and nobody knew about fingerprints so detection is done the old fashioned way – running around asking questions. I like lots of dialogue in my detective fiction.

Also, Judge Dee doesn't like Buddhists. He rolls with Confucius.


Filed under: Book-reading, Fiction Tagged: fiction, historical detectives


Nazeera Ceritakan Pengalaman Ngeri Sekembali Dari Mesir

Posted: 03 Feb 2011 05:11 AM PST

Kami tidur bertemankan pisau"

Gambar: Pelajar perubatan tahun ketiga Universiti Mansoura, Mesir Nazeera Mohd Nasir, 21, (tengah) diiringi ibunya, Zaimah Abu Bakar sebaik tiba di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) di sini, malam tadi. Turut kelihatan bapanya, Mohd Nasir Abdullah.

"Kami tidur dalam ketakutan dengan bertemankan pisau dan penyembur lada di sisi" kata dua sahabat baik yang merupakan penuntut tahun ketiga jurusan perubatan di Universiti Mansoura, Mesir.

Nazeera Mohd Nasir dan Nurul Shafiqah Mohd Tajudin, masing-masing 21 tahun ditemui Bernama selepas selamat tiba bersama tiga lagi pelajar di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) kira-kira pukul 10 malam tadi dengan menaiki penerbangan EK0342 Emirates dari Kaherah.

Nazeera berkata mereka dibelenggu perasaan cemas dan takut ekoran kawasan rumah sewa mereka di Mansoura agak tegang terutamanya ketika malam dengan bunyi tembakan dan cermin rumah dipecahkan.

"Pada hari pertama, ketika itu kami sedang tidur dan tiba-tiba dikejutkan dengan pengumuman dari masjid berdekatan yang meminta semua penduduk agar menutup lampu dan mengunci semua pintu kerana banduan terlepas di penjara yang berdekatan dengan rumah sewa kami.

"Kami berkongsi katil setiap malam dan asyik berjaga kerana terdengar bunyi pecah rumah, pengumuman dari masjid jika ada rumah yang dipecah, kereta kebal lalu lalang selain bunyi tembakan hingga menyebabkan kami terpaksa tidur dengan pisau dan penyembur lada demi keselamatan," katanya.

Beliau berkata bimbang dengan keadaan tersebut, mereka nekad menyewa sebuah kenderaan tiga hari lalu untuk membawa mereka ke Lapangan Terbang Antarabangsa Kaherah namun terkandas di lapangan terbang tersebut setelah gagal menaiki kapal terbang meskipun telah membeli tiket.

"Keadaan di dalam terminal sangat tegang.. semua orang berebut-rebut untuk menaiki kapal terbang. Meskipun kita sudah beli tiket dahulu tetapi itu tidak menjamin kita boleh dapat naik penerbangan tersebut," katanya sambil menambah mereka menggunakan kad kredit untuk membeli tiket penerbangan lain.

Nurul Shafiqah pula berkata terdapat kira-kira 200 pelajar Malaysia yang terkandas di lapangan terbang itu sejak meletusnya tunjuk perasaan pada 29 Januari lalu dan keadaan menjadi lebih meruncing apabila mereka kehabisan wang selain bekalan makanan semakin berkurangan.

"Kami semua duduk dan tidur di atas lantai dengan beralaskan kotak. Malah ramai yang menangis ketakutan dan ada yang telah berada di lapangan terbang tersebut sejak empat hari lalu.

"Kami hanya makan sedikit roti dan air mineral dan terpaksa mencatu makanan kerana bekalan makanan semakin berkurangan selain tidak dapat membuat pengeluaran wang malah roti dan air dijual dengan harga yang sangat mahal," katanya.

Sementara itu, Nor Akhbariah Md Najas, 20, pelajar tahun pertama jurusan perubatan di Universiti Tanta, Mesir berkata keadaan di Tanta tidak seteruk Mansoura tetapi mereka tetap mematuhi perintah berkurung pada setiap malam.

"Banduan berada di mana-mana dan setiap hari ada sahaja rumah yang dipecah masuk serta barang dilarikan malah kereta kebal dan tentera juga ada di semua kawasan. Keadaan seperti itu sangat menakutkan," katanya yang turut terkandas di lapangan terbang itu selama dua hari.

Ibu kepada Nor Akhbariah, Jamaliah Mohd Salleh, 57, pula berkata ketika pertama kali mendengar insiden Mesir di televisyen, beliau berasa susah hati dan bimbang keselamatan anak kelimanya itu sebelum bertindak memasukkan wang ke dalam akaun Medic Mesir.

"Medic Mesir sangat bertanggungjawab, mereka membelikan tiket untuk Nor Akhbariah pulang ke tanah air. Kita cuma berharap pihak kedutaan juga dapat menghulurkan bantuan dengan lebih pantas kepada pelajar-pelajar yang masih terkandas di sana," katanya. - Bernama

Pelajar perubatan tahun ketiga Universiti Mansoura, Mesir, Nurul Shafiqah, 21, (tengah) diberi ciuman oleh bapanya, Mohd Tajudin Harun sebaik tiba di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) di sini, malam tadi. Turut kelihatan ibunya, Noridah Abu Samah.

Pelajar perubatan tahun pertama Universiti Tanta Mesir, Nor Akhbariah Md Najas, 20, (tengah) disambut oleh ibunya, Jamaliah Mohd Salleh sebaik tiba di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) di sini, malam tadi. Turut kelihatan bapanya, Md Najas Baharom.




Bengkel Potong Besi, Logam Terbakar

Posted: 03 Feb 2011 03:30 AM PST

Alor Setar – Sebuah bengkel potong besi dan logam di Tandop dekat sini terbakar, menyebabkan kesesakan jalan raya hampir dua kilometer kerana jalan raya diselubungi asap tebal.

Kejadian yang berlaku kira-kira pukul 5.30 petang itu dikatakan berpunca akibat percikan api daripada besi kereta yang dipotong oleh pekerja bengkel tersebut.

Pemilik bengkel, M Sundrapandi, 47, berkata, ketika kejadian, seorang pekerjanya sedang memotong sebuah kereta lama dan percikan api yang keluar daripada mesin itu telah menyambar kusyen dan tayar kereta menyebabkan api mula marak.

"Semasa kejadian, angin juga kencang menyebabkan api marak dengan cepat," katanya ketika ditemui pemberita.

Beliau berkata, api yang marak itu telah membakar longgokan besi dan logam yang terdapat di bengkel berkenaan.

Sundrapandi berkata, ini kali pertama kebakaran berlaku selepas dia mengusahakan bengkel tersebut hampir 10 tahun. – Bernama


The Sound Of Silence

Posted: 03 Feb 2011 02:22 AM PST

It's been a pretty quiet holiday for me so far. Nothing much has been happening with me just lazing around the house. The atmosphere is so quiet you wouldn't even think it was the Chinese new year over here.

Even the firecrackers have been cut down that I only heard a few blasting away last night. Not that I was complaining though, it gave me a peaceful nights sleep :D Otherwise I would have been tossing and turning in bed thinking of that pool lift I saw earlier today.

There's still quite a bit of the holidays left for me and I plan to take full advantage of it :D I hope you're all having a swell time on your CNY break.


No comments: