Tuesday, February 22, 2011

Cockle breeders in a quandary

Cockle breeders in a quandary


Cockle breeders in a quandary

Posted: 22 Feb 2011 11:01 AM PST

A GROUP of cockle breeders in Nibong Tebal are appealing to the Penang Government to give them temporary occupancy licences (TOL) for their farms instead of them having to rent TOL land from a third party.

Penang Aquaculture Breeders Association's Cockle Breeders Sub-committee chairman Chu Voon Fong, who represented 25 breeders, said they had been renting their farm land from a TOL holder for over 20 years.

Chu said they initially paid an annual rental of RM100 per acre but this was increased to RM140 per acre from 1998.

He claimed that the TOL holder, a non-governmental organisation, was paying only a mere RM3 per acre to the district office for the TOL permit.

"The TOL holder has also imposed a fee of 50 sen per sack of cockles that we harvest," he told a press conference at a surau hall in Sungai Udang on Saturday.

Chu said the breeders were mainly from Sungai Udang, Changkat, Bukit Tambun, Sungai Chenaam, Pulau Aman and Sungai Bakau.

He said he knew of a few cockle breeders in other areas who only had to pay RM3 per acre directly to the district office for their TOL permits.

Solidariti Anak Muda Malaysia chairman Badrul Hisham Shaharin, who arranged the press conference, said the affected breeders' income had dwindled in the past few years, partly due to the construction of the Second Penang Bridge.

He hoped that the bridge builder could expedite negotiations to make reasonable ex-gratia payment to the affected breeders as soon as possible.

Penang Agriculture and Agro-based Industries, Rural Development and Flood Mitigation Committee chairman Law Choo Kiang said that under the National Land Code, TOL holders were not allowed to lease or sublet their TOL land.

"Chief Minister Lim Guan Eng received a letter from the affected cockle breeders last month.

"The state exco will soon deliberate the matter before making a decision," he said when contacted.

Law also said the state might review the conditions for the issuance of TOL to prevent cases of profiteering.

link http://thestar.com.my/metro/story.asp?file=/2011/2/22/north/8102737&sec=north


Calun BN untuk PRK N28 Dun Kerdau

Posted: 22 Feb 2011 06:21 AM PST


Bacaan doa oleh Ustaz Syed Ibrahim Bin Syed Ahmad

Untungnya saya ambil gambar Pak Habib waktu Konvensyen BN Pahang bulan lepas.
Dia menegur saya waktu saya beralih sana sini mencari tempat duduk yang selesa bagi persediaan saya untuk mengambil gambar2 majlis konvensyen yang di atas pentas.

Maklumlah..makcik blogger ni pandai sikit2 je jadi juru kamera.
Jadi punyalah jenuh mencari angle yang tepat tetapi tidak menghalang penglihatan mereka yang duduk di belakang.

"Kak Huda ker?"
Saya menoleh ke belakang dan tersenyum lebar melihat sahabat lama yang tidak asing lagi..
Tuan Syed Ibra kita.

Selepas berborak2 bertanya khabar, saya memilih kerusi di hadapan sebelah kiri dewan sementara Pak Habib kita sibuk menyambung menjalankan tugas2nya.

Waktu saya belum pakai tudung dulu, Tuan Syed Ibra tidak pernah mengomen apa2.
Hanya saya teringat dia pernah berkata lebih kurang begini, "takper..bila tiba serunya, takder paksa2..ia akan datang dengan sendirinya".
Alhamdullillah Pak Habib..terima kasih banyak2.

Semoga Ustaz Syed Ibrahim Bin Syed Ahmad berjaya dengan cemerlang dan menang besar dalam pilihanraya kecil N28 Dun Kerdau..InsyaAllah.

Selamat Berjuang Tuan Syed Ibrahim Bin Syed Ahmad.
Semoga Allah swt memberkati usaha murni dan keprihatinan Tuan Syed untuk membela rakyat N28 Dun Kerdau..Ameen.


Disabled Forced To Apologise To MBPJ Councillor

Posted: 22 Feb 2011 08:00 AM PST

Malaysiakini news by Leven Woon.

A lot swap conflict involving the relocation of five underprivileged vendors away from their designated lots at Taman Megah Market has triggered outcries from several NGOs, who turned up at the market today to protest the relocation.

Organised by Independent Learning and Training Centre, the event saw Damansara Utama assemblyman Cheah Wing Soon, MBPJ's


The Fruit of Initiative

Posted: 22 Feb 2011 07:24 AM PST

Some years ago, three brothers left the farm to work in the city. They were all hired by the same company at the same pay. Three years later, Jim was being paid $500 a month, Frank was receiving $1,000, but George was now making $1,500.

Their father decided to visit the employer. He listened to the confused father and said, "I will let the boys explain for themselves."

Jim was summoned to the supervisor's office and was told:

"Jim, I understand the Far East Importers has just brought in a large transport plane loaded with Japanese import goods. Will you please go over to the airport and get a cargo inventory?"

Three minutes later, Jim returned to the office. "The cargo was one thousand bolts of Japanese silk," Jim reported. "I got the information over the telephone from a member of the crew."

When Jim left, Frank, the $1,000 a month brother, was called. "Frank," said the supervisor, "I wish you'd go out to the airport and get an inventory of the cargo plane which was just brought in by Far East Importers."

An hour later, Frank was back in the office with a list showing that the plane carried 1,000 bolts of Japanese silk, 500 transistor radios, and 1,000 hand painted bamboo trays. George, the $1,500 a month brother, was given identical instructions. Working hours were over when he finally returned.



"The transport plane carried one thousand bolts of Japanese silk," he began. "It was on sale at sixty dollars a bolt, so I took a two-day option on the whole lot. I have wired a designer in New York offering the silk at seventy-five dollars a bolt. I expect to have the order tomorrow. I also found five hundred transistor radios, which I sold over the telephone at a profit of $2.30 each. There were a thousand bamboo trays, but they were of poor quality, so I didn't try to do anything with them."

When George left the office, the employer smiled. "You probably noticed," he said, "that Jim doesn't do what he's told, Frank does only what he'd told, but George does without being told."

The future is full of promise for one who shows initiative.

-Author Unknown-

*Sorry I have not written much the past few days. My relatives left for US and HK and I have been feeling quite blue. Apart from that, I have to meet a work commitment for college. I really want to talk about the Interlok issue and have been dying to blog about it. Will get round to do it by tomorrow! Take care and rest well.


Kisah Isa & Al Quran Menjadi Jambatan Abdulhadi Menuju Islam

Posted: 22 Feb 2011 08:00 AM PST

Abdulhadi, 23 tahun, dibesarkan dalam ajaran Katholik. Orangtuanya berdarah Poland, negara di mana, menurut penuturannya, Katholik adalah agama utama dan ajarannya menjadi praktik hidup keseharian warganya.

"Saya diajari berdoa sejak kecil dan dibaptis dalam gereja," tuturnya. "Saat itu sangat menyenangkan," aku Abdulhadi.

Namun ketika masuk usia remaja, ia merasa agama tak ada lagi berarti. "Kosong, saya juga meragukan semua eksistensi," ungkap Abdulhadi.

Ia gelisah. Banyak pertanyaan muncul di benaknya, seperti dari mana ia berasal dan mengapa ia hidup. "Tapi saya tidak menemukan jawaban." ujarnya.

Saat pencarian itu ia mengaku mengalami keadaan sulit yang ia analogikan sebagai tamparan keras. "Tiga hingga empat kali saya ditampar dan itu sangat menyakitkan," tuturnya tanpa mahu menceritakan detail kisah sulitnya.

Saat kian gelisah ia bertemu seorang teman. Temannya beragama Islam. "Ia tak mengatakan apa-apa pada saya, hanya mengajak saya untuk menjauhi keburukan," ungkapnya.

Ajakan itu ia pandang masuk akal. Saat mulai hidup teratur ia kembali tenang, ketika itu pulalah Abdulhadi mengingat Tuhan lagi.

Selama ini ia selalu menyimpan sebuah injil di rak buku. Mengetahui itu teman Muslimnya tadi berkata, "Kalau kamu punya injil seharusnya kamu punya Al Qur'an pula."

Terganggu dengan ucapan itu Abdulhadi pun terdorong untuk mempelajari injil yang ia miliki. "Terus terang saya berkata pada diri sendiri bahwa kalau saya harusnya menyelidiki dan mempelajari agama saya dulu pertama kali," ungkapnya.

Ketika ia selesai membaca injil ia pun mulai membandingkan kitab tersebut dengan Al Qur'an. Dalam proses itu ia menemukan Jesus sebagai jembatan, kerana ternyata Jesus pun disebut dalam kitab suci Agama Islam itu, sebagai Isa.

"Itulah yang mendorong saya untuk tahu lebih lanjut," ujarnya. Abdulhadi pun mulai membaca setiap kalimat dalam Al Qur'an.

Saat membaca ia merasa hairan sekaligus takjub. "Buku ini luar biasa saya sungguh tidak menemukan keraguan terhadap satu pun kalimat di dalamnya," ujarnya.

"Ketika kita membaca buku lain, filsafat, saya masih menemukan ada sesuatu yang meragukan, tapi tidak di Al Qur'an" kata Abdulhadi. "Ini sungguh kitab kebenaran."

Saat timbul pemikiran itu ia pun membisikkan harapan ke dalam benaknya ingin menjadi seorang Muslim. "Benar-benar karena membaca Al Qur'an tak ada penyebab utama lain, namun keinginan hati saya begitu kuat untuk memeluk Islam."

Abdulhadi memeluk Islam pada 2005 lalu. Ia mengaku telah menjalani Ramadhannya yang ke-7.

"Saya kira setiap orang harus mempelajari benar-benar agama yang mereka anut," ujarnya. Ucapan Abdulhadi mengacu pada teman-teman Muslim lain yang ia jumpai banyak pula yang tak melaksankan ajaran dan beribadah sesuai perintah agama.

"Ini mengingatkan saya ketika remaja dulu. Sebagai pemeluk Katholik saya pun tak jarang beribadah." ujarnya.

Abdulhadi memandang setiap orang pada intinya memiliki kecenderunga jiwa yang sama, baik ia menganut Hindu, Budha atau agama Nasrani. "Mereka pasti memiliki pertanyaan mendasar, mengapa kita diciptakan di muka bumi," kata Abdulhadi.

"Resepinya sederhana saja, carilah dan mulailah dari keyakinan yang kita peluk. Pada akhirnya perilaku kita pun akan berubah,' ujarnya.

Ia juga menekankan bagi mereka yang mencuba mencari jawaban dalam hidup agar tidak menutup diri dari mempelajari keyakinan lain.

"Seperti yang telah saya lakukan. Siapa yang mencari pasti akan menemukan jawabannya. Nanti kita akan dituntun untuk menemukan bahwa Islam adalah agama yang mampu menjawab semua pertanyaan." ujarnya penuh keyakinan.


Look! Are they not Muslim children joining the celebration of Valentine love?

Posted: 22 Feb 2011 07:23 AM PST

Monday February 14, 2011

A love that never grows old

KUALA TERENGGANU: An elderly couple from Kampung Bukit Bucu in Batu Rakit, here, celebrated Valentine's Day early – and for the first time in their life.

The candlelight dinner for octogenarian Chin Yi Ai, 88, and his wife Tay Sek Hue, 79, was organised by six of their children, three of whom are now Muslims.

Chin and Tay married five decades ago but never celebrated Valentine's Day due to family commitments.
Chin Ying Ai, 88, giving his wife,Tay Sek Hue, 79, a bouquet as they are joined by their children and grandchildren during their first-ever Valentine candlelight dinner at a leading resort in Merang, Terengganu. The children decided to hold a Valentine's Day dinner for the couple who had always been busy working for the family. — ZABIDI TUSIN/ The Star

"This is what Valentine's Day is all about. During our younger days, we never had the chance to celebrate this event.
"I wish I was younger so I could express my undivided love to my wife during this auspicious day," a frail Chin murmured when met on Saturday night.
The couple's children and grandchildren were present to add to the merriment.
Chin's only daughter, Faridah Chin Abdullah, 40, said her siblings decided to hold a Valentine's Day dinner for their aging parents this year as they never had one before.
Faridah said she spoke to her Muslim brothers Abdul Manan Abdullah, 50, and Anuar Abdullah, 42, and they agreed.
"Islam promotes love and affection between people. We felt there was nothing wrong organising this dinner for our parents as our gift to them," she said.
"I do agree from the Islamic viewpoint that unmarried couples should not celebrate as it could lead to immoral activities," she said.

What a lovely sight!


Parents, children and grandchildren celebrating Valentine together!

The children (or grandchildren!) will surely grow up to be loving adults who will not fall into sexual sins!

They will only make love after their holy matrimony!

Valentine's Day is a very important day for us to impart good values to our children and grandchildren!



Bapa Fail Notis Usul Mohon Bedah Siasat Kedua

Posted: 22 Feb 2011 06:45 AM PST

Shah Alam - Seorang bapa hari ini memfailkan notis usul memohon supaya bedah siasat kedua dijalankan ke atas mayat anaknya kerana mendakwa wujud unsur-unsur penderaan yang membawa kepada kematian anak perempuannya itu yang baru berkahwin lima bulan lalu.

M Subramaniam, 52, seorang pemandu lori, memfailkan notis itu melalui peguamnya, Gurmit Singh Hullon di pejabat Pendaftar Mahkamah Tinggi di sini. Subramaniam memohon perintah untuk satu bedah siasat kedua dan berkecuali dijalankan ke atas mayat anaknya, S Pakiam, 23, di Pusat Perubatan Universiti Malaya (PPUM), Petaling Jaya oleh Pakar Patologi Forensik Dr Karunakaran Mathiharan.

Beliau juga memohon agar mayat Pakiam yang kini berada di Hospital Serdang dibawa ke PPUM dengan serta merta bagi tujuan bedah siasat untuk mengetahui sebab kematiannya mengikut Seksyen 328 Kanun Prosedur Jenayah.

Subramaniam juga antara lain memohon agar mahkamah mengarahkan satu inkues diadakan berkenaan kematian anaknya segera, selain memohon seorang peguam yang dipilih pihaknya dibenarkan menghadiri bedah siasat.

Dalam afidavit yang difailkan untuk menyokong permohonan itu, Subramaniam berkata, Pakiam baru berkahwin selama lima bulan secara 'diatur' dan semasa perkahwinannya, anaknya tidak mempunyai sebarang kelemahan daripada segi mental, fizikal atau kesihatan. -Bernama


BERITA SEBELUM INI


Gigi dicabut, tangan dicucuh

KUALA LUMPUR: Luluh dan hancur hati seorang bapa selepas anak perempuan yang dikahwinkan lima bulan lalu atas pilihan keluarga meninggal dunia dalam keadaan menyedihkan kerana terdapat kesan luka akibat dicucuh dengan rokok pada tangan selain kuku tangan dan giginya dicabut.

Lebih pilu, wanita berkenaan, S Pakiam, 23, dipercayai menamatkan riwayat dan penderiaan dialami dengan minum racun di rumah mentuanya di Padang Serai, Kulim, Kedah tiga hari lalu.

Mayatnya dihantar untuk bedah siasat di Hospital Kulim tetapi laporan dari hospital tidak menyatakan apa-apa mengenai punca kematian itu.

Bapa mangsa, M Subramaniam, 51, terpaksa menangguhkan upacara pengebumian anaknya itu selepas tidak berpuas hati dengan laporan perubatan hospital berkenaan.

"Saya hanya mendapat berita anak kedua saya itu meninggal dunia pada malam Sabtu lalu kira-kira jam 11.30 malam, selepas dihubungi seorang anggota polis dari Balai Polis Padang Serai.

"Anggota itu memaklumkan anak saya mati akibat minum racun," katanya ketika ditemui di rumahnya di Puchong, di sini semalam.

Menurutnya, sekiranya anak perempuannya mati disebabkan bunuh diri kenapa laporan perubatan tidak tercatat sedemikian.

Katanya, lebih mengejutkan, pada mayat anaknya penuh dengan kesan dera seperti kuku dan gigi dicabut serta luka pada badan dicucuh rokok.

"Itulah penderitaan yang anak saya perlu lalui sebelum menghembuskan nafas terakhir dipercayai selepas didera," katanya.

Subramaniam berkata, anaknya berkahwin dengan menantunya lima bulan lalu selepas keluarga masing-masing bersetuju menjodohkan mereka.

"Anak saya berkahwin dengan menantu selepas keluarganya (menantu) menyukai anak kedua saya itu dan kami terus bersetuju menyatukan mereka kerana beranggapan keluarga pihak menantu akan menjaganya dengan baik," katanya.

Katanya, mereka sekeluarga kerap kali menghubungi anaknya itu, tetapi tidak dapat bercakap kerana keluarga mentua anaknya sering memberikan alasan dia tiada di rumah.

"Setiap kali menghubungi telefon Pakiam, orang lain akan menjawabnya dan mengatakan dia tiada di rumah atau sedang sibuk," katanya.

Menurutnya, sebaik mengetahui berita sedih itu, dia sekeluarga pergi ke Padang Serai untuk menuntut mayat anaknya itu.

"Saya yang melihat keadaan mayat anak saya kemudian cuba membuat laporan polis berhubung kejadian itu selain tidak berpuas hati dengan laporan bedah siasat yang tidak menyatakan apa-apa tetapi polis enggan menerima laporan itu.

"Disebabkan itu kami terpaksa membawa pulang mayat Pakiam ke sini (Puchong) dan membuat laporan polis," katanya.

Sementara itu, Ketua Polis Kulim, Superintendan Ghuzlan Salleh berkata, pihaknya ada menerima laporan daripada keluarga mentua mangsa memaklumkan mangsa mati akibat minum racun.

Katanya, kes itu diklasifikasikan sebagai mati mengejut. -hm




Who Attacked Lara Logan, and Why? By Andrew C. McCarthy

Posted: 22 Feb 2011 06:02 AM PST

The answer is obvious — but nobody talks about it.


For the world's billion-plus Sunni Muslims, al-Azhar University in Cairo is the center of the theological universe, its faculty and scholars the most authoritative voice on the meaning of Islam. It is not very far from Tahrir Square, ground zero of Egypt's revolution.

It was in Tahrir Square last Friday that the Muslim Brotherhood began shunting aside other opposition leaders, including Google executive Wael Ghonim. The million Muslims jamming the square hadn't turned out to hear a good corporate citizen of the Left. In this nation, where a strong majority of the population desires the implementation of sharia, Islam's legal and political system, the throng turned out to hear and hail Sheikh Yusuf Qaradawi, the Brotherhood's top adviser — who, with his al-Azhar doctorate in Islamic jurisprudence, is sharia personified.

Tahrir Square is also the place where, in the frenzy after Hosni Mubarak's fall, CBS news correspondent Lara Logan was seized and subjected to a savage sexual assault by an Egyptian gang. Coverage of the attack has been muted. There have been testimonials to Ms. Logan's courage, and one anti-American leftist lost his comfortable fellowship at NYU Law School for failing to conceal his glee over the atrocity. We have heard much about the attack, but have heard next to nothing about the attackers. You are just supposed to assume it was a "mob" — the sort of thing that could have happened in any setting where raw emotion erupts, say, Wisconsin's capitol.

Except it doesn't happen in Madison. It happens in Egypt. It happened in Indonesia, the world's most populous Muslim country, in the riots that led to Suharto's fall — as Sharon Lapkin recounts, human-rights groups interviewed more than 100 women who had been captured and gang raped, including many Chinese women, who were told this was their fate as non-Muslims. It happens in Muslim countries and in the Muslim enclaves of Europe and Australia, perpetrated by Islamic supremacists acting on a sense of entitlement derived from their scriptures, fueled by the rage of their jihad, and enabled by the deafening silence of the media. In full from the National Review...........


Apa Hal PERKASA Sibuk Di Merlimau?

Posted: 22 Feb 2011 06:00 AM PST

PAS Melaka membantah kehadiran Perkasa yang dilaporkan berkempen untuk Barisan Nasional (BN) dalam pilihanraya kecil Merlimau, 6 Mac ini.

Ketua Penerangan PAS Melaka, Kamaruddin Sidek (gambar) berkata, Perkasa tidak sepatutnya dibenarkan berkempen di Merlimau kerana ia bukan parti politik.

"Rakyat Melaka tidak senang dengan kehadiran Perkasa di Merlimau. Keadaan mungkin menjadi semakin kacau dengan kehadiran Perkasa.

"Selalunya kalau Umno lawan PAS, keadaan menjadi tegang. Kehadiran Perkasa akan menyebabkan keadaan menjadi semakin panas," katanya.

Pilihanraya kecil Merlimau akan diadakan pada 6 Mac depan ekoran kematianya Datuk Mohd Hidsir Abu Hassan akaibat serangan jantung.

Menurut Kamaruddin, Perkasa telah membuka bilik gerakan mereka d Merlimau dengan memasang kain rentang di sekitar premis berkenaan.

"Mengapa Suruhanjaya Pilihanraya (SPR) tidak mengambil tindakan ke atas Perkasa? SPR tidak buat apa-apa.

"NGO tidak perlu datang ke Merlimau, mereka tidak kena mengena dengan pilihanraya.
"Saya mendapat tahu mereka berkempen untu BN khusus untuk mendapatkan sokongan pengundi Melayu.

"Kononnya untuk menampung kekurangan 21 peratus pengundi Cina yang menyebelahi pembangkang," tambahnya.

Suruhanjaya Pilihanraya (SPR) menetapkan Sabtu ini hari penamaan calon dan 6 Mac sebagai hari mengundi.

Pilihanraya kecil itu diadakan berikutan kematian wakil rakyatnya, Datuk Mohamad Hidhir Abu Hassan akibat serangan jantung Januari lalu.

Sementara itu PAS membuat laporan polis kerana mendakwa kerajaan negeri menggunakan Politeknik Merlimau sebagai tempat berkempen untuk pilihanraya Merlimau.

Laporan itu dibuat Yang DiPertua PAS Jasin Mejar (B) Jasme Tompang di balai polis Merlimau kira-kira jam 10 pagi tadi.

Kamaruddin berkata, pihaknya mahu pihak berkuasa menyiasat mengenai perkara tersebut.

"Kerajaan negeri menggunakan Politeknik Melaka sebagai salah satu tempat mereka berkempen bagi pilihanraya kecil Merlimau.

"Perjumpaan dengan guru-guru tahmir telah diadakan di poliklinik tersebut. Begitu juga dengan perjumpaan dengan pelajar Melaka yang baru balik dari Mesir.

"Kementerian Pengajian Tinggi pula tidak mengambil sebarang tindakan walaupun Poliklinik Melaka di bawah bidang kuasa mereka," katanya ketika dihubungi hari ini. -FMT


Teoh Terima SMS Lagi Di Hari Kematiannya

Posted: 22 Feb 2011 05:15 AM PST

SMS kepada Teoh: 'Ada orang kata awak mati terjun bangunan'

Suruhanjaya siasatan untuk kematian Teoh Beng Hock hari ini mendedahkan beberapa isi kandungan khidmat pesanan ringkas (SMS) dari telefon bimbit milik setiausaha politik Exco Selangor itu.

Jurubahasa Mandarin menterjemah beberapa SMS tersebut dan antara yang menarik perhatian adalah SMS yang diterima pada hari kematian Teoh (16 Julai 2009) daripada seseorang yang bimbang dengan keadaannya.


Ia tertulis "Beng Hock awak sudah popular, awak macam mana, kami bimbangkan awak, sudah keluar nanti jangan lupa hubungi kami yang awak selamat" dan "Beng Hock apa khabar, tadi ada orang mengatakan awak mati terjun bangunan, saya sangat takut buat saya terkejut. Selepas itu ada orang kata awak tak apa-apa, baru senang hati, harap awak tidak apa-apa, kak Lan".

Kedua-dua SMS tersebut dibuka dari ''inbox'' telefon bimbit mendiang oleh seseorang yang masih tidak diketahui dan terdapat juga SMS yang menyatakan kehadiran pihak Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) dan tindakan mereka memeriksa komputer.


Pada inkues lepas di Mahkamah Koroner Shah Alam, pihak yang terlibat tidak pernah menyoal mengenai maklumat di dalam telefon ini.

Teoh, 30, setiausaha politik anggota Exco Selangor, Ean Yong Hian Wah, ditemui mati pada 16 Julai 2009 di koridor tingkat lima Plaza Masalam, Shah Alam, Selangor selepas memberi kenyataan di pejabat SPRM yang terletak di tingkat 14 bangunan itu.

Sementara itu, Pegawai Penyiasat Seksyen Jenayah Komputer Inspektor Mohd Zaidi Abu Hassan memberitahu bahawa Teoh menerima panggilan terakhir pada 15 Julai 2009 pada pukul 6.18 petang dan panggilan terakhir yang dibuat Teoh adalah pada pukul 6.15 petang hari yang sama iaitu pada ketuanya, Yong.

Panggilan terakhir yang tidak dijawab pula direkodkan pukul 5.19 petang pada 15 Julai 2009 oleh Anggota Majlis Perbandaran Kajang Lim Kee Hiong.

Mengenai siapa yang membuka beberapa SMS tersebut selepas Teoh meninggal dunia, Mohd Zaidi berkata bukan beliau yang membacanya kerana beliau hanya perlu mengeluar serta mencetak maklumat yang telah dibuka.

Selain Mohd Zaidi, ahli kimia dari makmal forensik Jabatan Kimia Petaling Jaya, Zaraiha Awang turut memberi keterangan hari ini dan menyatakan beliau memeriksa dua sample darah, iaitu spesimen air kencing serta isi perut milik Teoh.

Hasil pemeriksaannya didapati tiada sebarang kesan dadah, racun serta alkohol dikesan daripada badan Teoh.

Suruhanjaya ini dipengerusikan Hakim Mahkamah Persekutuan Tan Sri James Foong Cheng Yuen dan turut dianggotai bekas Hakim Mahkamah Persekutuan Datuk Abdul Kadir Sulaiman, bekas Hakim Mahkamah Rayuan Datuk T. Selventhiranathan, Pakar Perunding Patologi Forensik, Jabatan Perubatan Forensik Hospital Pulau Pinang Datuk Dr Bhupinder Singh dan Pakar Perunding Psikiatri Forensik serta Dekan Fakulti Perubatan Kolej Universiti Sains Perubatan Cyberjaya Profesor Dr Mohamed Hatta Shaharom.

Penubuhan suruhanjaya itu diumumkan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak pada 26 Januari lepas, antara lain bagi menyiasat punca kematian Teoh selepas Mahkamah Koroner membuat ''keputusan terbuka'' berhubung kes itu.

Di awal prosiding, Hakim Foong memaklumkan bahawa suruhanjaya akan mendedahkan siapa yang dilantik sebagai penyiasat persendirian tidak lama lagi dan akan memanggil wakil syarikat telekomunikasi DIGI memberi keterangan berhubung transaksi panggilan.

Beliau turut menyatakan pihak suruhanjaya telah menghubungi dua pakar patologi iaitu Dr Pornthip Rojanasunand dan Prof Dr Peter Vanezis tetapi masih belum mendapat sebarang jawapan.

Seorang pakar tulisan tangan dari United Kingdom juga akan dipanggil member keterangan, katanya. — Bernama


Pemilihan Kampus: Pro-M Sudah Kuasai 8 IPTA

Posted: 22 Feb 2011 04:30 AM PST

Pemilihan kampus: Pro Mahasiswa kuasai lapan IPTA, luaskan pengaruh

Calon-calon barisan Pro Mahasiswa mencatatkan prestasi lebih baik dengan menguasai lapan daripada 13 universiti yang mengadakan pilihan raya Majlis Perwakilan Pelajar (MPP) semalam.

Berbanding sesi lalu, pilihan raya kali ini menyaksikan Pro Mahasiswa mencatatkan sejarah dengan menawan kepimpinan MPP di beberapa universiti selepas tempoh yang lama dikuasai Pro Aspirasi.

Ini termasuklah MPP Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Pendidikan Sultan Idris, Universiti Sains Islam Malaysia, Universiti Malaysia Sabah, Universiti Sains Malaysia kampus Kubang Kerian, Universiti Malaysia Sabah kampus Labuan dan Universiti Malaysia Kelantan.

Meskipun kedua-dua kumpulan itu bukan badan formal di pusat pengajian tinggi awam tetapi lazimnya mereka sinonim dengan arah aliran sokongan dan landskap politik di luar kampus.

Pro Mahasiswa dikaitkan dengan sokongan kepada pembangkang manakala Pro Aspiras lebih cenderung kepada parti pemerintah kerajaan pusat.

"Prestasi kali ini jauh lebih baik berbanding sesi pengajian lalu... bukan baik tetapi jauh lebih baik, khususnya di universiti-universiti awam yang berada di Lembah Klang," kata anggota Majlis Tertinggi Solidariti Mahasiswa Malaysia, Hilman Idham kepada The Malaysian Insider hari ini.

"Pada sesi lalu kami kalah di Universiti Malaya dan Universiti Kebangsaan Malaysia, malah kalah teruk di Universiti Putra Malaysia dengan tujuh calon Pro Mahasiswa telah dibatalkan kelayakan... tetapi keputusan kali adalah sebaliknya," kata beliau lagi.

Kali ini kata beliau, walaupun kalah di Universiti Putra Malaysia tetapi jumlah calon Pro Mahasiswa yang menang adalah seramai 11 orang.

Di universiti itu, calon Pro Aspirasi menang dengan majoriti besar apabila menguasai 32 kerusi termasuk lima kerusi umum.

Hilman yang juga pelajar Universiti Kebangsaan Malaysia berkata, keputusan ini menunjukkan bahawa mahasiswa mahukan perubahan dalam banyak aspek membabitkan universiti-universiti awam termasuk berhubung cara pilihan raya kampus dikendalikan.

"Selain itu mereka sebagai pelajar universiti menyampaikan mesej yang jelas ekoran penindasan yang dilalui ketika pilihan raya kampus sesi lalu," katanya yang turut menambah, kejayaan ini akan digunakan untuk meningkatkan kualiti perjuangan kepada komuniti pelajar negara ini.

Selain MPP Universiti Putra Malaysia, kumpulan Pro Aspirasi juga menguasai kepimpinan pelajar Universiti Teknologi Malaysia, Universiti Sains Malaysia dan Universiti Teknologi Malaysia kampus Kuala Lumpur.

Calon-calon Pro Mahasiswa tidak bertanding di Universiti Teknikal Malaysia Melaka.

Hari ini pilihan raya kampus diadakan di Universiti Islam Antarabangsa dan Universiti Teknologi Mara.

"Kami yakin Pro Mahasiswa akan menang di UIA memandangkan setakat ini sudah pun memperoleh 14 kerusi tanpa bertanding," kata Hilman.

Dalam pada itu, Bernama melaporkan, seramai 6,686 graduan Universiti Malaysia Terengganu (UMT) hari ini mengundi bagi memilih seramai 15 anggota MPP universiti itu tahun ini.

Timbalan Naib Canselor (Hal Ehwal Pelajar dan Alumni) UMT Prof Dr Yahaya Ibrahim berkata pemilihan yang diadakan setiap tahun itu menggunakan system e-Undi melalui komputer, berbeza dengan universiti-universiti di Pantai Barat yang masih menggunakan kertas undi.

"Saya dapati pemilihan hari ini berjalan lancar dan tidak ada sebarang gangguan berlaku. Cuma kalau universiti besar itu, hangat sedikit kerana banyak kelompok serta pengaruh dari luar. Pemilihan MPP UMT tidak dimasuki unsur luar atau pengaruh politik dari luar . . .," katanya ketika ditemui di sini.

Dr Yahaya berkata pemenang MPP akan bertanggungjawab merancang dan melaksanakan program-program sebagaimana yang dirancang dan membawa usul kepada pengurusan universiti untuk meperbaiki kemudahan dan kebajikan penuntut.

"Mereka akan mewakili universiti ke peringkat nasional bersama dengan MPP universiti-universiti lain dan banyak program-program yang dianjurkan oleh Kementerian Pengajian Tinggi, mereka akan mengikutinya," katanya.


P'raya kampus: Kubu Aspirasi mula bocor



Prestasi kumpulan pro-Mahasiswa disifatkan jauh lebih baik tahun ini dengan kejayaan merampas dua daripada lima universiti awam utama pada pilihan raya kampus yang diadakan semalam.

Paling signifikan, kejayaan mereka di Universiti Malaya (UM), - universiti pertama negara ini di mana calon-calon pro-M memenangi 23 daripada 41 kerusi yang dipertandingkan.

Mereka juga berjaya menyapu bersih semua sembilan kerusi kampus yang dipertandingkan dan 14 daripada 32 kerusi fakulti.

Ini adalah kejayaan besar bagi kumpulan itu sejak kumpulan Aspirasi menang pada pilihan raya kampus tahun lalu.

Ketika itu, mereka cuma mampu meraih 17 kerusi.

Kumpulan pro-M adalah pergerakan mahasiswa yang sering kali dikaitkan dengan mereka yang agak kritikal terhadap kerajaan dan menuntut mahukan pembabitan yang lebih menyeluruh di kalangan pelajar dalam pentadbiran kampus.

Seteru mereka melabelkan diri mereka sebagai pro-Aspirasi (pro-A) kerana dikatakan cuba mempertahankan "aspirasi kerajaan", dan secara tradisionalnya adalah penyokong pihak berkuasa.

UM secara tradisional adalah kubu bagi aktiviti perjuangan pelajar tetapi kumpulan pro-A sejak kebelakangan khususnya sedekad lalu dikatakan berjaya mendapat pengaruh.

Di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), kumpulan pro-Mahasiswa juga berjaya mengakhiri kemarau tujuh tahun bagi menguasai universiti kebangsaan itu.

Mereka menang 22 kerusi manakala kem Aspirasi mendapat 15. Antara lain, kumpulan pro-Mahasiswa mendakwa pelajar mengundi mereka kerana tidak berpuas hati dengan bekalan air yang tidak menentu di asrama serta perkhidmatan Internet yang tidak stabil.

Di Universiti Sains Malaysia (USM), kumpulan pro-Mahasiswa tidak memenangi kebanyakan kerusi tetapi berjaya memperbaiki kedudukan dengan merampas 14 kerusi, meningkat daripada 7 yang dimenangi tahun lalu. Kem pro-A masih selesa dengan 24 kerusi manakala seorang calon bebas menang satu lagi.

Di Universiti Putra Malaysia (UPM), kem pro-Mahasiswa mengekalkan kedudukan mereka dengaan 11 kerusi, seperti pada tahun sebelumnya.

Mereka dibelasah teruk oleh kumpulan pro-A yang memenangi 31 kerusi.

Sebuah lagi kerusi dimenangi calon bebas.

Sementara itu, di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), prestasi pro-Mahasiswa bertambah buruk berbanding tahun sebelumnya, mereka hanya mendapat 12 kerusi berbanding 18 sebelumnya.

Kumpulan Aspirasi menang 38 kerusi manakala lima lagi diboloti calon bebas.

Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIA) akan mengadakan pemilihan wakil pelajarnya hari ini. Namun kumpulan pro-Mahasiswa dijangka tidak akan menghadapi sebarang masalah untuk menguasai universiti berkenaan. -mk




Egyptians and stupidity

Posted: 22 Feb 2011 06:13 AM PST

So just to outline here – these are makeshift helmets made by the Egyptians whilst scrapping in their current predicament. I shall guide you through these pieces of registered army kit thus:

Your classic 1979 'Tribottle' helmet – a must in any type of combat

A late 80's 'boxhat'. The bloke next to him doesn't appear too sure of its effectiveness

A renaissance period piece of brickwear teamed with a black and cream scarf. Textbook, Arab stupidity!!

Im not sure that tuna sardine he is about to lob is gonna cause to much destruction. Old skool 80's broken bin helmet. I personally love the fact he needs to lift it up to see – does he spend the rest of the time walking in to things??

Textbook saucepaning with lifejacket combo. He does not take, ANY!!

I literally have no idea what this is.

And the winner by 100 miles. This bloke is going to war with 2 baguettes strapped to his ears and a ham salad roll sellotaped to his forehead. I'd def wanna be behind him if someone lobs a load of bricks at me, got this via e-mail, many thanks to the soul who made this. love yer.


Ustazah Pembohong dan Penipu Siti Nor Bahyah

Posted: 22 Feb 2011 04:16 AM PST

She lies using words like "fakta" and "sejarah, ikutnya membuta tuli". meaning following blindly. Her credibility as a motivational speaker has been torn to shreds in this video clip. Same like our UMNO history books. Now that "her history" has been exposed as a toilet bowl of her lies, I wonder which hole she will crawl into. I guess she would be squirming by now, may I suggest the outlet in the toilet bowl. You know in her own 'world of sh**'. My hats off to the producers, actors of this show for exposing her dirty bigoted and racist lies. Well done gentlemen.



This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Serious Issue Of Disabled Discrimination In Taman Megah Market

Posted: 22 Feb 2011 03:53 AM PST

Disabled trader claims harassment Tashny Sukumaran | February 22, 2011 Wheelchair-bound vendor at Taman Megah Market seeks mayor's intercession

PETALING JAYA: A wheelchair-bound seller of frozen foods is seeking the mayor's help to keep her space at the Taman Megah Market.


Lelaki Ditahan Cuba Seludup Masuk Lima Ekor Cicak Gecko

Posted: 22 Feb 2011 03:45 AM PST

Johor Baharu -- Perkhidmatan Kuarantin dan Pemeriksaan Malaysia (MAQIS) Kementerian Pertanian dan Industri Asas Tani Johor berjaya menggagalkan cubaan menyeludup masuk lima ekor cicak Gecko selepas menahan seorang lelaki rakyat Indonesia di Jeti Stulang Laut, di sini, Ahad.

Gambar: Kakitangan Perkhidmatan Kuarantin dan Pemeriksaan Malaysia menunjukan seekor cicak Gecko atau Tokek yang diletakkan dalam botol mineral sebelum diseludup oleh seorang rakyat Indonesia.

Penolong Pengarahnya Siti Nur Ahmad berkata lelaki berusia 40 tahun yang tiba dengan feri dari Batam, Indonesia, itu ditahan kira-kira pukul 6.30 petang oleh pegawai MAQIS bersama anggota Kastam Diraja Malaysia yang menjalankan pemeriksaan di jeti berkenaan.

"Pemeriksaan mendapati setiap Gecko yang masih hidup itu diletakkan di dalam botol plastik dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak. Gecko itu disedari dibawa masuk ketika diperiksa di mesin pengimbas," katanya kepada pemberita, di sini Isnin.

Siti Nur berkata siasatan mendapati lelaki itu masuk secara sah ke negara ini dan dia dilepaskan selepas direkodkan keterangan.

Beliau berkata Gecko itu dianggarkan seberat 300 gram setiap seekor dan dipercayai mampu mencecah harga RM35,000 seekor di pasaran tempatan.

"Gecko atau dikenali sebagai Tokek oleh masyarakat tempatan dipercayai diseludup masuk ke negara ini selepas mendapat permintaan tinggi bagi tujuan perubatan," katanya.

Kes itu, katanya disiasat mengikut Akta Pemuliharaan Hidupan Liar 2010. -- BERNAMA


Guna Kekerasan - Kedudukan Ghaddafi Di Ujung Tanduk

Posted: 22 Feb 2011 02:49 AM PST

Penggunaan Kekerasan Jasikan Kedudukan Gaddafi Kian Di Ujung Tanduk

42 tahun kekuasaannya tergoncang hebat, dan di tengah kerusuhan yang melanda negaranya pemimpin Libya Muammar Gaddafi menggunakan kekerasan sehingga membuat kedudukannya bertambah lemah dan kian terjepit.

Keretakan makin terkuak di dalam kabinet Gaddafi, semalam, para pejabat pemerintah di dalam dan luar negeri meletakkan jawatan, dua juruterbang pesawat tempurnya belot sementara para pemrotes, yang ditindas, semakin membuak di ibu kota negerinya, Tripoli. Kutukan juga menerjang pemimpin yang paling lama berkuasa di negara Arab tersebut.

Pihak keselamatan pro-Gaddafi diberitakan oleh pejabat-pejabat berita transnasional berkeliling di Tripoli dan menggunakan pembesar suara untuk memberi tahu warga agar tidak keluar rumah. Pasukan keselamatan juga dilaporkan meredam kerusuhan yang telah bergolak di beberapa bahagian timur negeri itu. Tapi kota terbesar kedua, Benghazi, menurut laporan, tak dapat dipertahankan dan jatuh ke dalam kekuasaan para pemrotes.

Stesyen TV negara, yang dipantau media internasional, menyatakan pihak tentera telah menyerbu tempat persembunyian para pengkhianat dan mendesak masyarakat agar mendukung pasukan keselamatan.

Sementara itu, pemrotes menyerukan demonstrasi di Lapangan Hijau di pusat kota Tripoli dan di luar kediaman Gaddafi, tetapi beredar khabar terjadi penindasan di berbagai tempat.

Anak muda yang berusaha berkumpul di jalan diberitakan dibubarkan secara paksa dan berlarian untuk mencari tempat berlindung dari tembakan peluru.

Gaddafi sendiri, yang keadaannya tak diketahui -ada desas-desus ia telah pergi ke Venezuela, tampil sebentar di stesyen televisyen negaranya, malam semalam.

Pemimpin yang berusia 68 tahun tersebut tampaknya telah kehilangan dukungan dari sebahagian masyarakat, beberapa satuan tentera dan diplomatnya sendiri, termasuk delegasi ke PBB. Wakil Duta Besar Libya di PBB Ibrahim Dabbashi dilaporkan menuduh pemimpin yang paling lama berkuasa di negara Arab itu melakukan pembunuhan terhadap rakyatnya sendiri dalam krisis ketika ini.

Saluran komunikasi di ibu kota Libya kelihatannya telah diputuskan. Beredar juga berita penduduk tak dapat dihubungi melalui telefon dari luar negara. Pendukung Gaddafi ditayangkan oleh TV negara berkumpul di Lapangan Hijau.



Libya akan mandi darah: Saif

TRIPOLI: Anak pemimpin Libya, Saif al-Islam Gaddafi, memberi amaran negara itu berdepan dengan perang saudara dan 'sungai darah' ketika keganasan pihak berkuasa masih gagal mengekang kebangkitan rakyat, semalam.

Ketika Saif al-Islam menjanjikan pelaksanaan reformasi di Libya dan menuduh kebangkitan rakyat didalangi kuasa asing, bunyi tembakan berterusan di jalan raya Tripoli.

Pertubuhan hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW), menyatakan jumlah korban protes antikerajaan meningkat kepada 233 orang.

Kata Saif al-Islam, 38, Libya kini berada di persimpangan.

"Jika kita tidak bersetuju mengenai reformasi hari ini, sungai darah akan mengalir di seluruh Libya," katanya melalui ucapan disiarkan stesen televisyen.

Tindakan itu dilihat usaha terdesak rejim Gaddafi meredakan kemarahan rakyat yang bosan dengan pentadbirannya sejak 41 tahun lalu.

Kata Saif al-Islam, kerajaan tidak akan berdiam diri dan akan berjuang 'sehingga peluru yang terakhir.' "Kita akan menghancurkan elemen penghasut. Jika semua orang bersenjata, perang saudara akan tercetus dan kita saling berbunuhan.

"Libya bukan Mesir atau Tunisia," katanya.

Tanpa diberikan peranan dalam politik Libya, dia dianggap mempunyai pengaruh besar dalam pentadbiran negara.

Sementara itu, Kementerian Luar Korea Selatan berkata, kira-kira 500 rakyat Libya menyerbu dan menjarah sebuah pusat pembinaan negara itu berhampiran Tripoli, menyebabkan 15 pekerja Bangladesh cedera.

Turut menjadi mangsa, tiga pekerja warga Korea Selatan.

Di London pula, syarikat petroleum gergasi Britain, BP, berkata pihaknya mengadakan persiapan mengeluarkan sesetengah pekerjanya dari Libya.

Negara kesatuan Eropah dilaporkan bekerjasama menyelaraskan kemungkinan membawa rakyat masing-masing meninggalkan Libya, terutama yang ada di Benghazi. - AFP



3 Beradik Hampir Kebulur Dikurung

Posted: 22 Feb 2011 01:30 AM PST

Pasir Gudang – Tiga beradik malang yang ditemui terkurung di dalam rumah mereka sendiri di Taman Chendana di sini bukan sahaja tidak terurus malah keadaan mereka, malah begitu kelaparan.

Setiap kali ibu mereka pergi ke tempat kerja, setiap kali itulah mereka akan terkurung di dalam rumah tanpa disediakan bekalan makanan.

Tetapi kali ini nasib anak-anak itu lebih malang apabila ibu mereka langsung tidak pulang menyebabkan mereka hampir kebulur.

Seorang jiran yang enggan dikenali berkata, ibu ke kanak-kanak malang itu dikatakan mencari rezeki di sebuah stesen minyak untuk menampung perbelanjaan keluarga.

Menurutnya, wanita tersebut yang merupakan ibu tunggal langsung tidak mengambil berat soal keselamatan anaknya yang ditinggalkan dalam keadaan rumah tidak terurus.

"Saya kerap melihat mereka bertiga ditinggalkan kelaparan dan pernah sebelum ini salah seorang daripada mereka memakan najisnya sendiri kerana terlalu lapar.

"Jiran ada membantu menghulurkan makanan kerana kasihan melihat tetapi ibunya akan mengamuk dan memukul anaknya jika mengetahui mengambil makanan daripada kami," katanya.

Beliau turut mendakwa kerap melihat asap keluar dari rumah kanak-kanak yang dikurung itu kerana adik yang masih kecil bermain api, tetapi sempat dipadam.

Sementara itu, Setiausaha Persatuan Penduduk Rumah Pangsa Taman Cendana, Shamsul Bahrin Ibrahim berkata, ibu kanak-kanak itu adalah penerima bantuan perumahan Majlis Agama Islam Negeri Johor (Maij).

Menurutnya, pihaknya menerima aduan mengenai tiga kanak-kanak yang ditinggalkan sendirian sejak keluarga itu menetap di rumah pangsa itu tiga tahun lalu.

"Kita difahamkan kanak-kanak itu pernah dihantar ke pusat perlindungan kanak-kanak Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) sebelum ini, tetapi diambil ibunya, kecuali anak sulungnya berumur 10 tahun masih di Rumah Anak Yatim Darul Hanan Pasir Gudang.

Menurutnya, hasil bantuan anggota polis dari Balai Polis Pasir Gudang, kanak-kanak itu berjaya dikeluarkan dan dibawa ke balai polis untuk dihantar ke pusat perlindungan kanak-kanak JKM kerana keselamatan di tempat itu lebih terjamin.

Dalam pada itu, Pegawai JKM Daerah Johor Bahru, Mohd Faizal Abu Bakar berkata, kanak-kanak itu akan ditempatkan di wad selama semalaman untuk pemeriksaan perubatan sebelum dibawa ke mahkamah pada hari ini untuk mendapatkan perintah perlindungan siasatan selama 30 hari.

"Dalam tempoh 30 hari kanak-kanak itu akan dihantar ke Pusat Perlindungan Kanak-Kanak Juwita, Johor Bahru sebelum siasatan terhadap ibu dilakukan untuk mengenal pasti siapa layak menjaga mereka," katanya. -SH


Hayley's Balloon

Posted: 22 Feb 2011 01:26 AM PST

This afternoon, I received two emails from two of my former students who belonged to the same cohort I taught in the late 1980's. One was from a guy who went through some changes in his career while the other was from Nicole.

I reconnected with Nicole recently in FB and she tried to chat with me last night but I did not know as I had muted my laptop. I sent her an email asking after her. This afternoon, I was chatting with Angela via Skype when I opened her email.

Honestly, I burst into tears. In my email to her, I had mentioned how radiantly happy she looked with her younger daughter. It was most distressing for me to read about how she had lost her younger daughter last May and how her older girl, hubby and even herself were struggling to get on with their lives.

I sent her an email expressing my empathy, sympathy and condolences plus an encouragement and advice for her to find strength again to carry on, in particular, for the sake of her older girl who had lost her younger sister and best friend. I cannot imagine how deep and painful is the loss they feel in their lives :-(.

My mom died in February 1973, 2 months after I had turned 12. It took me decades to get over the loss. Each time I went to the grave, I was hysterical with grief. At the funeral, I fell apart. Visiting her grave has always been a very traumatic experience.

When my dad passed away, it was another excruciatingly painful experience for me. I felt like dying when I saw the coffin being pushed into the furnace. To be honest, I was hysterical with grief. I fell apart and vomited when I collected the ashes.

Dear reader, one of the most difficult things in life for me is to cope with the loss of a loved one. I feel very much for Nicole and even though I have gone through the loss of loved ones, I know I can never fully feel the complete grief and pain experienced by Nicole and her family :-(.



Dear readers, please help me out here...Nicole has posted a travel balloon in memory of her daughter. If you have a Facebook account, please click HERE to keep Hayley's balloon flying round the world. If you can, please leave her an encouraging message to touch her heart and that of her little girl and husband. By 14th March, it will be the first anniversary of her passing....Thank you for your act of kindness and empathy.

Excerpt from what Nicole wrote in her Travel Balloon:

This balloon is dedicated to my beautiful 3 year old daughter Hayley Zara who suddenly passed away from severe strep pneumonia on 14th March 2010.

Hayley was a beautiful little girl full of life and love. She is desperately missed by her family - mum, dad and sister. Hayley's time here was so short that there were so many places she didn't get to go to so now...Hayley's balloon is on a journey to visit people and places all around the world, and needs your help to pass it along!

Please pass on to your family and friends so we can see where our little angel travels to. Please add a message so we know where she has been ...


9th August 2010
- It has now been 21 weeks since our beautiful little princess has gone and it hasn't gotten any easier. We miss her so much each day and I can't help but feel like she will be back any day that this can't possibly be true. Her older sister (6) tells me all the time how empty she feels without her sister /best friend and it just breaks my heart.

4th October 2010
- It's now been just over 6 months and still no easier to understand. We miss our little princess and are very aware of her 4th birthday approaching:( Hayley's birthday passed with lots of pink balloons filling the sky...I thought this would be the hardest thing until I walked into our local shopping santa and saw santa sitting there...I fell into a heap and cried for a while..it never gets any easier:(

Can everyone please click on the little blue box "Puff" under Hayley's balloon as this is what gives her balloon energy to keep going?
I would like to say a huge thank you to everyone who has take the time to write us a message and pass this balloon on.

In 5 weeks' time it will be one year since since we lost our little angel. I would love to see her balloon get to at least 3,400 places by this time as she was 3 years and 4 months when she is passed. Please help by passing to all of your fiends, thank you.

CLICK HERE to go to Hayley's Balloon to give her some strength.



Thank you, dear reader, for your compassion and kindness. Take care and God bless you and yours always.


Things to do…

Posted: 22 Feb 2011 12:55 AM PST

Holiday over… back to work, back to work, back to work!

*We're having our board meeting tonight – the last one before next month's AGM. I've already told the respective coordinators to get their reports done by tonight's meeting. I've got my CEF/Sponsorship reports all done since last month… but haven't started anything on the chairperson's report to be included in the annual report. (hmmm… suruh orang siapkan report tapi sendiri belum siap… ada ka patut?? Excuse: I want to read everybody's reports before doing my overall report…)

Next month's AGM will include election of committee members. Now THAT is a problem. Not because of politicking or members fighting to get elected… but because if given the choice, none of us want to get elected! And with 2 from the last committee already resigned before the end of their term, and the Vice-Chairman still recuperating from cancer of the throat (affecting his voice-box), I am still wondering if we can get enough people to be pulled into the committee. (adoiii… orang lain berebut nak dipilih, kita orang berebut tak nak dipilih…)

*Tomorrow I will be on clinic duty. SN had already called me this morning to ask if I'd be going to the hospital tomorrow. There is a homeless PLHIV about to be discharged from the hospital and so SN asked if we could find this guy a place. Most likely he will have to be sent to either KL or Penang…

*I need to send 2 boxes of form 5 books, given by a friend to be passed to children of my clients sitting for SPM this year. I've sorted them out… one box will be sent to Azlan, Sofie's son; while the other box (with subjects like Physics & Add Maths which Azlan is not taking) will be given to Valli's son who will be sitting for those subjects.

*I need to take Fuzi and her son Hafiz to go buy police cadet uniforms. There is no such shop at her place and she's not at all familiar with Ipoh to find the shops. Besides Hafiz is under our sponsorship programme and uniforms for co-curricular activities are covered under sponsorship. The uniform I'm sure is not cheap, I doubt Fuzi can afford to pay anyway. So I've set aside Friday morning to do this.

*I am planning to visit Ina, the orang asli lady who gave birth earlier this year. I need to get a copy of her baby's birth cert to be submitted together with the PAF form we're helping her to apply for. And I am also planning to bring along a new volunteer with me for her first ever house visit, so the visit will have to be over the weekend as the new volunteer has to work on weekdays.

*I've been offered 4 free places at a motivational camp due to be held in April this year, to be given to children of my clients. It's a 3D 2N programme. I'm targetting those who will be sitting for major exams this year. I hope the children will want to go as the programme should be good for them, and being poor, they don't usually get the chance to go. Usually programmes like this can be costly, but this one is offered to them free.

What else ya? Ah, yang lain tu minggu depan punya cerita laa…

 


Maut Dipanah Petir

Posted: 22 Feb 2011 12:45 AM PST

Teluk Intan: "Ketika itu bot kami hampir tiba di jeti, seketika saya ternampak cahaya terang memancar dari jauh sebelum terdengar dentuman kuat menyebabkan saya dan arwah rebah," kata Mohd Fadli Yunus, 22, anak saudara kepada Yahya Mokdar, 59, yang maut dipanah petir ketika pulang memancing udang galah, petang kelmarin.

YAHYA bersama udang galah yang dipancing baru-baru ini.

Dalam kejadian kira-kira jam 5.45 petang berhampiran jeti Kampung Sungai Jelawat, Sungai Perak, Yahya maut di tempat kejadian manakala, Mohd Fadli cedera ringan dan dirawat di Hospital Teluk Intan (HTI) untuk rawatan susulan.

Sebelum kejadian, arwah bersama Mohd Fadli dan seorang lagi rakan, Sofian Saroji, 33, keluar memancing udang galah di Sungai Perak seawal jam 7 pagi.

"Sebaik dentuman itu, saya rebah tidak sedarkan diri dan tidak menyangka kejadian itu meragut nyawa bapa saudara saya. Itu kali pertama arwah mengikut kami memancing udang galah," katanya.

Sofian berkata, mereka membuat keputusan pulang selepas mendapati cuaca tidak mengizinkan.

Katanya, melihat arwah dan Mohd Fadli rebah tidak sedarkan diri menyebabkannya panik.

"Saya cuba mengejutkan arwah, namun tiada reaksi sebelum mendapati Mohd Fadli menunjuk tindak balas. Ketika itu, saya terasa bahang dan sakit sebahagian badan termasuk kebas di tangan dan kaki.

"Risau sesuatu yang buruk berlaku, saya membawa sampan ke jeti dan meminta pertolongan daripada pemilik bot sebelum menghubungi pihak ambulans," katanya.

Katanya, arwah disahkan meninggal dunia ketika tiba HTI manakala Mohd Fadli pula dimasukkan ke hospital sama untuk rawatan susulan.

Sofian berkata, arwah tidak banyak bercakap ketika memancing dan membawa pulang dua kilogram hasil udang ditangkap bersama.

Isteri mangsa, Siti Rafingah Abd Wahab, 56, berkata, arwah sempat minum kopi sebelum keluar rumah untuk memancing kelmarin.

Katanya, arwah sebenarnya bukan seorang kaki pancing kerana banyak menghabiskan masa di sawah yang diusahakan.

"Dia (arwah) mengikut Mohd Fadli memancing kerana tiada sebarang aktiviti di bendang pada hari itu," katanya.

Ketua Polis Daerah Hilir Perak, Asisten Komisioner Goh Kok Liang ketika dihubungi mengesahkan mangsa maut akibat dipanah petir. -hm


No comments: