Monday, November 7, 2011

NZ travelogue: Day Three

NZ travelogue: Day Three


NZ travelogue: Day Three

Posted: 07 Nov 2011 09:34 AM PST


When I was planning the itinerary of our vacation in New Zealand's South Island at the beginning of this year, I was torn between wanting to stay two nights at Wanaka or spend one night in Queenstown.

Eventually, I figured that it would be more in our interest to just make a day trip to Queenstown. The night life in Queenstown was something we could do without; it wasn't anything essential on our itinerary. Besides, I had wanted to visit the Puzzling World in Wanaka and it would be impossible to cram that into our limited time on the same day. 

So I decided that we could depart for Queenstown early in the morning and return to the Archway Motel in Wanaka as late as possible. Driving at night, according to the proprietor at the motel, would not pose any problem as people do it all the time.

Unfortunately, "early" to my wife would still mean leaving Wanaka at nine o'clock in the morning. I would have preferred to begin our journey at eight o'clock or even earlier but getting ourselves ready took longer than expected. Nevertheless, we were soon on our way and I turned towards the Crown Range Road.

This was the alternative route to Queenstown. Usually at the end of May, the warning would be out to expect  frost on the road. But New Zealand had been experiencing some unusually barmier weather than normal and I was told that frost wouldn't be a problem even on this road.


This stretch of the journey turned out to be one of the most enjoyable of our vacation. Especially, as we neared the end of the Crown Range Road and we could stop the car at the Crown Terrace lookout point before the hairpin bends and look down at Arrow Junction and the Gibbston Highway below us, the view was spectacularly beautiful.


A very clear rainbow greeted us as we drove along the Frankton Road into Queenstown, one end dipping into the Lake Wakatipu. It would be nice if we could reach the end of the rainbow, isn't it, and confirm whether the pot-o-gold really existed.

Our destination was the Steamer Wharf by the lake side where I had earlier booked us for a Real Journeys cruise on board the lake's last surviving coal-fired steamship, the vintage 99-years-old TSS Earnslaw. We were to dock later at the Walter Peak High Country Farm for lunch and a guided farm tour. Interesting spread, the buffet lunch, but what I really enjoyed was the succulent pork ribs. Utterly delicious.

We left Queenstown at about 7.30pm and drove back to Wanaka in the dark. We didn't go through the Crown Range Road again, but chose the road that would take us through Cromwell except that there was nothing to see, of course, but pitch darkness on both sides of the road, illuminated only by the reflectors by roadside and the dividing lines in the middle of the road.. I didn't realise it then but this would not be the only time that we were forced to travel under the cover of darkness. Nothing I would recommend to others except the forgetable experience.




ca-pub-5430283382112812


MCCBCHST disputes Korban ritual

Posted: 07 Nov 2011 09:05 AM PST

Yooo! Stop it la. Enough is enough. All Malaysians should respect each others religion and culture. No need to seek cheap publicity and to be seen as 'stupid public heroes' for disputing things that have been around us for years, hundreds of years.

A Malaysian Insider story about Malaysian Consultative Council for Buddhism, Christianity, Hinduism, Sikhism and Taoism (MCCBCHST) questioning the 'logic' behind Aidiladha cow and goat slaughterings, is drawing anger from Muslims.

I thought Malaysians are already used to such religious rituals, just like Thaipusam and Hungry Ghost Festival. We had never questioned the rights of the believers.

Come on. Don't court trouble by disputing things you already know and aware of. Why only now you raise the matter and not 30 or 50 years ago? If one points to your agenda to help the Opposition, are you able to deny it?

Don't be stupid and pretending to be naive.

Last Friday, the non-Muslim faith council called on the authorities to end the ritualistic sacrifice of cows in school grounds and institutes of higher learning, saying such public spaces were unsuitable for a ceremony that was observed by only one community.

Ikatan Muslimin Malaysia (Isma), Malaysian Islamic Youth Movement (Abim) and Persatuan Ulama Malaysia (PUM) issued a statement yesterday to protest MCCBCHST.

But the MCCBCHST said the activity ignored the sensitivity of Malaysia's multiracial nd multicultural student population, and warned it could "escalate into something undesirable in the future", pointing to cows which are regarded as sacred by the Hindus.

And what do you mean by 'something undesirable'? Looks like you simply incited non-Muslims to protest such a ritual!

Please lor! Let's live in full respect, understanding and tolerance.

However, for one sure thing - I personally don't agree such rituals be carried out in school compounds! We have enough mosques, surau and other places for it.


Wrong To Criminalise People For Being Born The Way They Are Says Thanasayan

Posted: 07 Nov 2011 08:00 AM PST

Seksualiti Merdeka is not about sex, says disabled activist Posted on November 4, 2011 by Leven Woon
Love as an other body: alien concept or universal value? / Image courtesy of Dreamworks
The police clamp down on the annual Seksualiti Merdeka event at the Annexe in


[Kuliah] Oral Seks - Boleh Atau Tidak Dalam Islam

Posted: 07 Nov 2011 09:29 AM PST

Assamualaikum Wr. Wb.

Pak Ustaz, saya telah menikah selama 4 tahun dan belum dikurnia anak. Yang ingin saya tanyakan adalah, bolehkah sepasang suami-isteri melakukan oral sek?

Sewaktu bercinta dulu, saya dengan suami sering melakukan zina, bagaimana saya bertaubat memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa saya tersebut dan adakah ini laknat dari Allah atas dosa zina saya sehingga sampai sekarang saya belum dikurniai anak.

Dan adakah doa khusus yang dapat saya panjatkan agar saya dapat diberi keturunan secepatnya. -Republik

Assalamualaikum...Pak Ustadz yang selalu dirahmati Allah. Sebelumnya saya mohon maaf bila pertanyaan ini sangat "vulgar", tapi memang ini masalah sering membuat aku bimbang.

Begini Pak Ustadz, saya adalah pengantin baru yang gairah seksnya lagi menggebu-gebu. Kemudian lagi asyik-asyiknya bulan madu, isteri saya kedapatan "tamu" bulanan. Bagaimana jika untuk memenuhi keperluan seks saya minta isteri saya melakukan oral seks, kerana untuk bersetubuh sangat tidak mungkin. Terus, apa hukum oral seks menurut Islam. Sekian Pak Ustadz atas jawabannya kami ucapkan terima kasih, wassalam.. -RH

Hamba Allah

Jawaban

Wa'alaikumussalam Wr Wb

Hukum Oral Seks

Ada beberapa pertanyaan yang masuk ke ruangan kita ini tentang permasalahan yang sama yaitu Hukum Oral Seks Menurut Islam dan untuk mewakilinya saya cuba mengambil dua contoh pertanyaan diatas. Semoga Allah swt memberikan kemudahan kepada saya untuk membahasnya dan senantiasa mencurahkan ilmu-Nya kepada kita semua.

Hubungan seksual antara pasangan suami isteri bukanlah hal yang terlarang untuk dibicarakan didalam Islam namun bukan pula hal yang dibebaskan sedemikian rupa bak layaknya seekor haiwan yang berhubungan dengan sesamanya.

Islam adalah agama fitrah yang sangat memperhatikan masalah seksualiti kerana ini adalah keperluan setiap manusia, sebagaimana firman Allah swt,"Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman." (QS. Al Baqarah : 223)

Ayat diatas menunjukkan betapa Islam memandang seks sebagai sesuatu yang moderat sebagaimana karakteristik dari Islam itu sendiri. Ia tidaklah dilepas begitu saja sehingga manusia boleh berbuat sebebas-bebasnya dan juga tidak diperketat sedemikian rupa sehingga menjadi suatu pekerjaan yang membosankan.

Hubungan seks yang baik dan benar, yang tidak melanggar syariat selain merupakan puncak keharmonisan suami isteri serta penguat perasaan cinta dan kasih sayang diantara mereka berdua maka ia juga termasuk suatu ibadah disisi Allah swt, sebagaimana sabda Rasulullah saw,"..dan bersetubuh dengan isteri juga sedekah. Mereka bertanya,'Wahai Rasulullah, apakah jika diantara kami menyalurkan hasrat biologisnya (bersetubuh) juga mendapat pahala?' Beliau menjawab,'Bukankah jika ia menyalurkan pada yang haram itu berdosa?, maka demikian pula apabila ia menyalurkan pada yang halal, maka ia juga akan mendapatkan pahala." (HR. Muslim)

Diantara variasi seksual yang sering dibicarakan para seksologi adalah oral seks, iaitu adanya kontak seksual antara kemaluan dan mulut (lidah) pasangannya. Tentunya ada bermacam-macam oral seks ini, dari mulai menyentuh, mencium hingga menelan kemaluan pasangannya kedalam mulutnya.

Hal yang tidak boleh dihindari ketika seorang ingin melakukan oral seks terhadap pasangannya adalah melihat dan menyentuh kemaluan pasangannya. Dalam hal ini para ulama dari madzhab yang empat bersepakat diperbolehkan bagi suami untuk melihat seluruh tubuh isterinya hingga kemaluannya kerana kemaluan adalah pusat kenikmatan. Akan tetapi setiap dari mereka berdua dimakruhkan melihat kemaluan pasangannya terlebih lagi bahagian dalamnya tanpa suatu keperluan, sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah yang mengatakan,"Aku tidak pernah melihat kemaluannya saw dan beliau saw tidak pernah memperlihatkannya kepadaku." (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV hal 2650)

Seorang suami berhak menikmati isterinya, khususnya bagaimana dia menikmati berjimak dengannya dan seluruh bahagian tubuh isterinya dengan suatu kenikmatan atau menguasai tubuh dan jiwanya yang menjadi haknya untuk dinikmati maka telah terjadi perbezaan pendapat diantara para ulama kami, kerana tujuan dari berjima' tidaklah sampai kecuali dengan hal yang demikian. (Bada'iush Sona'i juz VI hal 157 - 159, Maktabah Syamilah)

Setiap pasangan suami isteri yang diikat dengan pernikahan yang sah didalam berjima' diperbolehkan untuk saling melihat setiap bahagian dari tubuh pasangannya hingga kemaluannya. Adapun hadith yang menyebutkan bahwa siapa yang melihat kemaluan (isterinya) akan menjadi buta adalah hadith munkar tidak ada landasannya. (asy Syarhul Kabir Lisy Syeikh ad Durdir juz II hal 215, Maktabah Syamilah)

Dibolehkan bagi setiap pasangan suami isteri untuk saling melihat seluruh tubuh dari pasangannya serta menyentuhnya hingga kemaluannya sebagaimana diriwayatkan dari Bahz bin Hakim dari ayahnya dari abangnya berkata," Aku bertanya,'Wahai Rasulullah aurat-aurat kami mana yang tutup dan mana yang kami biarkan? Beliau bersabda,'Jagalah aurat kamu kecuali terhadap isterimu dan budak perempuanmu." (HR. tirmidzi, dia berkata,"Ini hadith Hasan Shohih.") kerana kemaluan boleh untuk dinikmati maka ia boleh pula dilihat dan disentuhnya seperti bahagian tubuh yang lainnya.

Dan dimakruhkan untuk melihat kemaluannya sebagaimana hadith yang diriwayatkan Aisyah yang berkata,"Aku tidak pernah melihat kemaluan Rasulullah saw." (HR. Ibnu Majah) dalam lafazh yang lain, Aisyah menyebutkan : Aku tidak melihat kemaluan Rasulullah saw dan beliau saw tidak memperlihatkannya kepadaku."

Didalam riwayat Ja'far bin Muhammad tentang perempuan yang duduk dihadapan suaminya, di dalam rumahnya dengan menampakkan auratnya yang hanya mengenakan pakaian tipis, Imam Ahmad mengatakan,"Tidak mengapa." (al Mughni juz XV hal 79, maktabah Syamilah)

Oral seks yang merupakan bahagian dari suatu aktiviti seksual ini, menurut Prof DR Ali Al Jumu'ah dan Dr Sabri Abdur Rauf (Ahli Fiqih Univ Al Azhar) boleh dilakukan oleh pasangan suami isteri selama hal itu memang diperlukan untuk menghadirkan kepuasan mereka berdua dalam berhubungan. Terlebih lagi jika hanya dengan itu ia merasakan kepuasan jika bimbang ia terjatuh didalam perzinaan.

Meskipun banyak seksologi yang menempatkan oral seks ini kedalam kategori permainan seks yang aman berbeza dengan anal seks selama betul-betul dijamin kebersihan dan kesihatannya, baik mulut ataupun kemaluannya. Akan tetapi kemungkinan untuk terjangkitnya berbagai penyakit manakala kurang hati-hati didalam menjaga kebersihannya sangatlah besar.

Hal itu dikeranakan yang keluar dari kemaluan adalah madzi dan mani. Madzi adalah cairan berwarna putih dan halus yang keluar dari kemaluan ketika adanya ketegangan syahwat, hukumnya najis. Sedangkan mani adalah cairan kental memancar yang keluar dari kemaluan ketika syahwatnya memuncak, hukumnya menurut para ulama madzhab Hanafi dan Maliki adalah najis sedangkan menurut para ulama Syafi'i dan Hambali adalah suci.

Mufti Saudi Arabia bahagian Selatan, Asy-Syaikh Al`Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi berpenapat bahwa isapan isteri terhadap kemaluan suaminya (oral seks) adalah haram dikeranakan kemaluannya itu boleh memancarkan cairan (madzi). Para ulama telah bersepakat bahwa madzi adalah najis. Jika ia masuk kedalam mulutnya dan tertelan sampai ke perut maka akan dapat menyebabkan penyakit.

Adapun Syeikh Yusuf al Qaradhawi memberikan fatwa bahwa oral seks selama tidak menelan madzi yang keluar dari kemaluan pasangannya maka ia adalah makruh dikeranakan hal yang demikian adalah salah satu bentuk kedhaliman (diluar kewajaran dalam berhubungan).

Berhubungan disaat Haidh

Allah swt berfirman,"Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah : 222)

Ayat diatas telah menyebutkan bahwa haidh adalah kotoran yang keluar dari kemaluan perempuan dan diminta kepada para suami yang mendapati isterinya sedang dalam keadaan haidh untuk tidak menyetubuhinya hingga ia suci dari haidhnya.

Jumhur ulama berpendapat bahwa diharamkan bagi suami menyetubuhi (memasukkan penis kedalam vagina) isterinya yang sedang dalam keadaan haidh dan bersenang-senang dengan bahagian tubuh yang ada diantara pusar dan lutut, sebagaimana firman Allah swt," Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita diwaktu haidh."

Dibolehkan bagi suami yang mendapati isterinya sedang dalam keadaan haidh untuk menikmati bahagian tubuh yang ada diatas pusar. Dikeranakan jika ia bersenang-senang dengan bahagian yang dibawah pusar maka hal itu sangat mungkin mendorong kepada terjadinya wath'u (masuknya penis kedalam vagina) dan ini diharamkan sebagaiman sabda Rasulullah saw,"Maka barangsiapa yang mengitari daerah larangan maka dikhawatirkan ia akan jatuh kedalamnya." (HR. Bukhari Muslim)

Adapun tentang kafarat jika terjadi wath'u yang dilakukan suami terhadap isterinya maka terdapat perzedaan pendapat dikalangan para ulama :

1. Para ulama madzhab Maliki, Hanafi dan Syafi'i dalam pendapatnya yang baru adalah tidak ada kafarat namun diwajibkan baginya untuk istighfar dan bertaubat.

2. Para ulama Hambali, riwayat yang paling benar dari mereka, berpendapat wajib baginya membayar kafarat dia boleh memilih dengan membayar 1 dinar (seharga 3,25 gr emas, pen) atau ½ dinar. Kafarat ini tidak diwajibkan bagi yang memang tidak mempunyai sesuatu untuk membayarnya.

3. Para ulama madzhab Syafi'i berpendapat barangsiapa menggaulinya diawal keluarnya darah maka ia perlu bersedekah dengan 1 dinar sedangkan barangsiapa yang menggaulinya diakhir keluarnya darah maka ia bersedekah dengan ½ dinar.

(al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz I hal 627 – 630)

Bertaubat dari Zina

Perzinaan merupakan perbuatan yang sangat buruk dan pelakunya diancam dosa besar oleh Allah swt, firman-Nya,"Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al Israa : 32) Hal itu dikeranakan terlalu banyaknya kesan yang ditimbulkan dari perzinahan, baik efek psikologi, sosial maupun moral.

Untuk itu Islam menetapkan suatu hukuman yang berat bagi seorang pezina dengan rotan seratus kali dan diasingkan bagi mereka yang belum menikah serta direjam bagi mereka yang telah menikah, sebagaimana beberapa dalil berikut ini :

1. "Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman." (QS. An Nuur : 2)

2. Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw pernah memberikan hukuman kepada orang yang berzina (belum menikah) dengan "hukuman dibuang (diasingkan) satu tahun dan pukulan seratus kali." (HR. Bukhari)

3. Rasulullah saw menanyakan kepada seorang laki-laki yang mengaku berzina,"Apakah engkau seorang muhson (sudah menikah)? Orang itu menjawab,'Ya'. Kemudian Nabi bersabda lagi,'Bawalah orang ini dan rajamlah." (HR Bukhari Muslim)

Namun Allah swt adalah Maha Penerima taubat dari setiap hamba-Nya yang mau bertaubat dari segala perbuatan maksiatnya. Untuk itu yang harus dilakukan oleh mereka yang telah jatuh kedalam perbuatan zina ini dan menginginkan kembali ke jalan Allah swt, adalah :

1. Taubat Nashuha

Tidak ada hal terbaik yang harus dilakukan bagi seorang yang melakukan dosa kepada Allah swt kecuali taubat yang sebenar-benarnya. Taubat yang dibarengi dengan penyesalan dan tekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Firman Allah swt,"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatn nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (QS. At Tahrim : 8)

Disebutkan didalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa ada seorang wanita hamil dari Juhainah mengaku telah berzina dihadapan Rasulullah saw maka ia dirajam setelah melahirkan bayinya itu. Pada saat itu Umar ra mengatakan,"Apakah engkau mensolati jenazahnya ya Rasulullah saw padahal ia telah berzina?' beliau saw menjawab,'Dia telah bertaubat dengan suatu taubat yang andaikan taubatnya dibagi-bagikan kepada tujuh puluh penduduk Madinah, tentu akan mencukupi mereka semua. Apakah engkau mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari kerelaannya untuk menyerahkan dirinya kepada Allah."

Jadi tidak ada kata terlambat dan putus asa bagi seorang yang masih mengimani Allah swt sebagai Tuhannya untuk kembali kejalan-Nya, memperbaiki segala kesalahannya dan menggantinya dengan berbagai perbuatan yang baik.

2. Tidak membuka aibnya kepada orang lain

Dengan tidak memungkin bagi setiap pelaku zina untuk dirotan atau direjam pada saat ini dikeranakan tidak diterapkannya hukum Islam maka sudah seharusnya semua menutupi aibnya itu dan tidak menceritakannya kepada siapa pun. Dengan ini mudah-mudahan Allah swt juga menutupi aib dan kesalahannya ini.

Bahwasanya Nabi saw bersabda,"Setiap umatku mendapat pemaafan kecuali orang yang menceritakan (aibnya sendiri). Sesungguhnya diantara perbuatan menceritakan aib sendiri adalah seorang yang melakukan suatu perbuatan (dosa) di malam hari dan sudah ditutupi oleh Allah swt kemudian dipagi harinya dia sendiri membuka apa yang ditutupi Allah itu." (HR. Bukhori dan Muslim)

3. Beribadah dan beramal dengan sungguh-sungguh

Firman Allah swt,"Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Furqan : 68 – 70)

Amal soleh yang dilakukan haruslah sungguh-sunguh dan tidak asal-asalan agar boleh menutupi dosa besar yang telah dilakukannya. Amal soleh tersebut juga sebagai bukti masih adanya iman didalam dirinya. Keimanan yang menggerakkannya untuk beramal soleh ini yang kemudian menjadikan Allah swt menutupi dosa dan keburukannya. Bahkan tidak hanya itu, Allah swt menutup ayat itu dengan menyebutkan 'dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'

Tips Mendapatkan Keturunan

Permasalahan seseorang mempunyai keturunan atau tidak maka itu semua adalah hak Allah swt dengan segala hikmah dan keadilan-Nya serta jauh dari berbuat zhalim terhadap hamba-hamba-Nya kecuali manusia lah yang menzalimi diri mereka sendiri Firman Allah swt,"Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS. Asy Syuro : 50)

Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu yang terjadi di alam ini, jika Dia berkehendak atas segala sesuatu maka itu akan terjadi dan jika Dia tidak berkehendak atas segala sesuatu maka itu tidak akan terjadi. Dia memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki dan menahan pemberian kepada siapa yang Dia kehendaki. Ketika Dia memberikan sesuatu maka tidak ada yang boleh menahannya dan jika Dia menahan sesuatu maka tidak ada yang boleh memberikannya.

Tidak disangsikan lagi adanya anak-anak adalah sebuah rezeki dan karunia Allah swt yang menjadi dambaan setiap pasangan suami isteri untuk meneruskan nasab dan keturunannya. Tapi sayang, tidak jarang dari para orang tua yang menyia-nyiakan rezeki yang berharga ini sehingga justru membawa petakan bagi mereka, tidak cuma di dunia namun juga diakherat. Firman Allah swt,"Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka Mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?" (QS. An Nahl : 72)

Namun demikian bagi mereka yang belum mendapatkan keturunan tidak boleh berputus asa dan berprasangka buruk terhadap Allah swt. Mereka tetap dianjurkan untuk selalu berikhtiar, baik melalui usaha-usaha perubatan atau dengan semakin mendekatkan dirinya kepada Allah swt melalui banyak berdoa dan beristighfar serta menyedikitkan kemaksiatan terhadap-Nya, sebagaimana firman-Nya,"Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. Nuh : 12)

Ayat ini memberikan petunjuk kepada setiap orang yang ingin mendapatkan banyak rezeki—termasuk anak-anak—dari Allah swt adalah dengan memperbanyak istighfar dan bertaubat dari segala kemaksiatan dan dosa. Dikeranakan dosa dan maksiat yang dilakukan akan boleh menghambat rezeki yang akan diturunkan Allah kepadanya, sebagaimana sabda Rasulullah saw,"Sesungguhnya seorang hamba ditahan dari mendapatkan rezeki dikeranakan dosa yang dibuatnya." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Wallahu A'lam -eramuslim


Anything linked to Umno practises discrimination! ;)

Posted: 07 Nov 2011 07:52 AM PST

Marina Mahathir livid over 'free sex' slur on Seksualiti Merdeka

UPDATED @ 07:27:08 PM 07-11-2011
By Clara Chooi
November 07, 2011

Marina (right) looks on as Ambiga speaks during a press conference outside the Tenaganita office, in Petaling Jaya November 7, 2011. — Picture by Jack Ooi
PETALING JAYA, Nov 7 — An emotional Datuk Paduka Marina Mahathir lashed out today at media reports describing "Seksualiti Merdeka" as a "free sex festival", and threatened to sue if the matter was not clarified. She told a media conference that "no words could describe" her anger at hearing the event being described as such on television station TV3 last night, and warned a reporter from the station of consequences if her statement today is misreported.

"I have been looking at your face and we know who you are," the eldest daughter of former prime minister Tun Dr Mahathir Mohamad said during the press conference on the front porch of Tenaganita's headquarters here, visibly shaking with anger.

Marina had turned up at the NGO's single-storey office on Jalan Gasing this evening to lend support to four fellow human rights activists who were being questioned by police over their involvement in the recently-banned sexuality rights festival.

The four are Seksualiti Merdeka founder Pang Khee Teik, Bersih 2.0 chairman Datuk Ambiga Sreenavasan, Tenaganita director Irene Fernandez, and Bersih 2.0 steering committee member Maria Chin Abdullah.

"I am here only as a supporter because two years ago, I officiated Seksualiti Merdeka without any incident," she said.

Marina explained the event was not to promote free sex, but to help the marginalised lesbian, gay, bisexual and transgender (LGBT) community understand their legal rights.

"It is an event to explain and educate them of their rights within the laws, and not outside.

"So I am very angry, very angry, there are no words to describe, at certain parties calling this a free sex festival. You have nothing better to do? Nowhere here is free sex allowed... are you crazy to imagine this?" she charged.

Marina reacted with irritation when a reporter later asked Ambiga if she would continue to her struggle in support of events like Seksualiti Merdeka, and pointed out that the former Bar Council president's involvement in the event was merely to officiate its opening.
"For the struggle, ask me. I have been defending their (the LGBT community's) rights for over 20 years now. In fact, I defend the rights of all who have been discriminated [against] — the poor, and everyone else.
"So if there is any discrimination or violence against anyone, I will continue to defend their rights. That's it. Do you understand?" she said.

Marina then threatened legal action against any media organisation that misreports her statement today.

"I will not discriminate against TV3," she said.

Seksualiti Merdeka, a movement championing the freedom for sexual orientation and gender identity, has been holding the festival annually since 2008 but sparked a heated debate after the government banned the celebration.

Deputy Inspector-General of Police Datuk Seri Khalid Abu Bakar said the police were not against freedom of expression or human rights but had to step in because the organisers did not have a permit to hold the festival in public.

Khalid added the police were investigating the matter under section 298A of the Penal Code and section 27A(1)(c) of the Police Act and had linked Ambiga to the movement.

Malay rights group Perkasa and other Muslim NGOs have held small protests against the event outside mosques in Kuala Lumpur and Shah Alam, which they said insulted Islam as the religion of the country.



Belanda Mahu Haramkan Cara Penyembelihan Halal Dan Kosher

Posted: 07 Nov 2011 07:27 AM PST

Ketika umat Islam seluruh dunia meraikan Hari Raya Aidiladha, lebih sejuta penganut agama itu di Belanda sudah mula risau tentang bekalan daging halal mereka di negara Eropah tersebut.

Ini kerana, mulai bulan depan, kemungkinan besar pemerintah Belanda akan mengharamkan menyembelihan haiwan mengikut hukum syarak di negara tersebut.

Menurut sebuah laporan laman web British BBC, keputusan itu akan memaksa pembekal daging halal di Belanda untuk tutup kedai sekaligus menjejaskan bekalan kepada komuniti Islam di negara itu.

Ia juga akan memberi kesan kepada masyarakat Yahudi Belanda kerana pengharamanan tersebut juga merangkumi cara penyembelihan secara "kosher".

Walaupun pengumbal undang-undang tersebut berkata tujuan mereka adalah untuk memelihara kebajikan haiwan, organisasi Islam Belanda berkata pengharaman itu mencerminkan sentimen anti-Islam yang semakin menular di Belanda.

Menurut sebuah laporan Pakistan Today, rang undang-undang itu telah luluskan di Parlimen Belanda Jun lalu dan bil itu sedang diteliti oleh dewan Senate.

Jika lulus di Senate dan berkuatkuasa bulan depan, undang-undang tersebut akan menwajibkan setiap operasi pembekal daging di Belanda agar mengunakan kaedah "stun", iaitu menjadikan seekor haiwan itu pengsan atau tidak sedar, sebelum ia disembelih.

Apabila dilaksanakan, peraturan itu dengan efektif akan mengharamkan kaedah penyembelihan yang mewajibkan haiwan itu sedar seperti yang digunakan di dalam agama Islam dan Yahudi.

Pada asalnya, undang-undang tersebut di cadangkan sebuah parti bernama "The Party for the Animals", yang mempunyai dua daripada 146 kerusi di dalam parlimen Belanda.

Mengikut laporan BBC Jun lalu, ketua Party for the Animals Marianne Thieme berkata cadangan mereka adalah untuk menjaga kebajikan haiwan. Tambah beliau, kajian sains menunjukkan bahawa haiwan yang masih sedar sebelum disembeli mengalami kesakitan yang amat perit.

Walaupun Marianne menafikan undang-undang tersebut ditujukan kepada masyarakat Islam dan Yahudi, bil mereka disambut baik dan mendapat sokongan padu dari Ahli Parlimen Freedom Party.

Freedom Party yang diketuai Geert Wilders, terkenal di Eropah dengan platform anti-Islam dan anti-pendatang mereka.

Seorang pemimpin badan Islam di Belanda, Umar Mizra menyifatkan peraturan tersebut sebagai usaha untuk menyisihkan orang Islam di dalam masyarakat Belanda.

"Setengah pihak tidak mahu orang Islam mengamalkan cara penyembelihan mereka. Mereka tidak mahu orang Islam bergerak secara terang di dalam masyarakat dengan logo halal kita pada makanan dan pada tingkap (restoran dan kedai).

"Mereka mahu orang Islam mengamalkan agama hanya di rumah dan bukan di dalam kehidupan masyarakat," Umar berkata dipetik daripada BBC.




“Let them eat English!” Think about freedom and equality, not choice

Posted: 07 Nov 2011 04:44 AM PST

I have so far refrained from making any comments or write any articles on the issue of PPSMI. Living up to the proud label of the typical Malaysian as someone who talks passionately and heatedly behind closed doors or in the mamak and keeping silent when in the company of others, many of my discussions have taken place at roadside warongs with close friends and anyone else who is willing to listen to a nobody like me. I decided to write this at last when I came across an article by Wan Saiful Wan Jan – 'a slightly different take on PPSMI' – on the Malaysian Insider. Like many other articles written before, it is indeed well-written and well-articulated by a person whom I have great respect for within circles of public discourse and debate. Unfortunately, the compliments stop there. In terms of substance and content, I cannot be convinced and find that certain propositions made are misleading and inadequate. To me this sums up, and is characteristic of precisely those who speak and advocate for the use of English – individuals who speak well and eloquent, but lacking in authentic, creative and critical thought and reflection.

Before giving the reasons for my brazen and naive allegation, let me first begin with an anecdote. There is a famous legend which goes like this: French society during the time of the early Bourbon dynasty was fraught with deep poverty and hardship.  The royal family and aristocracies were however blind and protected from these harsh realities. So much so that when it was related to the French Queen Marie Antoinette, that people on the street had no bread to eat, she uttered 'let them eat cake!' For me this is a profound reminder and expresses vividly our present predicament, and more importantly, ignorance. At the end of every discussion the oft-repeated statement is this: 'We just want choice, let us choose. We want to use English. If others want to follow us, please do. If they don't want to, please feel free to choose otherwise.' I cannot help but think what these people are in fact saying to the others is this, 'Let them eat English!'

First and foremost, I agree that many debates and policies here do take off from, or are based, on first principles. Our society would be much better off if we were to adopt and adapt such capabilities for reasoning. However first principles are not absolute, transcendent and immutable. First principles are most sensible and effective when derived from and based on existential and ontological conditions. One of the problematic features of the French Revolution was that it sought to create a new society based on abstract and general principles. It was felt that any links to the past had to be severed off completely. In terms of its Civil Law Code, not only did it fail to create a new system of law, it ended up adopting the principles of earlier Roman Law. Values do not exist in a vacuum. They are outcomes of specific events and contingencies necessary to and for the development of States and societies. To suggest that first principles – like individual liberty – can just be deduced and used owing to its divine or should-be-given status is dangerously misleading.

Secondly, I should mention that the right to choice is not fundamental, and perhaps even not a first principle. There is something that must come before that: the equality of conditions for the free exercise of choice, choices, or a choice. That is paramount. I find it very difficult to comprehend when advocates for the usage of English end the debate or discussion with a statement of 'we just want choice'. It simplifies tremendously the points and premises of the debate and discussion. A profound and crucial debate in the public sphere then becomes trivial, when it is not. Unfortunately not everyone has the choice to make choices. Do students and parents in the interiors and rural less accessible areas have a choice, regardless of whatever that choice is? Should they be asked to eat English? I feel that the public secret, and the dreaded remark that many have chose not to say is this: 'If you want to use Malay and continue to be stupid, by all means please do so. Just don't bring us down with you, and please allow us the choice to use English so that those who learn English can be more clever and not stupid like those learning Malay'. This is the very point underlying the desire and preference of those wanting to use English. Sadly it again misses the point. When the ship is sinking, it doesn't matter whether you're in the room on a king sized bed sleeping, in the toilet smelling shit, in the casino gambling, or in the room having sex with J. Lo. Everyone is going to die. The only difference is this: one is going to die while trying to push shit out from his anus, while another is going to die while in the midst of having an orgasm!

And thirdly, related but not similar to the point above is this; it not just about the choice of language, but the choice of a different system. And this is where it is most complex, and contentious. The matter is not about a trivial issue of choice, but about a different system of thought and education altogether. It is not about the exercise of choice within an existing system, but the exercise of choice for a different and modified system for a selected and able few. These very same grounds are also the reasons why the debate on Hudud law is deeply difficult and deadlocked. For in addition to the respect for choice and the pre-existence of legitimacy, there are other considerations within a post-colonial, plural, developing society.

So far I have heard opinions that command of English in Science and Maths is crucial to survive in a competitive and globalised world. We need to be able to meet market demands and be marketable. This is the only point which I agree with and find to be true for PPSMI advocates. And it is because of this that I find it terribly difficult to accept the PPSMI policy, and the arguments for PPSMI. We conceptualised first principles and formulate policies based on philosophical foundations derived from existential and ontological conditions, not based on market demands and practicality. The strongest argument that the PPSMI group can conjure up so far is only the latter, besides the argument of choice, which I find deeply flawed. Steve Jobs was to have said this: 'Don't be trapped by dogma – which is living with the results of other people's thinking'.

Why are we lazy?



Tuntutan Royalti Minyak Hak Rakyat Kelantan: Poster Ucapan Tun Razak Diedarkan

Posted: 07 Nov 2011 05:29 AM PST

Pemimpin Kerajaan Kelantan akan ke Parlimen pada 10 November ini untuk membawa poster ucapan pemimpin terdahulu termasuk Perdana Menteri kedua, Tun Abdul Razak berhubung royalti petroleum bagi mengingati ulang tahun ucapan allahyarham pada 12 November 1975.

Kunjungan yang akan disertai anggota Exco kerajaan negeri, Adun, anggota Parlimen, Gegar termasuk Pengerusi Jawatankuasa Tuntutan Royalti Petroleum, Datuk Husam Musa akan menyerahkan himpunan risalah Tun Abdul Razak serta beberapa pemimpin lain kepada Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak.

Husam pada sidang media semalam memberitahu, risalah tersebut mengandungi ucapan bekas Menteri Besar Kelantan, Datuk Mohamad Yaacob, Pengerusi Pertama Petronas, Tengku Razaleigh Hamzah dan lain-lain agar pimpinan kerajaan Persekutuan hari ini sedar Kelantan berhak mendapat royalti petroleum.

"Memandangkan hari Sabtu Parlimen tidak bersidang, jadi kita memilih hari yang paling hampir dengan tarikh tersebut, iaitu 10 November untuk menyerahkan risalah serta amanat ayahanda kepada Perdana Menteri sekarang berhubung perkara itu," ujarnya.

Husam berkata, risalah atau poster tersebut akan diserahkan kepada Timbalan Perdana Menteri sekiranya Perdana Menteri tidak hadir.

"Sekiranya kedua-duanya tidak ada, risalah tersebut akan diserahkan kepada mana-mana menteri atau timbalannya," ujarnya.

Sehubungan itu juga, menurutnya himpunan kata-kata rasmi pimpinan terdahulu yang terkandung dalam risalah itu akan diedarkan kepada orang ramai pada hari berkenaan.

Antara yang terkadung dalam risalah itu ucapan Tun Abdul Razak pada tahun 1975, ketika menjawab pertanyaan Lim Kit Siang dalam sidang Dewan Rakyat ketika itu menyebut mengikut perjanjian, tiap-tiap negeri akan menerima 5 peratus daripada nilai petroleum yang dijumpai sama ada kawasan perairan atau di luar perairan negeri tersebut.

Selain itu, risalah tersebut turut mengisi ucapan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Kasitah Gaddam yang menyokong kerajaan berhak mendapat hasil royalti petroleum.


melody #1

Posted: 07 Nov 2011 04:27 AM PST

Menangis dalam gelap malam
Bersendirian ditemankan bulan
Mungkin itu yang sering dikatakan kehidupan
Sebentar di atas dan sebentar di bawah
Hidup yang tak pernah penuh dengan kepuasan
Dan tak juga kosong dengan kebuntuan
Aku sering tanyakan diriku sendiri
Apa itu erti sebuah kehidupan
Menangis dan ketawa
Sendirian tak berhaluan
Mungkin kalau aku lebih memerlukan
Kau akan datang memberikan
Published with Blogger-droid v1.7.4


TV3 reporter in deep shit. Way to go Ambiga, Marina!

Posted: 07 Nov 2011 07:32 AM PST

By Clara Chooi
November 07, 2011

Ambiga is questioned by an unidentified police officer over the Seksualiti Merdeka event, in Petaling Jaya November 7, 2011. — Picture by Jack Ooi
PETALING JAYA, Nov 7 — Police questioned today four human rights activists, including prominent lawyer Datuk Ambiga Sreenavasan, over their involvement in a sexuality rights festival that has outraged several Muslim groups.
According to Ambiga, the case is being investigated under Sections 298 and 109 of the Penal Code, as well as the Police Act, for offences related to intentions to hurt a person's religious feelings.

Upon emerging from the 45-minute session at the Tenaganita headquarters here this evening, the visibly-angry Ambiga proceeded to berate the media for vilifying the Seksualiti Merdeka festival, singling out TV3 for the act.

The former Bar Council president then defied the station to carry her statement today and those of her three colleagues in verbatim, failing which she would mount a legal suit.

"I challenge TV3 to report exactly what Datuk Paduka Marina Mahathir has said. I also challenge you to carry everything I say now.

"You have been misleading the public, you have been calling this (Seksualiti Merdeka) a free sex festival. I challenge you to carry everything I say now or I assure you, you will be hearing from my lawyers on this issue," she said, training her gaze directly at a female reporter from the television station.

"Watch out, TV3."

Marina, who appeared today to show her support to the four, then piped up to say, "And [my lawyers]. Don't worry. And mine. I've been looking at your face and we know who you are."

Ambiga said describing Seksualiti Merdeka as a "free sex festival" would only serve to subject the lesbian, gay, bisexual and transgender (LGBT) community to further persecution.

Apart from Ambiga, the police also questioned Seksualiti Merdeka founder Pang Khee Teik, Tenaganita director Irene Fernandez and Bersih 2.0 steering committee member Maria Chin Abdullah.


Very Interesting Facts

Posted: 07 Nov 2011 02:30 AM PST

You're gonna say "I didn't know that!" at least 5 times. Really neat stuff that I am reposting with grateful thanks to my sister-in-law, Pauline, who sent me this information via email.

Alaska

More than half of the coastline of the entire United States is in Alaska .

Amazon

The Amazon rainforest produces more than 20% of the world's oxygen supply.
The Amazon River pushes so much water into the Atlantic Ocean that, more than one hundred miles at sea off the mouth of the river, one can dip fresh water out of the ocean. The volume of water in the Amazon river is greater than the next eight largest rivers in the world combined and three times the flow of all rivers in the United States .

Antarctica

Antarctica is the only land on our planet that is not owned by any country.
Ninety percent of the world's ice covers Antarctica .
This ice also represents seventy percent of all the fresh water in the world.
As strange as it sounds, however, Antarctica is essentially a desert;
the average yearly total precipitation is about two inches.
Although covered with ice (all but 0.4% of it, ice.), Antarctica is the driest place on the planet, with an absolute humidity lower than the Gobi desert.

Brazil

Brazil got its name from the nut, not the other way around.

Canada

Canada has more lakes than the rest of the world combined. Canada is an Indian word meaning ' Big Village '.
Chicago

Next to Warsaw , Chicago has the largest Polish population
in the world.

Detroit

Woodward Avenue in Detroit, Michigan, carries the designation M-1, so named because it was the first paved road anywhere.

Damascus, Syria

Damascus, Syria, was flourishing a couple of thousand years before Rome was founded in 753 BC, making it the oldest continuously inhabited city in existence.

Istanbul, Turkey

Istanbul, Turkey, is the only city in the world located on two continents.

Los Angeles

Los Angeles' full name is: El Pueblo de Nuestra Senora la Reina de Los Angeles de Porciuncula
-- and can be abbreviated to 3.63% of its size: L.A.

New York City

The term 'The Big Apple' was coined by touring jazz musicians of the 1930s who used the slang expression 'apple' for any town or city. Therefore, to play New York City is to play the big time - The Big Apple.

There are more Irish in New York City than in Dublin , Ireland ; more Italians in New York City
than in Rome , Italy ; and more Jews in New York City than in Tel Aviv , Israel .

Ohio

There are no natural lakes in the state of Ohio , every one is manmade.

Pitcairn Island

The smallest island with country status is Pitcairn in Polynesia , at just 1.75 sq. miles/4,53 sq. km.

Rome

The first city to reach a population of 1 million people was Rome , Italy in 133 B.C. There is a city called Rome on every continent.

Siberia

Siberia contains more than 25% of the world's forests.

S.M.O.M.

The actual smallest sovereign entity in the world is the Sovereign Military Order of Malta (S.M.O.M).
It is located in the city of Rome , Italy , has an area of two tennis courts and, as of 2001, has a population of 80-- 20 less people than the Vatican . It is a sovereign entity under international law, just as the Vatican is.

Sahara Desert

In the Sahara Desert , there is a town named Tidikelt , Algeria , which did not receive a drop of rain for ten years. Technically though, the driest place on Earth is in the valleys of the Antarctic near Ross Island .
There has been no rainfall there for two million years.

Spain

Spain literally means 'the land of rabbits'.

Roads

Chances that a road is unpaved:
in the U.S.A. = 1%;
in Canada = .75%

Russia

The deepest hole ever drilled by man is the Kola Superdeep Borehole, in Russia. It reached a depth of 12,261 meters (about 40,226 feet or 7.62 miles). It was drilled for scientific research and gave up some unexpected discoveries, one of which was a huge deposit of hydrogen - so massive that the mud coming from the hole was boiling with it.

United States

The Eisenhower interstate system requires that one mile in every five must be straight. These straight sections are usable as airstrips in times of war or other emergencies.

Waterfalls

The water of Angel Falls (the world's highest) in Venezuela drops 3,212 feet (979 meters).
They are 15 times higher than Niagara Falls .


25 Nyaris Maut Bas Ekspres Jatuh Dalam Parit

Posted: 07 Nov 2011 03:21 AM PST

Johor Bahru: Seramai 25 penumpang nyaris maut apabila bas ekspres yang mereka naiki terjatuh ke dalam parit di Km 19 Jalan Ayer Hitam, di sini awal pagi Isnin.

Dalam kejadian kira-kira 4.40 pagi itu, bas tersebut melanggar besi penghadang jalan sejurus keluar dari persimpangan tol Kulaijaya, sebelum terjatuh ke dalam parit menyebabkan semua penumpang cedera dengan tiga parah.

Seorang penumpang, D. Kanageswaran, 30, ketika ditemui pemberita di Hospital Sultanah Aminah di sini, berkata bas tersebut dipandu laju sejak perjalanan bermula kira-kira 9.45 malam.

Beliau yang pengsan selepas kejadian berkata sempat melihat bas itu melanggar besi penghadang jalan.

"Apabila sedar, bas sudah di dalam parit dan saya terus mencari ibu dan isteri yang duduk di bahagian hadapan. Disebabkan tiada jalan keluar, saya terpaksa menendang cermin hadapan bas untuk menyelamatkan diri dan keluarga serta diikuti penumpang lain," katanya.

Kanageswaran mengalami kecederaan di kepala dan kaki manakala ibunya P. Saraswati, 61, bengkak di bahagian muka, sementara isterinya P. Kogilawani mengalami kecederaan serius dan masih dirawat di hospital.

Seorang lagi penumpang S. Parvathi, 26, berkata beliau bernasib baik apabila diselamatkan seorang lelaki yang tidak dikenali ketika terperangkap di dalam lumpur akibat kejadian tersebut.

"Separuh badan saya terkeluar daripada bas setelah kepala saya terhentak ke cermin bas. Saya tidak boleh bangun apabila terperangkap di dalam lumpur tetapi seorang lelaki menarik tangan saya keluar," katanya.

Sementara itu Timbalan Ketua Polis Daerah Johor Baru Utara (JBU), Superintendan Mohd Akhir Ishak berkata, pemandu bas berkenaan yang berusia 45 tahun telah ditahan untuk diambil keterangan.

"Tiga daripada penumpang bas berkenaan mengalami kecederaan serius manakala baki hanya mengalami kecederaan ringan dan kes disiasat mengikut Seksyen 43 (1) Akta Pengangkutan Jalan 1987," katanya. BERNAMA


BERS✔H 3 Dilancarkan Jika Panggil PRU Sebelum Laksana Reformasi

Posted: 07 Nov 2011 01:30 AM PST

Protes halang PRU-13 jika reformasi tak dilaksana

Beberapa pertubuhan bukan kerajaan (NGO) berikrar mengambil pelbagai langkah sewajarnya untuk menghalang pilihan raya umum ke-13 daripada diadakan sebelum proses pembaharuan sistem pilihan raya di negara ini dilaksanakan.

"Maka tidak menolak kemungkinan kali ini rakyat turun bukan sahaja untuk melakukan protes tapi benar-benar untuk menukar regim yang sekian lama gagal menjamin hak rakyat untuk mendapatkan proses demokrasi pilihan raya yang bersih dan adil.

"Kita tidak boleh menolak kemungkinan rakyat akan bangkit untuk memastikan regim turun agar proses pilihan raya yang adil dan bersih boleh mengambil tempat dan negara ini boleh diselamatkan," kata pengerusi Solidariti Anak Muda Malaysia (SAMM) Badrul Hisham Shaharin dalam satu kenyatan media.

Menurutnya, yang lebih dikenali sebagai Chegubard, pilihan raya di negara ini hanya boleh diadakan selepas proses penambah-baikan dijalankan sekiranya kerajaan BN tidak mahu berdepan dengan kuasa rakyat.

"Yakinlah rakyat sudah mula hilang kesabaran. Negara sedang berdepan dengan krisis kepercayaan proses demokrasi pilihanraya paling teruk sekarang ini.

"Jika pilihan raya umum masih berlaku sebelum proses penambahbaikan pilihan raya yang meyakinkan kami berjanji akan menggerakkan mobilisasi rakyat terbesar," katanya.

Kerajaan pimpinan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak teruk dibidas pelbagai pihak baik di dalam mahupun di luar negara berhubung cara pentadbirannya bertindak menggunakan kekerasan melampau dalam menggagalkan perhimpunan Gabungan Pilihan Raya Bersih dan Bebas(BERSIH 2.0) pada 9 Julai lalu.

Parlimen dibubarkan November ini?

BERSIH yang menuntut pembaharuan dalam sistem pilihan raya di negara ini berjaya menarik penyertaan ribuan rakyat jelata dari segenap lapisan untuk turun di jalanan sekitar Kuala Lumpur.

Pada perhimpunan itu, tidak kurang 1,700 penunjuk perasaan telah ditangkap manakala ribuan lagi diserang dengan gas pemedih mata, tembakan meriam air berkimia dan turut dipukul oleh pihak polis.

Bagi mengendurkan ketegangan dan kemarahan rakyat serta masyarakat antarabangsa, Najib akhirnya akur untuk menubuhkan Jawatankuasa khas terpilih parlimen bagi reformasi pilihan raya.

Walau bagaimanapun, para pengkritik memberi amaran bahawa ini hanya alasan untuk merdakan kemarahan orang ramai kerana Najib selaku perdana menteri boleh membubarkan Dewan Rakyat pada bila-bila masa. Malah beliau juga pernah berkata ini mungkin dilakukan sebelum jawatankuasa itu siap mengemukakan cadangan mereka.

Menurut Chegubard, berdasarkan maklumat terkini, daripada sumber-sumber dalaman yang boleh dipercayai telah mendedahkan bahawa Najib akan membubarkan parlimen dalam bulan November bagi membolehkan pilihan raya umum diadakan dalam masa terdekat.

Paling kotor

"Jika pilihanraya dipanggil dalam masa terdekat (paling tidak) sebelum menunggu jawatankuasa khas membuat keputusan maka sudah tentu satu pilihanraya paling kotor dalam sejarah sedang dijanjikan.

"Jika ini tetap dilakukan maka tidak dapat dielakkan persepsi pilihan raya kali ini hanya proses 'palsu' bagi menghalalkan regim terus berkuasa," katanya.

Chegubard berkata selain sistem pilihan raya yang belum diperbetulkan, pentadbiran BN dijangka cuba mengambil kesempatan daripada musim tengkujuh dan musim haji bagi kelebihan mereka.

Justeru, beliau yang juga bekas ahli jawatankuasa pusat PKR berkata SAMM bersama dengan organisasi massa yang lain memberi amaran supaya perdana menteri memastikan segala kepincangan sistem pilihan raya negara ini diperbaiki sebelum membubarkan Dewan Rakyat.

"Kami SAMM bersama dengan teman-teman organisasi massa yang lain pada hari ini mewakili rakyat keseluruhanya memberi amaran kepada perdana menteri Malaysia bahawa pilihan raya umum hanya boleh dipanggil setelah proses penambahbaikan proses pilihan raya dilakukan.

"Proses penambahbaikan ini juga seharusnya satu proses 'reformasi' serius yang memberi jawapan kepada kelemahan-kelemahan yang sering dipergunakan oleh pihak tertentu dan bukan hanya perubahan kosmetik semata-mata," katanya lagi.

Kekal berkuasa

Sementara itu, Harakahdaily memetik presiden Pergerakan Kebebasan Awam Malaysia (MCLM), Haris Ibrahim (kanan) berkata, pihaknya dan NGO lain yang bergabung dalam organisasi massa tetap bersama keseluruhan rakyat untuk melakukan perubahan.

Katanya, rakyat negara ini tidak lagi boleh menerima percubaan Umno BN untuk kekal berkuasa sehingga sanggup melakukan penipuan secara terang-terangan dalam pilihan raya.

"Namun kami telah menerima maklumat yang boleh dipercayai bahawa perdana menteri akan melakukan pembubaran parlimen pada 11 November ini bagi membolehkan pilihan raya umum ke-13 diadakan pada 10 Disember ini.

"Jika benar, kita lihat ini sebagai satu langkah sekali lagi oleh Umno dan BN untuk memegang kuasa sama ada di peringkat persekutuan dan negeri melalui cara penipuan," katanya dipetik akhbar rasmi parti PAS.

Selain Chegubard, hadir pada sidang media itu, adalah Pengerusi League Unemployed Graduates, Devadas Silvaraju; Presiden Parti Rakyat Malaysia (PRM), Dr Rohana Ariffin dan Pengerusi India Justice Party (IJP), PS Jenapala. -mk




Tokyo at Night time lapse

Posted: 06 Nov 2011 11:49 PM PST

Pretty cool time lapse video by Darwinfish105 [Jp] – Tokyo at Night. It took the photographer six months to gather the footages, which include areas like Ginza, Shibuya and Shinjuku in Tokyo, and also places from the connecting Yokohama City…

Tokyo at Night time lapse from YeinJee's Asian Blog


NZ travelogue: Pukemara

Posted: 06 Nov 2011 10:50 PM PST

Erm, I've got very little to say about this signboard except that I drove past it and then decided to make a U-turn in order to take its photograph. It's not a road sign but the name of someone's homestead along the Wanaka-Luggate Highway on New Zealand's South Island. The name obviously meant a lot to the proud owner but you know, to us Malaysians, it meant something else and I'm not even going to give it a translation!


ca-pub-5430283382112812


Charice Pempengco cherishing her roots and father

Posted: 07 Nov 2011 02:41 AM PST

Cherishing her roots

Posted on 7 November 2011 - 11:50am

SOMETIMES, success changes you so much, you become a stranger to yourself. But 19-year-old singing sensation Charice is determined that this will not happen to her.
The petite Filipino singer, who is reeling from the sudden death of her father Ricky Pempengco last Monday, was in Kuala Lumpur recently as part of the David Foster and Friends concert.
It was three years ago that Charice, who plays Sunshine Corazon in the hit TV series Glee, found fame in the American music scene.
"A lot of people tried to change me," says Charice, who was born in San Pedro, Laguna, in the Philippines, and whose real name is Charmine Clarice Relucio Pempengco.
"They wanted me to be a totally different Charice, one you will not recognise."
But Charice was determined to stick to her Asian roots. "It's really important for me to be who I am. I'm not going to wear stuff that I'm not comfortable with and I won't do something that I don't want to do."
Her road to stardom began in 2006 when she appeared in a TV singing talent show, Little Big Star, in the Philippines and emerged as a finalist.
The following year, she participated in a South Korean TV singing talent contest. Although she did not win, the videos of her performance began circulating widely on YouTube which made her popular.
She received invitations to appear in US TV shows like The Ellen DeGeneres Show and Good Morning America. But it was her appearance in The Oprah Winfrey Show that raised her profile.
Dubbed by Oprah as the "most talented girl in the world", Charice went on to release her first international album, simply titled Charice, in 2010.
The album entered the Billboard 200 at No.8, making her the first Asian singer in the history of the music charts to land in the top 10.
Recently, she released her second album titled Infinity, which is slowly creating waves.
"There are a lot of talented people around the world and I consider myself very lucky to be discovered and blessed with international fame," she says.
"I was just a nobody from the Philippines, but in less than three years, everything happened for me. It's just like a fairy tale. I feel like I'm Cinderella."
But it did not take her long to learn that fame also has its disadvantages. She has lost her privacy to a certain degree and has found that some members of the media do not hesitate from asking her very personal questions.
"Sometimes, I'm surprised that they even bother asking me those questions," she says. "I would surely not tell anyone whether or not I've problems with my family or others."
Besides singing, Charice has also tried her hand at acting. Glee is her first project, and there is a strong possibility that she might return for the third season.
She has also just completed shooting her first feature film titled Here Comes Boom with Salma Hayek and Kevin James.
Directed by Frank Coraci, the comedy centres on a high-school biology teacher who moonlights as a martial arts fighter in an effort to raise money to save the school's music programme. The film will hit the cinemas in the middle of next year.
When asked whose voice she would really love to have, Charice replies without any hesitation: "Adele. If you listen to her, you will find she does not yell much. Yet, there is so much soul in her songs, you could just feel it. She's also a great songwriter."
Charice also admires Lady Gaga and Beyonce' attitude, fashion awareness and beautiful voice. One of her wishes is to work with them.
Charice also cites her mother, Raquel, a former vocalist with a band, as her biggest musical influence. It was her mother who taught Charice to sing when she was four.
She hopes to be a songwriter and album producer with her own recording label. Her focus, she says, will be to bring Filipino and other Asian singers into the international arena, which is her way of giving back to society.
It appears that she wants to create more 'Cinderellas' out there.
However, Charice wants to be more than just a singer/actress. "I don't want to be in showbiz forever," she says. "I want to finish my studies. I want to read law. I don't want people to recognise me only as a singer."
These days, Charice's busy schedules in the US does not permit her to return to her birth country as often as she would like to and she is missing her family and friends back home.
Meanwhile, Charice has cancelled her upcoming performances in Indonesia and Singapore, as part of the David Foster and Friends concert, to return to the Philippines following the murder of her father.
Charice, who has been estranged from her father for many years, said in a statement: "I want to thank my fans from around the world for their support and love at this very difficult time. We are all very sad about this tragedy."
According to news reports in Manila, Charice's father was stabbed on Monday after a brief encounter with a man at a grocery store outside Manila.


No buggy allowed on the escalator sign @ 1 Utama

Posted: 06 Nov 2011 10:03 PM PST


Janson's understanding and explanation of the sign, 'No buggy allowed on the escalator'.


Pekerja Restoran Mati Leher Hampir Putus Kepalanya Tersepit Pintu Lif

Posted: 06 Nov 2011 11:20 PM PST

Hilang nyawa dimamah lif

KOTA KINABALU: Seorang pelayan wanita sebuah restoran makanan Cina, di sini, mati apabila lehernya hampir putus akibat tersepit di pintu lif menyimpan makanan di restoran tempat dia bekerja semalam.

Kejadian berlaku pada jam 1 tengah hari sebelum mangsa, Lau See Yen, 20, disahkan meninggal dunia di Unit Rawatan Rapi (ICU), Hospital Queen Elizabeth (HQE) pada kira-kira jam 9.15 malam tadi.

Sebelum kejadian, Lau berada di tingkat dua restoran berkenaan dan meletakkan juadah ke dalam lif khas yang digunakan untuk membawa makanan ke tingkat bawah.

Tanpa disedari, pintu lif itu tertutup secara tiba-tiba menyebabkan kepala mangsa tersepit dan lehernya hampir putus.

Dalam suasana kelam-kabut, mangsa cuba dibantu rakan sekerja dan seorang doktor yang menikmati makan tengah hari di restoran berkenaan memberikan bantuan pernafasan. -hm

MAUT...mangsa dibawa ke HQE sebelum disahkan meninggal dunia, malam tadi.



Majlis korban di Segambut Luar

Posted: 06 Nov 2011 09:35 PM PST

Pagi ini, saya bersama-sama penduduk-penduduk di majlis korban anjuran Haji Khairuddin dengan PAS Segambut.


Segambut MP's Deepavali open house

Posted: 06 Nov 2011 09:30 PM PST

On 5th November 2011, with limited publicity, some 200 turnout at DAP Segambut MP's Deepavali open house in Kampung Kasipillay.



No comments: