Monday, January 30, 2012

Lydia Ko becomes youngest professional golf tour winner

Lydia Ko becomes youngest professional golf tour winner


Lydia Ko becomes youngest professional golf tour winner

Posted: 30 Jan 2012 09:32 AM PST

New Zealand golfer Lydia KoKorea-born New Zealand golfer Lydia Ko has become the youngest winner of a professional golf tournament, men or women, at the age of 14.

The teenager won the New South Wales Open – an Australian Ladies Professional Golf Event – to break Japanese Ryo Ishikawa's men's mark (15 years, 8 months), and Australian Amy Yang's women's record of 16 years, 192 days.

Lydia Ko becomes youngest professional golf tour winner from YeinJee's Asian Blog


[Video] Puting Beliung Menghentam Pulau Jawa & Bali, 7 Maut

Posted: 30 Jan 2012 09:21 AM PST

Puting beliung akibatkan tujuh mati

JAKARTA - Puting beliung dan angin kencang yang melanda beberapa kawasan di pulau Jawa dan Bali pada Rabu mengakibatkan tujuh orang maut, 51 cedera dan lebh 1,000 rumah penduduk rosak.

Mangsa yang terbunuh akibat ditimpa pokok terdiri daripada tiga orang di Purbalingga, masing-masing seorang di Jakarta Selatan dan Wonosobo serta dua orang di Bali.

Badan Nasional Pengurusan Bencana (BNPB) mencatatkan 22 daerah dan bandar dilanda puting beliung pada Rabu iaitu Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Bekasi, Sukabumi, Indramayu, Magelang, Semarang, Sleman, Wonosobo, Purbalingga, Banjarnegara, Ponorogo, Ngawi, Magetan, Situbondo, Kediri, Blitar, Malang, Bangkalan, Sumenep dan Bali.

Kerosakan rumah paling banyak ialah di Kepulauan Seribu yang melibatkan sejumlah 499 rumah.

BNPB berkata puting beliung dan angin kencang yang berlaku semalam dipengaruhi siklon tropika IGGY yang berada di Lautan Hindi di sebelah Selatan Bali dan Nusa Tenggara.

Mengikut ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofizika (BMKG) Indonesia, siklon tropika IGGY membawa kesan tiupan angin berkelajuan lebih 36 km sejam dan gelombang laut setinggi empat hingga enam meter di beberapa perairan Indonesia. - BERNAMA

7 Tewas dan 51 Warga Terluka Akibat Puting Beliung

Jakarta – Puting beliung yang melanda sebagian besar pulau Jawa Rabu (25/1) kemaren menyebabkan 7 orang meninggal dunia, 51 orang luka, dan 1.012 rumah rusak.

Puting beliung dan angin kencang yang terjadi kemarin dipengaruhi oleh siklon tropis IGGY yang berada di Samudera Hindia di sebelah Selatan Bali dan Nusa Tenggara.

"Dampak puting beliung dan angin kencang menyebabkan korban dan kerusakan. 7 orang meninggal dunia, 51 orang luka, dan 1.012 rumah rusak," kata Pusat Data dan Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulanganan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilisnya, Kamis (26/1).

Menurut Sutopo, korban meninggal tersebut disebabkan terkena pohon roboh. Korban meninggal tercatat berjumlah 3 orang di Purbalingga, 1 orang di Jakarta Selatan, 1 orang di Wonosobo dan 2 orang di Bali.

Data BNPB mencatat 22 kabupaten dan kota diterjang puting beliung pada Rabu kemaren. Kota-kota tersebut adalah Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Bekasi, Sukabumi, Indramayu, Magelang, Semarang, Sleman, Wonosobo, Purbalingga, Banjarnegara, Ponorogo, Ngawi, Magetan, Situbondo, Kediri, Blitar, Malang, Bangkalan, Sumenep, dan Bali.

"Kerusakan rumah terbanyak terjadi di Kepulauan Seribu yang mencapai 499 unit rumah rusak," kata Sutopo.

Puting beliung dan angin kencang yang terjadi Rabu kemarin disebabkan oleh siklon tropis IGGY yang berada di Samudera Hindia di sebelah Selatan Bali dan Nusa Tenggara. Siklon tropis IGGY itu memberikan dampak berupa angin dengan kecepatan lebih dari 36 km per jam dan gelombang dengan ketinggian 4 sampai 6 meter di beberapa perairan Indonesia.

"Puting beliung dan angin kencang yang terjadi kemarin dipengaruhi oleh siklon tropis IGGY yang berada di Samudera Hindia di sebelah Selatan Bali dan Nusa Tenggara," jelasnya.

Hingga saat ini upaya penanganan terhadap korban sudah dilakukan oleh BPBD provinsi dan BPBD kabupaten dan kota. Untuk di Jakarta, BPBD telah mengirimkan bantuan ke Pulau Kelapa dan Pulau Harapan. BPBD telah mengerahkan sebanyak 20 personil dari BPBD, SAR dan Dinas Sosial dengan menggunakan kapal membawa logistik bantuan BNPB.

Adapun pendataan kerusakan puting beliung dan bantuan kepada masyarakat masih terus dilakukan oleh BPBD dibantu dinas lainnya dan TNI/Polri. BNPB mengingatkan kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaannya. Ini dikarenakan potensi puting beliung masih dapat terjadi di berbagai daerah.
(mas/asr)





Salleh NFCorp desak Shamsubahrin 'rasuah' polis?!

Posted: 30 Jan 2012 06:54 AM PST

UPDATED @ 07:07:22 PM 30-01-2012
By Shannon Teoh
January 30, 2012
PETALING JAYA, Jan 30 — PKR claimed today that a National Feedlot Corporation (NFCorp) official had asked Datuk Shamsubahrin Ismail to bribe police in an attempt to close investigations into allegations of abuse of public funds.

Party vice-president N. Surendran, who said he is now Shamsubahrin's lawyer, distributed a police report made by his client on January 27 to reporters which states that he was "made a scapegoat in the NFC scandal."
Shamsubahrin (picture) said in the report that he received "calls and SMSes pressuring me to bribe police to close the NFC case."

"I have proof in the form of an SMS. I was not willing to do so although I was pressured repeatedly. I only replied saying I would try to sort out the matter," the report said.

Shamsubahrin accused the NFCorp official of "cheating me by appointing me as Corporate Advisor and Consultant" in November 2011 which he said was a false appointment.

PKR had disclosed an email earlier this month detailing how NFCorp's lawyer allegedly told a Malaysian Anti-Corruption Commission advisory board member that an official in the company had been tricked into paying money to a "conman" to influence a police probe into the project.

According to the email, the lawyer told the advisory board member how the NFC official had been tricked into paying money to a "conman" — understood to be Shamsubahrin — to allegedly influence ongoing investigations by the police.

Tan Sri Megat Najmuddin Megat Khas confirmed to The Malaysian Insider that he authored the email which PKR has presented as proof that a top NFC official had allegedly tried to bribe the police.

Shamsubahrin was recently charged with cheating NFCorp chairman Datuk Seri Mohamad Salleh Ismail of RM1.76 million in fraudulent consultancy fees.

The businessman, who Surendran said is still under remand in Sungai Buloh "because he fears for his safety", was charged last week with two further counts of cheating.

In the police report, the 45-year-old said that these "charges and investigations against me are baseless."
Mohamed Salleh had earlier said Shamsubahrin was neither a relative nor has he ever been an NFC employee.

NFCorp's assets were frozen after investigations were launched by police and the MACC following a series of exposes by PKR against the company owned by senior minister Datuk Seri Shahrizat Abdul Jalil's family.

The opposition party has accused NFCorp of spending at least RM27 million in public funds on land, property and expenses unrelated to cattle farming.

Shahrizat returns to ministerial duties on February 6 after taking three weeks' leave to allow the authorities to complete their probes.



Harga Gula Dunia Turun, Tambahan Subsidi Gula Sebenarnya Untuk Apa?

Posted: 30 Jan 2012 06:58 AM PST

Subsidi gula: Rakyat diperbodohkan, kata Pua

DAP membidas kerajaan pimpinan BN kerana cuba memperbodohkan orang ramai dengan membuat dakwaan bahawa subsidi gula dinaikkan kerana harga dunia yang meningkat sedangkan hakikatnya harga gula di seluruh dunia turun sejak enam bulan yang lalu.

"Oleh yang demikian, dengan mengekalkan harga gula pada RM2.30, kerajaan sebenarnya telah memberi subsidi yang kurang, dan bukannya subsidi tambahan, seperti yang dengan bangganya didakwa oleh Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Kepenggunaan Datuk Seri lsmail Sabri Yaakob.

"Apakah lsmail Sabri cuba untuk menipu rakyat dengan mendakwa kononnya Malaysia telah meningkat lagi subsidi gula kerana harga bahan itu di seluruh dunia telah meningkat walaupun hakikatnya adalah sebaliknya?" kata setiausaha publisiti DAP Tony Puah dalam satu kenyataan.

Beliau merujuk laporan akhbar Jumaat lalu, di mana menteri berkenaan mendakwa bahawa kerajaan menanggung subsidi yang kian meningkat iaitu daripada 20 sen kepada 54 sen sekilogram gula bagi mengekalkan harga pada RM2.30.

Dalam laporan akhbar The Star itu, Ismail Sabri memuji kerajaan kerana mampu mengekalkan harga gula walaupun pada hakikatnya bahawa "harga gula global terus melambung".

Dalam menyangkal dakwaan itu, Pua berkata apa yang sangat menarik ialah harga gula global dalam tempoh enam bulan yang lalu sejak kenaikan harga terakhir pada bulan Mei 2011 sebenarnya telah turun dengan ketara dan tidak melambung. -mk

Ulasan GB

GB dapat merasakan seperti ada sesuatu yang lain di belakang pengumuman subsidi gula tersebut.

Nak membenarkan tokeh gula menaikkan harga seperti yang dijanjikan tidak boleh dilaksanakan kini kerana pilihanraya semakin hampir. Kerajaan tahu rakyat akan mendidih marah.

Sementelah pula, dana pilihanraya untuk UMNO BN perlu dicari.

Bodohkan rakyat dengan menyatakan harga gula dunia meningkat dan kononnya kerajaan terpaksa "tambah subsidi".




An Unforgettable Appeal Letter

Posted: 30 Jan 2012 05:17 AM PST

I have received a few 'ingenious' excuses that the smarter students have tried to give when they failed to meet my deadlines. Amongst the unforgettable ones would be from A.K. who is now a gynaecologist in New Zealand

1st unforgettable excuse:

A.K.: Miss, I can't hand in my Economics homework today.
Me: Tell me why.
A.K.: My house was flooded last night.
Me: It was not even raining. Where do you live?
A.K.: 1, Persiaran Gurney
Me: There are 30 floors in 1, Persiaran Gurney so on which floor is your apartment?
A.K: 16th floor
Me: Hmm.....
*Turns out that it was just a clogged bathroom which had no bearing whatsoever on her homework

2nd unforgettable excuse:


A.K.: Miss, I can't hand in my Economics homework today.
Me: Tell me why.
A.K.: One of the rooms in my apartment was on fire.
Me: Really?
*It was just a short circuit in her home which caused a power failure for half an hour.

Anyway, just for laughs, here is a possible appeal letter that a creative student could submit to request for a a higher grade. :-) I am posting this for laughs and am not endorsing this letter at all! :-)

Do share your experiences/encounters. Thanks! Have a lovely evening!

________________________________


Date:

Dear Professor/Mr./Mrs./Madam/Ms

My grade in ____ should be raised from _____ to ____ because:


  • There must be a mistake somewhere.
  • I was not well at the time of the examination.
  • My mind always goes blank during an examination.
  • This mark ruined my prospect of getting a scholarship.
  • This is the only course in which I received a poor grade
  • This mark grieved my mother (or Father). whose pride I am.
  • Conditions in the room were not conductive to concentration.
  • The examination was unfair and unfairly distributed over the subject
  • I have to work after school and nights; therefore I should be given a break.
  • I am married; therefore, I should be given a break.
  • I would have done much better if I had taken the examination give to one of the other sections.
  • Several people around me copied from my paper during the examination yet they received higher marks than I did. Surely this is not fair.
  • The reason I did not do better is because I am very honest. I do no wish to say anything against any other members of the class.
  • I know many of the class members who do not work as hard as I do an who got a better grade. I am recognized among my classmates as a good student - you just ask any one of them.
  • The question were ambiguous, and therefore, my answers should be graded according to the reasonable interpretations that I made of your questions.
  • Many of the questions could not be answered with straight facts; they were matters of opinion. I do not believe I should be penalize just because my opinions differ from those of the instructor.
  • I have studied this subject from the broad philosophical viewpoint and therefore, I was unable to answer your technical-based question
  • I am philosophically oriented to the realm of ideas; I respond to the sweep and scope of great intellects. My work is beyond the interest in petty details and parrot-like memorizing of those who are merely students
  • At the time of the exam, I was suffering from a severe case of cognitive dissonance and was incapable of coping with the stress of the hour.
  • It is not a higher mark I seek; I care nothing about marks; I think marks are wicked and I disapprove of them. However, this pernicious system of which I am a victim requires marks for achieving success and therefore, I seek a higher mark.


Thank you.

Name:


-Author Unknown-


[BONGKAR] Skandal NFC: Suami Shahrizat Arah Shamsubahrin Rasuah Polis [updated]

Posted: 30 Jan 2012 05:46 AM PST

Shamsubahrin: Ketua NFC paksa saya 'rasuah' polis

Ahli perniagaan Datuk Shamsubahrin Ismail, yang dituduh menipu pengerusi eksekutif Perbadanan Fidlot Kebangsaan (NFC) Datuk Mohamed Salleh Ismail, mendakwa bahawa suami ketua wanita Umno itu memaksa beliau merasuah polis bagi menutup skandal syarikat berkenaan.

Beliau membuat dakwaan itu pada polis laporan yang dibuat di Hospital Besar Klang Jumaat lalu. Perkara itu didedahkan oleh PKR di ibu pejabat parti itu di Petaling Jaya hari ini.

Dalam laporan polis itu, Shamsubahrin didakwa berkata beliau menerima mesej dan tekanan dari Salleh yang memintanya supaya kes NFC dengan pihak polis ditutup.

"Salleh, melalui panggilan telefon dan khidmat pesanan ringkas (SMS), mendesak saya untuk memberi rasuah kepada polis untuk menutup kes itu."

Dalam laporan itu, Shamsubahrin mendakwa beliau telah dilantik oleh NFC sebagai penasihat korporat dan perunding untuk "membersihkan" masalah dalaman NFC.

Beliau menambah bahawa telah bertemu dengan pihak polis untuk membantu siasatan mereka tetapi memaklumkan kepada Salleh bahawa beliau tidak akan memberi rasuah.

NFC dituduh menyalahgunakan pinjaman mudah RM250 juta oleh kerajaan dengan berbelanja ke atas aset mewah dan bukannya terhadap projek pusat ternakan lembu di Gemas, yang ditugaskan.

Ditanya jika PKR mempunyai bukti dalam bentuk SMS itu, naib presiden PKR N Surendran berkata Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) yang menyimpan telefon yang mengandungi mesej berkenaan.

"Beberapa telefon telah dirampas dari Shamsubahrin dan semua telefon kemudiannya dikembalikan kecuali satu. Yang disimpan oleh SPRM adalah telefon yang mengandungi bukti penting ini.

"Ia di tangan pihak berkuasa tetapi kita mempunyai rekod, kita mempunyai salinannya," katanya. -mk

NFC: Suami Shahrizat arah Shamsubahrin rasuah polis

PETALING JAYA 30 Jan: KEADILAN mendedahkan bukti dalam skandal National Feedlot Corporation (NFCorp) berhubung dakwaan cubaan merasuah pihak berkuasa oleh pengerusinya, Datuk Mohamad Salleh Ismail.

Ahli Parlimen Subang, Sivarasa Rasiah mendedahkan perkara tersebut berdasarkan laporan polis yang dibuat ahli perniagaan, Datuk Shamsubahrin Ismail pada 27 Januari lalu di Pondok Polis Hospital Tengku Ampuan Rahimah, Klang.

Shamsubahrin dalam laporan itu memberitahu beliau menerima sistem khidmat pesanan ringkas (sms) dari Salleh, yang juga suami kepada Datuk Seri Shahrizat Jalil, supaya merasuah anggota polis.

Ketika membacakan laporan polis berkenaan, Sivarasa berkata, Shamsubahrin dilantik oleh NFC sebagai Perunding dan penasihat Korporat pada 24 dan 28 November tahun lalu untuk membersihkan masalah dalam NFC.

"Datuk Salleh juga memberi arahan untuk saya berhubung dengan polis berkenaan kes-kes siasatan terhadap NFC dan saya telah diarahkan untuk memperjelaskan dan menerangkan proses perniagaan NFC kepada polis.

"Walaubagaimanapun, saya dalam pelantikan tersebut telah menerima pesanan dan tekanan daripada Datuk Salleh meminta saya menutup kes NFC itu dengan polis melalui pesanan sms menekan saya supaya nembayar rasuah kepada pihak polis untuk menutup kes NFC tersebut," Laporan polis berkenaan dipetik.

Sementara itu, Naib Presiden KEADILAN, N Surendran berkata, bukti yang dikemukakan dalam laporan itu bagaimanapun kini berada di tangan Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM).

Menurutnya lagi, Shamsubahrin kini ditahan di lokap Sungai Buloh.

"Maklumat ini kita dapat daripada telefon beliau, sebelum ini pihak SPRM telah mengambil kesemua telefon beliau sebelum mengembalikannya tetapi terdapat satu lagi masih berada di tangan SPRM yang ada bukti penting ini.

"Walaupun ada di tangan pihak berkuasa tapi ia sudah ada dalam simpanan kita.
-KD


Kenapa pegawai NFC tidak dibawa ke muka pengadilan, soal pemimpin PKR

PETALING JAYA, 30 Jan — Naib Presiden PKR, N.Surendran hari ini menuntut penjelasan pihak polis yang dilihat tidak mengambil tindakan terhadap seorang pegawai tinggi Pusat Fidlot Nasional (NFC) walaupun pihak berkuasa berkenaan telah mempunyai bukti pegawai tersebut telah mengarahkan ahli perniagaan Datuk Shamsulbahrin Ismail merasuah pihak polis.

N.Surendran menegaskan, pihaknya yakin bukti tersebut berada dalam tangan pihak polis berikutan salah satu telefon bimbit yang dirampas mereka daripada Shamsulbahrin mengandungi bukti Khidmat Pesanan Ringkas (SMS) yang mengarahkan Shamsulbahrin merasuah polis oleh pegawai tersebut.

"Kami menuntut pihak polis mengemukakan penjelasan mengapa masih lagi membiarkan pesalah ini bebas, sedangkan mereka sudah mempunyai bukti di atas dakwaan cubaan merasuah pihak polis.

"Tindak tanduk agensi penguatkuasa sendiri dilihat berperanan cuba untuk menutup kes dan menjadikan Datuk Shamsubahrin sebagai kambing hitam," tegasnya.

Sehubungan itu, N Surendran yang juga hadir dalam sidang media di Pejabat PKR bersama-sama Ketua Wanita PKR, Zuraida Kamaruddin memohon penjelasan daripada pihak berkuasa berkenaan berhubung perkara itu.

"Saya ingin minta penjelasan daripada pihak berkuasa, sekiranya SMS itu mengandungi maklumat yang betul, apa tindakan yang dibuat?," soalnya.

Gesaan sama turut dibuat oleh Ahli Parlimen Subang, R.Sivarasa yang turut hadir dalam sidang media tersebut.

"Apakah tindakan yang akan diambil pihak berkuasa kerana ada dakwaan yang serius dalam dokumen ini, pihak berkuasa sudah ada maklumat, tapi mereka bawa dakwaan palsu dan tidak berasas terhadap Datuk Shamsubahrin.

Jelasnya, dakwaan yang dikenakan ke atas Shamsulbahrin tuduhan menipu adalah tuduhan yang amat jahat.

Selain itu, beliau juga menuntut Perdana Menteri dan Datuk Seri Najib Razak, dan timbalannya Tan Sri Muhyiddin Yassin membuat penjelasan yang mengatakan tidak terdapat sebarang isu terhadap skandal NFC.

"Kami mahukan penjelasan perdana menteri dan timbalannya yang menyatakan tiada isu terhadap NFC ini, kami sudah melihat kandungan SMS tersebut, malah telefon Shamsulbahrin masih lagi berada dalam tangan pihak berkuasa," tegasnya.

Menurutnya lagi, pihaknya juga melihat perkara itu sebagai penyalahgunaan kuasa oleh pihak berkuasa terhadap Shamsulbahrin.
-TMI



Pastikan keselamatan Datuk Shamsubahrin - PKR

KLANG, 27 Jan: Ahli perniagaan, Datuk Shamsubahrin Ismail yang didakwa atas tuduhan menipu baru-baru ini berada dalam keadaan tidak selamat dan perlukan perlindungan sepenuhnya.

Anggota Parlimen Ampang, Zuraida Kamarudin dalam sidang media mendakwa, Samsubahrin yang merupakan saksi utama dalam skandal National Feedlot Corporation (NFC) dan didakwa atas dua pertuduhan menipu dilihat menjadi "kambing hitam" kepada skandal tersebut bagi menutup kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.

"Apa yang kita lihat sekarang Samsubahrin telah dianiayai oleh pihak tertentu bagi menutup kepincangan yang berlaku di dalam NFC, malah beliau juga telah dijadikan 'kambing hitam' bagi menanggung kesalahan yang dilakukan oleh orang lain,"
jelasnya.

Baru-baru ini, Shamsulbahrin didakwa mengikut Seksyen 402 Kanun Keseksaan di Mahkamah Sesyen Kuala Lumpur.

Bagi pertuduhan pertama, Shamsubahrin didakwa menipu Pengerusi NFC, Datuk Mohamad Salleh iaitu dengan sengaja menjanjikan suatu perkhidmatan rundingan dan nasihat bertujuan memperdayakannya sehingga mendorong Mohamad Salleh bersetuju membayar wang perkhidmatan kepadanya.

Ketua Pegawai Eksekutif Samsubahrin Resources Sdn Bhd itu didakwa melakukan kesalahan itu di sebuah restoran di Bukit Tunku di ibunegara pada jam 6 petang 20 November lepas.

Bagi pertuduhan kedua pula, Shamsubahrin didakwa menipu Mohamad Salleh dengan memperdayanya hingga mendorong Mohamad Salleh menyerahkan cek-cek berjumlah RM1.755 juta.


Dia didakwa melakukan kesalahan itu di kawasan Solaris, Mont Kiara, Kuala Lumpur pada 25 November hingga 6 Disember lepas.

Baru-baru ini, Pengerusi NFC mendakwa, bekas kakitangannya adalah antara pihak yang terlibat membocorkan rahsia NFC.

Dalam sidang media hari ini, Zuraida memberitahu, sewaktu Samsubahrin diminta untuk menghuraikan segala kucar kacir di dalam akaun NFC, pihak NFC berharap beliau akan memberi kerjasama sepenuhnya tetapi Samsubahrin tidak bertindak seperti apa yang mereka kehendaki.

"Melihat kepada tindakan Samsubahrin yang tidak mahu mengikut seperti apa yang dikehendaki, mereka mula memerangkap beliau dengan tuduhan-tuduhan menipu.

"Kami beranggap Samsubahrin adalah saksi yang penting dan kita mengharapkan keselamatan beliau dapat dijaga serta diberi perlindungan sepenuhnya.

"Sebab itulah kita akan membuat pendedahan seterusnya agar masyarakat tahu apa yang sebenarnya berlaku dan saya pasti pihak berkepentingan akan melakukan sesuatu yang kita sendiri tidak ketahui," sambungnya lagi.

Sengaja diperangkap

Sementara itu, Peguam N. Surendran yang mewakili Samsubahrin memberitahu beliau mempunyai banyak maklumat berkaitan NFC dan pihak tertentu telah bertindak dengan tuduhan menipu dengan harapan Samsubahrin dapat berdiam diri dari membuat sebarang pendedahan.

"Apa yang kita lihat hari ini adalah suatu yang pelik telah berlaku di mana dalam tempoh ini terdapat dua pertuduhan dikenakan terhadap anak guam saya, Samsubahrin, iaitu yang pertama dari Mahkamah Klang dan yang kedua pula dari Mahkamah Majistret Shah Alam.

"Beliau tidak mengaku salah keatas kedua-dua tuduhan tersebut dan dibenarkan ikat jamin sebanyak RM9 ribu dan RM2 ribu dan sebutan akan dilakukan pada 27 Februari di Mahkamah Klang manakala pada 1 Mac di Shah Alam,"
jelasnya.

Tambahnya lagi, melihat kepada apa yang berlaku sekarang ini, ia adalah bermotifkan politik bagi melindungi seseorang.

"Samsubahrin akan membuat laporan polis untuk kali pertama kerana sebelum ini beliau tidak mengetahui apa yang berlaku dan atas alasan tersebut kita telah meminta hakim membenarkan beliau membuat laporan polis terhadap apa yang sebenarnya belaku.

"Hakim dari Mahkamah Klang telah membenarkan beliau membuat laporan dan sekarang pihak polis sedang mengambil laporan darinya, setelah laporan tersebut siap kita (PKR) akan membuat pendedahan mengenai apa yang terkandung dalam laporan tersebut," katanya.

N.Surendren berkata, melihat kepada pertuduhan tersebut ia hanyalah melibatkan kes sivil sahaja dan tidak ada langsung unsur jenayah.

"Ini adalah kes fitnah kerana ia dilihat sebagai cubaan mengganggu tertuduh (Samsubahrin) dan berharap tertuduh berdiam diri dari mengeluarkan sebarang kenyataan.

"Saya mahukan jawapan dari Peguam Negara mengapa kuasa pendakwaan disalahguna seperti ini untuk bertindak menyerang Samsubahrin, adakah kerana beliau mengetahui segala rahsia yang berlaku di dalam NFC,"
sambung beliau lagi.

Dalam pada itu, beliau percaya ini adalah penganiayaan yang amat serius berlaku terhadap Samsubahrin dan ada pihak yang ingin menutup kes tersebut maka serangan demi serangan dilakukan terhadapnya.

Sebelum itu, beliau yang sepatutnya berada di Penjara Sungai Buloh tetapi dimasukan ke hospital bagi mendapat rawatan untuk penyakit kencing manis dan jantung.

Latheefa Koya juga turut bertindak mewakili Samsubahrin dalam kes tersebut.
-HD





And The Oscar Goes To ...

Posted: 30 Jan 2012 03:19 AM PST

My ploy to act depressed and pitiful the whole of yesterday for having to wear the 'lamp shade' to stop me from biting my now healing wound has worked. Mommy and that idiot went out yesterday and bought me this cute and groovy looking pants to put on me and cover my 'wounded' area so I won't have to use that stupid and pathetic looking 'lamp shade' anymore!


They were so taken in by my plight of looking depressed that they rushed out early Sunday morning to go find me a nice little pants from the pet shop at Ikano Power Centre. Damn, I'm such a great little actor ... BOL! I should be nominated for an Oscar, heck, I should be given an Oscar!

They are such gullible little people, especially that idiot with mommy. He is so gullible that I could probably convince him to buy me the London Bridge  even ... BOL!

Well, at least the pants is so much better than that restrictive and awful looking 'lamp shade' thingy. I wonder who came up with that silly contraption. They should try using it themselves and see how it feels.

I wonder if I should audition for the part of Snowy in the next Tin Tin movie, I'm way cuter and definitely more adorable than that Snowy fellow :P


Penyelidikan di Malaysia, dan Nista-Nista-nya

Posted: 30 Jan 2012 02:04 AM PST

Oleh Tukang Tonyoh

Sekali air bah, sekali pantai berubah. Pepatah ini sangat tepat untuk mengambarkan betapa "semasanya" budaya penyelidikan di Malaysia.

Penyelidikan, seharusnya, adalah suatu budaya yang terhurmat, yang mahu meneroka pengetahuan: sama ada untuk menilai pengetahuan lama, atau untuk memperbaiki pengetahuan yang sedia-ada, mahupun untuk mencipta pengetahuan baru. Tapi, persekitaran yang terdapat di universiti di Malaysia tampak sekali tak memungkinkan semua ini wujud. Semua yang dikaitkan dengan penyelidikan di Malaysia, itu tergantung kepada selera semasa mereka yang berkuasa. Sejujurnya, hal yang sulit untuk kita nafikan, telah ada hubungan intim antara penyelidikan dan kekuasaan ini. Namun, bagaimana untuk menjelaskan hal ini?

Barangkali, kita mulakan dulu dengan sebuah fakta, bahawa saban tahun kita sering mendengar betapa banyaknya geran penyelidikan yang ditawarkan. Geran ini ditawarkan kepada para akademikus (para penyelidik dan pensyarah) di universiti, seperti geran FRGS, ERGS, ScienceFund, IRPA, OUP, dan sebagainya. Semua geran yang bertaraf nasional ini ibaratnya "rezeki yang turun dari langit" untuk warga universiti, khususnya untuk para akademikus di negara kita. Tapi, malangnya, hasrat suci dalam cita-cita asal budaya penyelidikan sepertinya tak pernah tertuntas. Geran penyelidikan yang dianugerahkan, rupa-rupanya bertunas menjadi neraka buat seluruh rakyat Malaysia.

Misalnya, kita boleh semak mengenai kualiti dari aspek penyelidikan dari beberapa permohonan geran, sama ada yang diluluskan mahupun yang gagal. Tumpu saja pada setiap tajuk permohonan geran tersebut, yang kebanyakannya telah terpaksa diolah demi keselesaan orientasi kekuasaan semasa serta orientasi para penilai geran tersebut. Sebab itu, kita tak hairan, terdapat di antara tajuk permohonan geran tersebut yang menempekkan perkataan, "1Malaysia," "Hadhari", "Wasatiyyah" dan sebagainya. Tujuannya, tanpa perlu berselindung lagi, adalah untuk membodek kekuasaan semasa bagi meluluskan permohonan geran tersebut.

Maka, budaya seperti ini menandakan apa kepada kita? Adakah ini namanya "budaya penyelidikan" yang kita gembur-gemburkan sebagai mulia tersebut? Tidak. Semua ini menandakan bahawa urusan kekuasaan semasa telah melangkaui urusan pengetahuan. Jadi, pengetahuan, yang selalu dimuliakan, sebaliknya telah disesuaikan dengan citarasa kekuasaan dan para penilai. Padahal, sewajarnya pengetahuan harus berdiri-tegas dan bersikap-keras, yang takkan sesekali tega mengkhianati maksud asal penyelidikan: yakni memperbanyakkan bida'ah.

Tentu ada yang mempersoalkan: mengapa bida'ah penting dalam penyelidikan? Kerana lewat bida'ah-lah, kita dapat memperkayakan segala pengetahuan yang sedia-ada, serta memastikan pengetahuan tak kaku pada tampuk tertentu semata. Dan, ternyata, cita-cita murni budaya penyelidikan ini jauh dari tercapai.

Hakikatnya, kekuasaan semasa telah berjaya mengorientasikan segala arah penyelidikan di Malaysia; konon dengan memakai alasan, bahawa kekuasaan itulah yang memiliki dana dalam membiayai penyelidikan tersebut. Ini pembohongan apa? Bukankah ini adalah untuk menjadikan kekuasaan semasa sebagai sebuah berhala yang paling besar yang harus disembah oleh para akademikus kita?!

Dampaknya pula, para akademikus tersebut terpaksalah mengorbankan bidang hakiki (kalau benar mereka punya bidang hakiki) mereka demi memperoleh dana penyelidikan. Idealisme mereka dipertaruhkan, bagi memastikan permohonan geran penyelidikan diluluskan. Akhirnya, kita akan bertemulah dengan beberapa tajuk penyelidikan yang berbunyi lucu, dan tentunya hambar juga.

Kini, sudah bertahun-tahun diperkenalkan projek dana penyelidikan nasional ini. Tapi sampai sekarang, maka apa dampaknya atas masyarakat? Tiada! Atau untuk lebih lunaknya, hampir tiada! Yang tersisa adalah dana yang telah digunakan untuk mengenyangkan perut para akademikus itu semata. Mereka kemaruk dengan ISI/Scopus, dan beragam piawai yang lainnya, sampai terlupa bahawa ada keperluan yang genting dalam menghubungkan antara pengetahuan dengan persoalan kemasyarakatan.

Lantas, jika keghairahan terhadap ISO/Scopus ini yang selalu mereka kejar-kejarkan, ternyata, mereka tak memperoleh kualiti/kauntiti bagi ISO/Scopus yang diharapkan tersebut. Bahkan, mereka tak juga terkendong dengan keperluan memperkasa masyarakat dengan pengetahuan mereka. Keduanya tercicir; walhal sudah berpuluh billion ringgit telah dihabiskan untuk pelbagai dana penyelidikan nasional tersebut!

Sekarang, kita harus menatap wajah para akademikus di Malaysia ini: apakah mereka ini sebenarnya berpengetahuan? Apakah mereka ini layak untuk diangkat sebagai "professor"? Jangan-jangan, dana penyelidikan yang dianugerahkan kepada mereka itu hanya digunakan untuk memerah keringat mahasiswa mereka, semata untuk kenaikan pangkat mereka. Mungkin kita fikir ini bahawa tuduhan ini berat. Tapi, ini adalah realitinya, yang sudah menjadi rahasia umum bagi dunia akademia. Ini adalah budaya yang wujud, di mana sebahagian (kalau tak semuanya pun), terdapat para akademikus yang telah memanipulasi mahasiswa mereka demi kepentingan-peribadi mereka!

Lantaran itulah, kita dapat lihat terdapat jurnal yang dihasilkan oleh mahasiswa mereka, penuh dengan bertenggernya beberapa nama yang mahu tumpang sekaki. Ini ertinya apa? Ini ertinya, para akademikus kita memang tak buat kerja! Kerja mereka sekadar mencari mahasiswa yang rajin, lalu memerah mereka habis-habisan. Bila mahasiswa mereka menulis jurnal, mulalah mereka cantumkan nama mereka. Jadi, sumbangan mereka apa? Hanya menyediakan peralatan dan dana penyelidikan (yang konon milik mereka tersebut); dan kerana itu namanya harus termuat sekali dalam jurnal tersebut. Semudah itu. Pertanyaannya: mengapa mereka mahu bertengger dalam seberapa banyak jurnal ini? Tak lain, untuk naik kenaikan pangkat semata! Untuk mendapat gelaran professor, seolah kata "professor" itu sudah dimaterialisasikan hingga kehilangan makna kemuliaannya lagi!

Baik, mungkin ada yang cuba menangkis tuduhan ini. Tapi, terdapat kesah di mana ada akademikus yang sanggup menerbitkan jurnal mereka di Nigeria. Sedangkan jurnal mereka dalam bidang kejuruteraan, atau bidang sains tersebut, yang mana lingkungan penyelidikan global dalam bidang tersebut tak pun bertumpu di Nigeria. Jadi, persoalannya kini, mengapa akademikus ini ghairah menerbitkan jurnal mereka di sana? Siapa yang membaca jurnal mereka nanti? Tenyata, mereka sanggup mengkhianati dana penyelidikan dari wang rakyat ini, demi untuk memperoleh status ISI/Scopus semata. Tak ada kata lain untuk para akademikus semacam ini; hanya satu kata—pengkhianat! Mereka adalah pengkhianat rakyat, sekaligus pengkhianat intelektual!

Sudah jelas bagi kita, bahawa kebanyakan dari mereka, sebenarnya tak layak pun untuk dipanggil akademikus. Mereka hanyalah berlukut di tepi gantang. Sekadar mengemis dari kekuasaan, dan menagih laba apa yang mereka anggap sebagai "budi-baik pemerintah."

Kerana itu, kita dapat saksikan betapa ramai di antara akademikus yang sebenarnya tak menguasai bidang mereka sendiri. Jika mereka disebut sebagai penganalisis politik (seperti panggilan yang selalu terpampang di media massa), ternyata mereka ini sebenarnya tak tahu pun nama-nama jurnal sains politik yang bertaraf ISI (Q1). Jika pengetahuan yang paling asas inipun mereka tak tahu, maka apakah kita nak kata mereka menguasai bidang mereka? Jika pengetahuan yang paling dasar inipun mereka tak tahu, maka apakah kita nak pinta mereka hasilkan pengetahuan yang baru? Jangan haraplah. Kita hanyalah membazir wang rakyat untuk memenuhkan tembolok mereka semata.

Lebih dashyat dari itu, "hasil penyelidikan" mereka nanti, natijahnya menjadi bahan politik, demi mempertahankan kerakusan kekuasaan. Kemudian dijaja pula atas nama akademik, bahawa ini adalah hasil dapatan intelektual mereka, kononnya. Jadi, masyarakat tentunya akan mendapat kesan langsung tatkala akademikus yang tak menguasai bidang sendiri; kesannya lebih parah dari yang kita sangkakan; kesannya, melingkarnya sistem pembodohan dalam masyarakat kita.

Tentu, para akademikus ini akan segera berdalih, bahawa mereka terpaksa menyesuaikan tajuk penyelidikan mereka ini bagi memudahkan permohonan geran penyelidikan mereka untuk diluluskan oleh pehak kekuasaan/penilai. Ini, memang, ada juga betulnya. Tapi, hakikatnya, ini juga boleh dibaca bahawa mereka sanggup diperbodohkan oleh orang yang mereka anggap bodoh (kekuasaan/penilai). Sebab, para penilai setiap geran penyelidikan (di kementerian), juga tentunya adalah sesama akademikus. Maka, sesama akademikus ini, mereka sepakat bersubahat, dalam memastikan setiap geran yang dangkal diluluskan. Inilah namanya saling membantu dalam sistem pembodohan yang mereka sendiri ciptakan tersebut!

Memang, bila sudah bodoh, tiada penawarnya lagi. Sebab itu, jangan hairan, bila ada mahasiswa yang terpaksa menderita untuk menyunting tesisnya berkali-kali, akibat dari kebodohan (juga kebebalan) penyelia mereka! Para penyelia mereka tersebut bebal konon mendakwa telah memiliki segudang pengetahuan. Tapi, ternyata, mereka sendiri gagal untuk menunjukkan di mana salahnya tesis mahasiswanya tersebut. Sekadar berkata, "apa yang kamu tulis ini semuanya retorik", itu adalah sebuah kata yang datang dari seorang yang bebal; bukan datang dari kata seorang yang bergelar intelektual, yang seharusnya mampu membentangkan rasional penghujahannya!

Jadi, siapa yang jadi mangsa dari kebebalan para akademikus seperti ini? Mangsanya adalah mahasiswa yang cerdas, yang kecewa dengan sistem pembodohan dalam budaya penyelidikan di Malaysia. Sudahnya, kita kerugian bakat-bakat yang hebat, angkara sistem pembodohan yang kita tanam ini.

Sejauh ini, kita telah sentuh mengenai bagaimana dana penyelidikan telah beralih menjadi dana pembaziran. Tapi, itu sebetulnya hanyalah sekelumit saja dari episod kegagalan budaya penyelidikan di Malaysia. Kita belum paparkan lagi bagaimana lapuknya kaedah penyelidikan yang mereka lakukan, yang sering saja mahu di-instrumental-kan, sampaikan agama pun mahu disaratkan dalam faham positivistik tersebut! Kaedah-kaedah yang mutakhir seperti pascamoden, teori sistem, teori kritis, semuanya kaedah baru jauh yang sekali dari bibir mereka. Apatah lagi, dari mahu dimanfaatkan dalam aplikasi penyelidikan para akademikus tersebut.

Bahkan, kita juga belum bicarakan lagi mengenai, bagaimana dana penyelidkan yang mereka perolehi ini telah dihabiskan untuk berjalan-jalan ke luar negara; konon atas nama untuk membina jaringan akademik; konon atas nama untuk membina MoU, MoA dan sebagainya. Tapi, apa hasil dari jaringan akademik dan MoU/MoA tersebut? Hasilnya hanya satu: wang rakyat telah memberi kesempatan kepada para akademikus ini untuk menjamu mata mereka dengan permandangan-permandangan luar negara: hanya itu!

Kalau itu kasus untuk berjalan-jalan di luar negara, terdapat juga alasan lain untuk berjalan-jalan dalam negara. Bagi mempersiapkan setiap dana penyelidikan yang dimohon ini (ataupun juga untuk mempersiapkan sebarang silibus pengajian baru), maka berbodong-bondong para akademikus ini berkerumun di hotel-hotel berbintang di seluruh negara. Kononnya, untuk berbengkel bagi membincangkan mengenai cara-cara mengisi borang permohonan penyelidikan. Kononnya, untuk bebengkel bagi membincangkan rangkaan silibus baru tersebut. Tolonglah; adakah puluhan ribu ringgit harus dihabiskan (lagi!) hanya untuk urusan teknikal ini saja.

Persoalannya: kenapa tak lakukan perbincangan ini di universiti mereka saja? Kenapa sampai perlu menggunakan hotel? Ini semua adalah gejala syaitaniyyah yang bermaharajelela dalam dunia akademia kita, termasuk juga dalam akademia agama! Apakah kita mahu tunggu untuk dilekatkan kata: kalau tak membazir, memang itu bukannya ciri-ciri akademikus di Malaysia ini! Mungkin, yang kita tunggu ini telah tiba, dan sudah selayaknya kita melihat para akademikus kita dalam perspektif demikian. Lebih jahat lagi, ada pula progres penyelidikan mereka disukat dengan sejauh mana dana penyelidikan yang telah mereka habiskan. Jika dihabiskan 75% dana penyelidikan, maka itu dianggap penyelidkan mereka telah selesai sampai tahap 75%. Ini sukatan jenis apa sebenarnya? Bagaimana para akademikus ini mampu mengangkat muka, dan menjawab kepada rakyat yang memberi dana kepada mereka? Lalu, selama mana para para akademikus ini mampu untuk terus "buat bodoh", sehingga membiarkan sistem pembodohan ini dari terus berlangsung?! Selama mana mereka sanggup untuk terus berkhianat kepada rakyat Malaysia?!

Bahkan, bagi menampung kegagalan sebahagian akademikus ini dalam bersaing dengan rakan-rakan akademikus mereka yang lain (yang konon dianggap bagus), terdapat pula mereka yang melakukan plagiarisme, di mana menerbitkan karya-karya bukan milik mereka, termasuklah menerbitkan karya-karya mahasiswa mereka sendiri. Kerana itu, jangan kita pelik jika ada di antara para akademikus yang gemar meminta salinan-lembut (softcopy) dari mahasiswa mereka, berbanding dengan salinan-keras (hardcopy). Matlamatnya: mudah untuk mereka menyunting (sedikit saja) lalu dijadikan hasil dapatannya! Lihatlah, apakah ada lagi perkataan yang lebih baik dari kata "pengkhianat" untuk mereka ini?

Jadi, kalau kita berharap para akademikus di Malaysia untuk beraktivis, serta terlibat dalam gelombang masyarakat, maka itu adalah ibaratnya pungguk yang rindukan bulan. Mimpi saja! Para gerombolan akademikus yang seperti ini, hanya pandai menabur kata saja; gebangnya bukan main, tapi hasilnya haprak! Natijahnya, masyarakat tak lagi bergantung harap pada akademikus, kerana nilai-nilai intelektual pada akademikus sudah tiada. Yang ada: barangkali, hanyalah "intelektual professional", yang bertugas demi kepentingan-kepentingan yang membayar mereka!

Akhirnya, kalau mahu terus mengungkapkan mengenai kebebalan budaya penyelidikan Malaysia ini memang takkan ada akhirnya. Kita boleh untuk terus menulis berjela-jela dalam membongkar gejala syaitaniyyah dalam budaya penyelidikan di Malaysia ini. Tapi, apapun, semua yang berlaku ni jelas telah melambangkan kepada kita semua bahawa negara kita sedang parah. Kita melihat di permukaan baik-baik saja, muluk-muluk saja, indah-indah saja, tapi di dalamnya penuh dengan kebobrokannya. Dunia intelektual, yang kita harap sebagai sebuah perlabuhan yang membela kebenaran dan keadilan, kini tercemar dengan akademikus yang bergabung dengan tangan kekuasaan. Intelektual, yang kita dambakan sebagai sebuah ranah yang paling kudus, itu akhirnya menjadi sebuah ranah yang paling nista.

Justeru, jika kata nista telah dihamburkan, maka apakah ada kata lain yang lebih mulia untuk akademikus di Malaysia ini? Hanya saja, akademikus yang terus berjuang membida'ahkan pengetahuan, adalah yang selayaknya untuk kita berdamai dengan mereka. Hanya saja, akademikus yang terus mengkritik segala ke-semasa-an yang celaka (kekuasaan politik semasa), adalah selayaknya untuk kita hargai. Hanya saja, akademikus yang takkan berubah sikap biarpun seberapa besar mana bah menghentam mereka, adalah selayaknya untuk kita memihak kepadanya.

Selain dari kalangan ini: mereka adalah musuh bagi segala yang kudus. Mereka adalah yang nista, senista-nista-nya!

Like this:

Be the first to like this post.


Sudah Ada 3 Isteri, Lelaki Tergamak Rogol Isteri Rakan

Posted: 30 Jan 2012 03:26 AM PST

Ranau: Walaupun sudah mempunyai tiga isteri, seorang lelaki masih gagal mengawal nafsu serakahnya apabila merogol seorang wanita dalam satu kejadian di Jalan Marakau berdekatan Jalan Airport Lama, di sini, malam kelmarin. Foto hiasan.

Lebih menghairankan, suspek yang berusia 37 tahun merogol isteri rakan karibnya sendiri di dalam van miliknya sebelum menghantar mangsa pulang ke rumahnya di kampung Kilimu, di sini, jam 8.30 malam.

Difahamkan sebelum kejadian, mangsa berusia 34 tahun menghubungi suspek untuk meminta mengambilnya di pekan Ranau dan menghantarnya pulang kerana dia melanggan perkhidmatan kereta sewa dikendalikan suspek.

Ketika dalam perjalanan pulang, suspek yang dipercayai sedang mabuk, membawa mangsa ke satu kawasan di Jalan Marakau, berdekatan Airport Lama.

Pada mulanya, mangsa menyangka suspek mahu menemui rakannya, namun tiba-tiba suspek menarik tangannya lalu membawa wanita itu ke belakang van sebelum merogolnya.

Suami mangsa yang terkejut apabila isterinya menangis teresak-esak sejurus pulang ke rumah meminta mangsa menceritakan apa yang terjadi. Sebaik diberitahu kejadian itu, dia membawa isterinya membuat laporan di Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Ranau kira-kira jam 12 tengah malam.

Ketua Polis Daerah Ranau, Deputi Superintendan Abdul Rahman Kassim berkata, sebaik menerima laporan mangsa, sepasukan anggota polis daripada Bahagian Siasatan Jenayah IPD Ranau melakukan siasatan.

"Suspek kemudian dicekup di rumahnya di Kampung Marakau tidak sampai satu jam selepas laporan dibuat mangsa.

"Siasatan awal mendapati suspek merogol mangsa kerana menyangkakan wanita itu adalah isterinya disebabkan ketika itu, dia dalam keadaan mabuk. Namun siasatan masih diteruskan," katanya ketika dihubungi, di sini, semalam.

Beliau berkata, mangsa dipercayai melanggan perkhidmatan kereta sewa dikendalikan suspek untuk menghantarnya berulang alik ke tempat kerja di pekan Ranau, setiap hari.

"Suspek kini direman untuk siasatan lanjut, manakala mangsa dihantar ke Hospital Queen Elizabeth (HQE) untuk rawatan dan kes disiasat mengikut Seksyen 376 Kanun Keseksaan kerana merogol," katanya.


When it comes to money, LGE is not transparent

Posted: 30 Jan 2012 01:27 AM PST

This letter from a 'George Khoo' to FMT two days ago draws my attention. Just read...

"There has been a lot of hot air over the so-called declaration of assests by the DAP state government in Penang. Many people have come out to praise DAP secretary-general Lim Guan Eng, who is the Penang chief minister, for being transparent and accountable. Is he?

"First of all, why didn't Lim and his exco members reveal their monthly income? Take Lim's case, for example. I think he may be taking home more than a RM100,000 each month.

"He gets allowances as MP for Bagan, state assemblyman for Air Putih, big fat pay as chief minister, and his wife Betty also gets an allowance as state assembly person for Malacca.

"On top of that, which are all tax-free, Lim gets free housing, transport allowance, car and driver, and also big fat allowances as board member of various state corporations such as Penang Development Corporation, InvestPenang, etc.

"Similarly, other DAP leaders like Teresa Kok gets allowance as MP, state assembly person, and big fat pay as senior executive councillor, plus also big fat allowance as board member of various state corporations and government-linked companies. She also get free housing, transport allowance, car and driver.

"These DAP leaders often accused the Barisan Nasional of being corrupt. They are no better, being so greedy. I'm sure Lim's children are receiving big fat ang pows from those who want favours from him. Is he prepared to declare all the ang pows he and his children receive, and from whom?

"Lim and his DAP are always criticising Prime Minister Najib's wife Rosmah for showing off as First Lady Of Malaysia (FLOM). Lim's wife is no better, being labelled FLOP (First Lady Of Penang).

"It seems she is increasingly becoming more visible and vocal in Penang, and demanding to be invited as guest-of-honour at almost all high society functions in Penang. Tongues are waging about FLOP, who will cause her husband to be ousted in Penang..."

My immediate comment is... WOW!


Siapa Yang Hina Mahkamah: Hakimkah Atau Peguam Anwar?

Posted: 30 Jan 2012 12:56 AM PST

Peguam Anwar keluar dewan, hina mahkamah

PETALING JAYA: Mahkamah Rayuan Syariah Kuala Lumpur hari ini membenarkan pendengaran hujah permohonan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Seri Jamil Khir Baharom dan dua yang lain untuk menghalang rayuan Ketua Pembangkang Datuk Seri Anwar Ibrahim mengenepikan kes qazaf.

Tiga panel hakim yang diketuai Datuk Zohdi Toha berkata kebenaran tidak diperlukan oleh pemohon iaitu Jamil Khir, Pengarah Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) Datuk Che Mat Che Ali, dan Ketua Pendakwa Syarie Wilayah Persekutuan Shamsuddin Hussain untuk mengemukakan permohonan mengenepikan rayuan Anwar.

Pemohon diwakili oleh tiga peguam iaitu Roslizam Rahim, Abdul Halim Bahari dan Mohd Ridzuan Ramli.

Berikutan itu, peguam Anwar Kamar Ainiah Kamaruzzaman, Dorina Abdullah, Dr Mohd Rafie Shafie dan Datuk Mohamad Burok yang tidak berpuas hati membantah keputusan tersebut sebelum bertindak enggan meneruskan prosiding dan keluar mahkamah.

Tidak relevan

Kamar Ainiah berkata adalah tidak relevan kerana hakim sepatutnya perlu mendengar permohonan Jamil Khir terlebih dahulu dan membuat keputusan sama ada membenarkan atau tidak sebelum mendengar hujah daripada peguam untuk mengetepikan rayuan Anwar.

Katanya, keputusan itu dianggap seperti satu penyalahgunaan kuasa oleh pemohon dan pihaknya akan membuat permohonan untuk menyemak semula keputusan hakim.

Sementara itu, peguam Roslizam akan memfailkan notis tunjuk sebab mengikut seksyen 229 Akta Tatacara Mal Mahkamah Syariah (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1998 mencadangkan supaya peguam Anwar dikenakan tindakan 'menghina mahkamah' kerana enggan meneruskan prosiding dan keluar daripada mahkamah.

Pada 14 April tahun lalu, Mahkamah Tinggi Syariah Kuala Lumpur membenarkan bantahan awal Jamil Khir membatalkan permohonan Anwar yang mahu bekas pembantu peribadinya Mohd Saiful Bukhari Azlan didakwa mengikut kes qazaf. -FMT

Qazaf Anwar: Peguam bantah hakim, keluar mahkamah

Peguam Datuk Seri Anwar Ibrahim bertindak keluar daripada Mahkamah Rayuan Syariah Kuala Lumpur, hari ini kerana tidak berpuas hati dengan keputusan Hakim Datuk Zohdi Toha.

Ini kerana hakim berkenaan memberi kebenaran kepada Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Seri Jamil Khir Baharom dan dua lagi untuk mendengar permohonan mengetepikan rayuan Anwar berhubung kes qazaf.

Peguam Kamar Ainiah Kamaruzzaman berkata tidak dapat menerima keputusan kerana berpendapat hakim perlu mendengar permohonan kebenaran terlebih dahulu dan memutuskannya sebelum mendengar hujah daripada peguam menteri sebelum mengetepi rayuan tersebut.

Beliau bersama-sama tiga lagi peguam, mengemaskan fail-fail mereka dan bertindak terus keluar daripada mahkamah bersama-sama Presiden PKR Datin Seri Wan Azizah Wan Ismail dan penyokongnya.

"Kami tidak boleh mengambil bahagian (prosiding), ia terang-terang satu penyalahgunaan kuasa oleh pihak pemohon.

"Jadi kami terpaksa untuk keluar. Kami akan mengambil tindakan susulan iaitu menyemak keputusan kehakiman," kata Kamar Ainiah kepada pemberita di luar mahkamah.

Menurutnya lagi, permohonan kebenaran untuk mendengar permohonan untuk mengetepikan notis rayuan Anwar adalah dipohon sendiri oleh barisan peguam pemohon.

"Sepatutnya perkara itu diselesaikan (terlebih) dahulu, tetapi mahkamah memutuskan mohon kebenaran tidak relevan. Walhal, (ianya) permohonan mereka (untuk) mohon kebenaran," katanya sambil menambah tindakan mereka keluar sebagai tanda menghormati prosedur mahkamah.

Selain Kamar Ainiah, Anwar diwakili Dorina Abdullah, Dr Mohd Rafie Shafie dan Mohamad Burok. Manakala pemohon diwakili tiga peguam iaitu Roslizam Rahim, Abdul Halim Bahari dan Mohd Ridzuan Ramli.

Notis hina mahkamah

Hakim Datuk Zohdi Toha bersama dua lagi hakim rayuan - Datuk Aidi Moktar dan Datuk Hussin Harun - memutuskan demikian selepas meneliti surat cara permohonan dan mendengar hujah kedua-dua pihak selepas mahkamah ditangguhkan selama setengah jam.

Selepas mendengar keputusan tersebut, Kamar Ainiah bangun membantah keputusan itu dan menegaskan akan membuat semakan kehakiman. Kemudian mereka bertindak keluar mahkamah.

Sebelum peguam responden itu keluar mahkamah, Roslizam - ketua barisan peguam pemohon - lantas bangun dan mendakwa tindakan Kamar Ainiah itu dianggapnya menghina mahkamah kerana hakim membenar prosiding diteruskan.

Bahkan Roslizam meminta Kamar Ainiah menarik balik kenyataannya bahawa peguam pemohon "boleh mengambil duit zakat". Bagaimanapun Kamar Ainiah menarik balik kenyataan beliau itu.

Penarikan itu dibuat selepas hakim mahu merekodkan kenyataannya itu sebab ianya dibuatnya dalam mahkamah sambil desakan yang dibuat oleh Roslizam

Ditemui pemberita selepas prosiding, Roslizam berkata pihaknya akan memfailkan notis tunjuk mengikut seksyen 229 Akta Tatacara Mal 1998 dengan sebab tindakan mereka itu didakwa "menghina mahkamah".

"Notis (yang menyatakan bahawa) kenapa mereka tidak boleh dikenakan tindakan menghina mahkamah," kata Roslizam.

Katanya, responden hari ini membangkitkan isu baru, sedangkan sewaktu peringkat mana-mana pengurusan kes, perkara tersebut tidak dibangkitkan pada waktu tersebut.

Anwar pada 23 April tahun lalu memfailkan notis rayuan terhadap keputusan Mahkamah Tinggi Syariah Kuala Lumpur berikutan keputusan mahkamah membenarkan bantahan awal Jamil untuk membatal permohonan Anwar supaya Mohd Saiful Bukhari Azlan didakwa mengikut qazaf.

Sepatutnya hakim perlu mendengar permohonan Jamil Khir terlebih dahulu dan membuat keputusan sama ada membenarkan atau tidak sebelum mendengar hujah daripada peguam untuk mengetepikan rayuan Anwar.



Anwar pada Ogos tahun lalu juga mengemukakan permohonan di Mahkamah Rayuan Syariah Kuala Lumpur bagi melucutkan peguam yang mewakili Jabatan Hal Ehwal Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) dalam samannya terhadap jabatan itu.
-mk


Ulasan GB

Terlalu jelas hakim-hakim Mahkamah Syariah "tunduk" kepada pihak Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Seri Jamil Khir Baharom dan dua yang lain untuk menghalang rayuan Ketua Pembangkang Datuk Seri Anwar Ibrahim mengenepikan kes qazaf.

Tiba-tiba tiga panel hakim yang diketuai Datuk Zohdi Toha berkata kebenaran tidak diperlukan oleh pemohon.

Rakyat melihat ttu sudah cukup untuk menghina sistem keadilan dan kehakiman.

Kita suka untuk mengingatkan para hakim bahawa At-Tirmidzi meriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W bersabda:

"Hakim itu ada tiga kategori. Satu kategori hakim masuk syurga, manakala dua kategori hakim lagi masuk neraka. Hakim yang berilmu pengetahuan dan kemudian mengadili (kes) dengan keilmuannya maka dia masuk syurga. Manakala hakim yang mengadili tanpa ilmu (tentang kes yang diadilinya) maka dia masuk neraka. Begitu juga hakim jahil yang mengadili kes berteraskan kejahilannya maka dia juga masuk neraka." At-Tirmidzi: 1244



Know Where To Cross The Boarder

Posted: 29 Jan 2012 10:57 PM PST

Subject: Know where to cross the border..


Know where to cross the border...
If You Cross The North Korean Border Illegally
You get 12 years Hard Labour.


If You Cross The Iranian Border Illegally
You Are Detained Indefinitely.


If You Cross The Afghan Border
Illegally, You Get Shot.


If You Cross The Saudi Arabian Border Illegally
You Will Be Jailed.


If You Cross The Chinese Border Illegally
You May Never Be Heard Again.


If You Cross The Venezuelan Border Illegally
You Will Be Branded A Spy And Your Fate Will Be Sealed.


If You Cross The Cuban Border Illegally
You Will Be Thrown Into Political Prison To Rot.


If You Enter Britain Illegally
You Will be Arrested, Prosecuted And Sent To Prison And Deported


If You Are An Indonesian AND ILLEGALLY CROSS THE MALAYSIAN BORDER

YOU GET:


MyPR (Permanent Residence / Pemastautin Tetap)
A Driving License,
Voting Rights
Job Reservation,
Special Privilege to be Consider as Bumi,
Credit Cards,
Subsidized Rent Or A Loan To Buy A House,
Free Education,
Free Health Care,
and if you are a clever dickie, you can be a Menteri Besar or even Prime Minister!


Oh Malaysia, what a great country!!


Gold As Investment

Posted: 29 Jan 2012 10:05 PM PST




Gold also got a boost from reports the world's biggest hedge fund, Bridgewater Associates, was bullish on bullion as a hedge against inflation as governments print more money to reduce debt.

Gold has never lost its luster, believe me!


Isu KUIN - Aziz Bari Belum Duduk Dah Melunjur

Posted: 29 Jan 2012 10:37 PM PST

Kuin: Hadi belum terima memo pelajar

SHAH ALAM - Presiden Pas, Datuk Seri Abdul Hadi Awang berkata, beliau masih belum menerima apa-apa memorandum daripada pertubuhan pelajar berhubung penggantungan lima penuntut Kolej Islam Insaniah (Kuin), Kedah.

"Kalau boleh saya pun nak tengok juga memorandum itu dan nak tahu juga apa yang nak dikatakan oleh para pelajar mengenai perkara itu," kata beliau dipetik Harakahdaily hari ini.

Ahli Parlimen Marang ini menambah, walaupun pertubuhan pelajar terbabit akan menghantar memorandum kepadanya, tetapi sehingga kini "mereka tak pun menyerahkan memorandum itu kepada saya."

Katanya, walaupun pertubuhan pelajar mengatakan telah menghantar memorandum ke Ibu Pejabat Pas, tetapi memorandum itu masih juga belum diterimanya.

Soal penggantungan lima pelajar terbabit, menurutnya, bagaimanapun perlu difahami dengan jelas oleh pelbagai pihak agar tidak disalah faham oleh setiap lapisan rakyat negara ini.

Abdul Hadi berkata, kepimpinan PAS sememangnya mengikuti dan memantau perkembangan mengenai perkara itu.

"Namun Ustaz (Datuk Seri) Azizan (Abdul Razak) tentunya lebih tahu dengan apa yang berlaku, sesuai dengan kedudukannya sebagai Menteri Besar Kedah.

"Jadi tindakan Ustaz Azizan mengenainya tentu lebih tepat dan wajar dijadikan rujukan oleh pihak-pihak lain termasuk kepimpinan Pas Pusat sendiri," tegasnya.

Khamis lalu, pakara perlembagaan Prof Dr Abdul Aziz Bari mengesyorkan agar Pakatan Rakyat (PR) mengambil tindakan ke atas Menteri Besar atas alasan bertindak bertentangan dengan prinsip Buku Jingga dan merestui tindakan ke atas pelajar-pelajar terbabit.

Abdul Hadi menambah, Azizan juga tidak mengambil tindakan sesuka hatinya, tetapi hasil perbincangan dengan kepimpinan PAS Kedah dan pihak-pihak lain yang terbabit. -SH


PAS Kedah pertahan Azizan

ALOR SETAR: PAS Kedah mempertahankan tindakan Menteri Besar, Datuk Seri Azizan Abdul Razak yang enggan tunduk terhadap desakan pihak tertentu yang mahu Menteri Besar itu dipecat kerana tidak mahu campur tangan bagi menyelesaikan penggantungan lima pelajar Kolej Universiti Insaniah (KUIN) mengikut Akta Universiti dan Kolej Universiti (AUKU) 1971.

Mereka juga berpendapat pihak luar tidak sewajarnya campur tangan dalam soal pentadbiran negeri itu dan KUIN.

Timbalan Pesuruhjaya I PAS Kedah, Datuk Phahrolrazi Zawawi, berkata pihak terbabit sepatutnya memberi peluang dan kepercayaan kepada Azizan dalam melaksanakan tanggungjawabnya dan memahami kedudukan masing-masing dalam Pakatan Rakyat.

Beliau yang juga Pengerusi Jawatankuasa Perumahan dan Kerajaan Tempatan negeri berkata, adalah tidak wajar rakan dalam pakatan rakyat sendiri membuat teguran secara terbuka melalui media massa kerana ia boleh disalah erti oleh pihak lain.

"Pada saya tidak wajar ada pihak lain campur tangan dan jika hendak menegur pun, gunakan saluran yang betul dalam pakatan rakyat untuk memberi pandangan kerana tidak elok jika dibuat melalui media.

"Perlu ada rasa hormat-menghormati kerana masing-masing mempunyai tanggungjawab untuk dilaksanakan," katanya ketika dihubungi di sini, semalam.

Beliau mengulas desakan pelbagai pihak, termasuk Pengarah Komunikasi Parti Keadilan Rakyat (PKR) Nik Nazmi Nik Ahmad dan bekas pensyarah Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), Prof Dr Abdul Aziz Bari supaya Pakatan Rakyat mengambil tindakan ke atas Azizan yang juga Pengerusi KUIN berhubung penggantungan lima pelajar universiti itu pada April lalu kerana memprotes tindakan universiti mengosongkan asramanya di kediaman Ar-Razi, di sini.

Nik Nazmi dan Dr Abdul Aziz mahu tindakan itu dikenakan ke atas Azizan kerana mendakwa Menteri Besar itu menyokong kewujudan AUKU, sedangkan manifesto Pakatan Rakyat dalam Buku Jingga menjanjikan mereka akan menghapuskan akta berkenaan.

Bagaimanapun, empat daripada pelajar terbabit sudah dibenarkan menyambung semula pengajian baru-baru ini, manakala seorang lagi masih dalam penggantungan.

Azizan dalam laporan akhbar semalam juga mempertahankan tindakannya untuk tidak campur tangan dalam keputusan KUIN mengambil tindakan ke atas pelajar terbabit dan dia sedia dipecat.

Selain itu, Azizan juga menjelaskan sebagai sebuah universiti, KUIN tertakluk kepada syarat yang ditetapkan oleh Kementerian Pengajian Tinggi, selain terikat dengan peraturan menguatkuasakan AUKU.
-BH


Ulasan GB

Ada banyak hal yant GB biasanya menyokong pandangan Prof Aziz Bari, tetapi di dalam isu KUIN ini, GB tidak sependapat dengannya.

Aziz Bari baru masuk gelanggang politik, masuk dengan menyarung jersi PR, tetapi memulakan langkah sumbang dengan menyerang pimpinan PR sendiri.

Sepatutnya beliau menjadi "Tuan Penasihat Undang-undang" kepada para mahasiswa berkenaan, supaya menghantar memo terlebih dahulu kepada Presiden PAS. Bukan berdemo.

Di dalam Islam, ada diajar kaedahnya: kita diajar supaya berlemah-lembut sesama kita dan bertindak tegas dengan musuh.

Ini tidak, langgar semacam. Itu lambang ketidak-matangan. Itu petunjuk kebebalan. Itu petanda kehancuran.

Ini bukan soal double standard, tetapi disiplin di dalam sesuatu peperangan.

Ada perkara yang PAS yang tak seiring dengan DAP. Tetapi PAS tak pernah berdemo ke pejabat DAP, begitu jugalah DAP tak pernah berdemo ke pajabat PAS.

Kepada Aziz Bari, tak perlu berselindung di sebalik ilmu undang-undang. Dalam politik ada bunga-bunga dan buah-buah silat di dalam sepak terajangnya yang perlu dipelajari terlebih dahulu.

Dunia realiti politik tak sama dengan dunia akademis di bilik kuliah. Di dalam dunia akademis dahulu mungkin anda mahagurunya tetapi di dalam dunia politik, anda adalah baru daftar menjadi "pelajar"nya. Kena mula dari zero.

Pepatah kita menyatakan: jangan belum lagi duduk tiba-tiba dah melunjur. Nanti ditertawakan orang bila seluar sendiri terlebih dahulu dah bocor dan keaiban sendiri keluar terjulur.

Pergilah ke "Kampung Pinang Sebatang", belajarlah dahulu ilmu bersilat di dalam politik dari seorang mahaguru "Pendekar Mustar" namanya.

Laporan sebelum ini
klik untuk baca





Bila Berkasih Dengan Isteri Orang, Terima Padahnya

Posted: 29 Jan 2012 08:17 PM PST

Hukuman jalin cinta terlarang

SUNGAI PETANI: Akibat menjalin hubungan terlarang dengan isteri orang, seorang lelaki menerima padah apabila kedua-dua kaki dan tangannya hampir putus ditetak dengan parang oleh sekumpulan lelaki dalam pergaduhan di depan rumah kekasih mangsa di Jalan Kuala Ketil, dekat sini, kelmarin.

Kejadian berlaku jam 2 pagi apabila mangsa yang berusia 30-an dan sudah berkahwin datang ke rumah kekasihnya itu untuk bersemuka dengan suami wanita berkenaan yang berusia 30-an bagi menjelaskan hubungannya dengan isteri lelaki terbabit.

Sebelum ini, mangsa didakwa menjalin hubungan sulit dengan isteri lelaki terbabit sehingga menimbulkan syak dan kemarahan suami wanita itu.

Berikutan itu, mangsa mengambil keputusan nekad untuk bertemu suami wanita berkenaan dan pertemuan itu dihadiri isteri lelaki itu sebagai saksi.

Sumber berkata, pertemuan yang berlangsung di luar rumah lelaki berkenaan bertukar tegang apabila berlaku pertikaman lidah antara mereka berdua sebelum disertai beberapa lelaki lain dipercayai rakan suami wanita itu. -hm

Dibelasah cintai isteri orang

KUCHING: Gara-gara dituduh mempunyai hubungan sulit dengan isteri orang, seorang ahli perniagaan menanggung azab apabila dia bukan saja dibelasah 18 lelaki, malah wang tunai serta kenderaan dinaiki turut dilarikan dalam kejadian di sebuah kedai kopi di Padungan, kelmarin.

Dalam kejadian itu, mangsa berusia 46 tahun dari Taman Malihah menemui ketiga-tiga suspek di kedai berkenaan untuk berbincang pada jam 12.40 tengah hari.

Difahamkan, pertemuan itu antara lain membincangkan dakwaan suspek yang menuduh mangsa mengadakan hubungan sulit dengan isteri seorang daripada mereka namun mangsa menyangkalnya.

Menurut sumber, mangsa mengenali seorang daripada suspek sebelum ketiga-tiga menyerang dan membelasahnya.

"Keadaan berlaku begitu pantas apabila mangsa gagal mengelak sebelum dibelasah. Ketiga-tiga suspek, bagaimanapun tidak berpuas hati sebaliknya memanggil 15 lagi rakan untuk membelasah mangsa kali kedua.

"Kumpulan terbabit meninggalkan mangsa kesakitan akibat cedera di muka dan badan sebelum melarikan kenderaan serta dompetnya," katanya.

Kata sumber, susulan itu, mangsa membuat laporan polis pada hari kejadian.

"Bertindak atas laporan mangsa, polis melancarkan gerakan sebelum menahan tiga lelaki.

"Ketiga-tiga suspek masing-masing berusia 34 hingga 53 tahun ditahan pada hari kejadian dan kini disoal siasat," katanya.

Sementara itu, jurucakap polis ketika dihubungi mengesahkan pihaknya menerima laporan penahanan itu dan siasatan masih dijalankan.



George Town's Chinese new Year celebrations 2012

Posted: 29 Jan 2012 07:36 AM PST

I came down from the Bukit Mertajam hill at Cherok Tokun this afternoon with my mind still undecided whether or not to go out to the city for the Chinese New Year cultural and heritage celebration. At the last minute I said "why not?" and decided to go anyway. At six o'clock, the temperature would have cooled down by several degrees which would make walking along the streets more bearable than having to face the searingly hot afternoon sun.

But I was also anxious to avoid the traffic jam in the inner city. and i could see, as I turned into Beach Street from Weld Quay that it was going to be impossible to find any parking space near the centre of the activities. Accordingly, I made a detour to Penang Road and eventually parked the car at Khoo Sian Ewe Road.

This might seem like having to walk a long way but actually, it was not. If you take a slow walk - no worries because the celebration was still going to last a few more hours - and take in the sights around you, in no time you will have arrived at your destination.

So I arrived at the head of Acheen Street. The road had been closed to vehicular traffic and there was a mass of people already there. I turned right into Armenian Street, hoping to take a shorter route to Pitt Street and immediately, I walked smack straight into a Lion Dance that was just about ready to start. The first strikes at the drums pushed the waiting crowd even nearer the performers.


See how thick the crowd was. Everyone was milling around and movement was practically at a standstill. Even if I had wanted to continue with my walk down Armenian Street, it would not have been possible. What else was I to do but to stand around and enjoy the show as well. The failing light, however, made photography with my little Panasonic camera almost impossible. This reasonably sharp picture of the lion was only possible because the performers had paused dramatically in the middle of a choreographed movement.



All in, I think I spent about two hours at the celebration. My walk took me to the far end of Armenian Street where the Cheah Kongsi was, then a quick cross over to Ah Quee Street and Chulia Street before I finally walked back to my parked car. Of course, in the midst of all the celebration, there would be something like this which caught everyone's eyes. Not the street performers but rather, beggars taking full advantage of people coming down to the inner city.  Strange that the Municipal Council of Penang Island had not chosen to clear the area of them.


 Even at ten o'clock at night, traffic around the eateries and hawker centres was still horrendous. Maybe, this was a little tribute to people's main hobby of eating.







ca-pub-5430283382112812


Kidney patients get pleasant surprise from MP

Posted: 29 Jan 2012 04:44 PM PST

For you: Lim (centre) and Chua giving shopping vouchers to kidney patients at the centre.
Source: http://thestar.com.my/metro/story.asp?file=/2012/1/30/central/10303874&sec=central (30/1/2012)
A TOTAL of 40 kidney patients at the Nanyang–NKF Dialysis Centre in Jalan Pahang, Setapak received a pleasant surprise before the Chinese New Year celebrations recently.
They were presented shopping vouchers worth RM50 each by Segambut MP Lim Lip Eng. "I hope these vouchers may ease their financial burden as they do their CNY shopping. My father-in-law used to be a dialysis patient; he was on dialysis for 19 years before he passed away. I understand the hardship the kidney patients go through," said Lim.
He also encouraged organ donation. "It's a meaningful pledge. With technology, it's just one click away as we can go online to register to become an organ donor. In the past 15 years, only 356 Malaysians successfully donated their organs while the list for organ transplant shows more than 14,000 patients in the queue," said Lim; who has pledged to become an organ donor himself.
Speaking about this charitable giveaway, NKF chief executive officer Chua Hong Wee said, "NKF is grateful to Lim's kind support and his understanding towards the patients' needs. We are also grateful to Lim who personally donated RM500 to our organisation. "The money will help ease the burden of our kidney patients. This support and kindness inspires NKF to continue to do what we do best, providing dialysis care to poor kidney patients and educate the public on kidney care."
Those who are interested to join NKF can call 03 – 7954 9048 ext 208 or e-mail fundraising@nkf.org.my



Pemimpin Pakatan Rakyat Tolak Hasrat Presiden PAS Mahu Berundur

Posted: 29 Jan 2012 06:04 PM PST

PRU13: Nik Aziz tolak hasrat Hadi

KOTA BHARU - Mursyidul Am Pas, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat tidak bersetuju dengan keputusan Presiden parti, Datuk Seri Abdul Hadi Awang yang mahu berundur daripada bertanding dalam Pilihan Raya Umum ke-13 (PRU13).

Abdul Hadi, menurut beliau, seorang manusia yang berbakat untuk memimpin, lebih-lebih lagi dalam perjuangan Islam.

"Penjawat awam ada had masa untuk bersara tapi pimpinan parti tiada had masa, boleh berkhidmat sampai mati," katanya kepada pemberita di sini, hari ini.

Dalam pertemuan dengan Sinar Harian di Kuala Terengganu kelmarin, Abdul Hadi membayangkan kemungkinan tidak akan bertanding dalam PRU13, yang dijangka akan diadakan dalam waktu terdekat.

Menurutnya, keputusan itu dibuat berdasarkan kepada khidmatnya yang disifatkan sudah terlalu lama menyandang jawatan sebagai Yang Berhormat.

"Sudah lebih 30 tahun saya bergelar Ahli Dewan Undangan Negeri (Adun) iaitu bermula pada 1982 dan sudah berbelas tahun sebagai Ahli Parlimen," katanya.

Abdul Hadi berkata, sekiranya tidak bertanding mana-mana kerusi, beliau boleh bergerak ke seluruh negara untuk memantapkan parti.

Bagaimanapun, Adun Rhu dan Ahli Parlimen Marang ini menawarkan bertanding satu kerusi sahaja sekiranya dipilih sebagai calon dalam PRU13.

Abdul Hadi mengetuai Pas sejak 2002 dan beliau mempertahankan jawatan presiden tanpa cabaran pada pemilihan Jun lalu. -SH

Anwar: Hadi aset penting buat Pakatan

KUALA LUMPUR, 29 Jan — Datuk Seri Anwar Ibrahim hari ini meminta Datuk Seri Abdul Hadi Awang supaya mengubah pendiriannya untuk menarik diri daripada bertanding dalam pilihan raya akan datang yang mana Pakatan Rakyat (PR) yakin mereka mampu untuk memenangi.

Presiden PAS itu menyatakan pendiriannya untuk menarik diri daripada Pilihan Raya Umum Ke-13 semalam, dan menyatakan beliau memberikan peluang kepada generasi pelapis untuk membentuk parti itu.

"Saya harapkan Ustaz Hadi (gambar) akan menarik balik keputusannya itu kerana khidmatnya amat diperlukan.

"Beliau penting buat PAS dan juga Pakatan Rakyat," jelas ketua pembangkang itu kepada The Malaysian Insider dalam khidmat mesej teks yang dihantar oleh setiausaha akhbarnya.

Pemimpin PKR itu turut menambah, beliau akan berjumpa Hadi "dalam masa terdekat" bagi memastikan Ahli Parlimen Marang itu "kekal mengetuai kepimpinan PR."

Abdul Hadi menjelaskan, beliau ingin berundur kerana telah menjadi wakil rakyat lebih 30 tahun walaupun rakan — rakan PR beliau termasuk, Mursyidul Am, Nik Aziz Nik Mat, Anwar dan Lim Kit Siang termasuk Karpal Singh turut berada dalam parti untuk jangka masa yang lama.

Umno membuat penjelasan bahawa pengumuman Hadi itu menunjukkan terdapatnya krisis dalaman parti Islam tersebut.

"Situasi itu akan memberi kesan besar terhadap Mursyidul Am PAS, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat, kerana beliau yang sepatutnya membuat keputusan sedemikian selepas menjadi Menteri Besar Kelantan untuk tempoh masa yang terlalu lama.

"Keputusan ini berkemungkinan disebabkan konflik dalaman PAS, termasuk pemecatan Datuk Hasan Ali," jelas Timbalan Menteri Kewangan, Datuk Awang Adek Hussin memetik laporan Bernama Online.

Bekas exco Selangor, Hasan disingkirkan daripada parti selepas menggesa penyojong pembangkang agar tidak terlibat dalam perhimpunan menyojong pembebasan Anwar atas kes liwat.

Bekas Ketua PAS Selangor itu juga berulang kali menuduh parti berkenaan terpesong daripada landasan sebenar parti.

Abdul Hadi juga menyatakan sekiranya beliau tidak akan bertanding untuk mana-mana kerusi, beliau akan bergerak bebas ke seluruh negara untuk berkempen.

Anwar turut melakukan perkara yang sama dalam kempen ketika Pilihan Raya 2008, ekoran beliau tidak dibenarkan bertanding atas dakwaan menyalahgunakan kuasa.

Namun begitu, kehadiran bekas Timbalan Perdana Menteri itu merupakan kunci utama pembangkang menewaskan penguasaan dua per tiga Barisan Nasional di Parlimen dan menguasai lima negeri.
-TMI



Lim Kit Siang: Sumbangan Hadi Amat Di Perlukan

SHAH ALAM 29 JAN : Penasihat DAP, Lim Kit Siang berharap Presiden PAS, Datuk Seri Abdul Hadi Awang tidak menarik diri dari menyertai PRU13 akan datang kerana sumbangan beliau amat diperlukan bagi memastikan usaha Pakatan Rakyat menguasai Putrajaya.

Lim berkata kepimpinan Pakatan Rakyat dalam memenuhi desakan rakyat yang ingin melihat perubahan tampok pemerintan negara amat memerlukan pemimpin veteran PAS itu.

"Pakatan Rakyat memerlukan sumbangan Hadi pada PRU-13 akan datang supaya dapat merealisasikan cita-cita mengambil alih Putrajaya,"katanya ketika dihubungi TVSelangor.

Mengimbau kembali tsunami politik yang melanda negara pada 2008 lalu, Kit Siang berkata kejayaan gagasan Pakatan Rakyat itu seharusnya diteruskan lagi untuk membawa harapan baru kepada rakyat Malaysia.

"Oleh sebab itu, kejayaan yang bakal kita (Pakatan Rakyat) kecapi pada PRU-13 ini memerlukan sumbangan semua parti dengan barisan kepimpinan yang hebat seperti Tuan Guru Hadi Awang,"jelasnya.

Abdul Hadi menyatakan hasratnya untuk berundur dari PAS dalam satu wawancara ekslusif yang disiarkan di Sinar Harian semalam.

Abdul Hadi menjelaskan pengundurannya itu berdasarkan khidmatnya yang disifatkan sudah terlalu lama menyandang jawatan sebagai yang berhormat.

Dalam perkembangan sama, Ketua Pembangkang Datuk Seri Anwar Ibrahim turut berpendapat bahawa gagasan Pakatan Rakyat memerlukan sumbangan Abdul Hadi dan ia bukan suatu yang mudah untuk melepaskan pemimpin seperti Abdul Hadi daripada tidak bertanding dalam pilihan raya umum akan datang.

Memetik laporan sebuah portal berita, Anwar berkata, beliau akan bertemu dengan Abdul Hadi bagi menggesa veteran PAS itu terus bertanding dalam pilihan raya umum akan datang dalam masa segera.

"Saya berharap Ustaz Hadi menarik balik hasrat tersebut kerana beliau penting buat PAS dan Pakatan Rakyat," katanya.
-tvsnews



An Attitude of Gratitude

Posted: 29 Jan 2012 02:30 PM PST

"Hold on to the center
and make up your mind to rejoice
in this paradise called life."
― Lao-tzu


I believe that Wayne Dyer may have been the first to coin the phrase, "An attitude of gratitude," and so it is with great admiration and respect for him that I, too, honor this wonderful saying.

Gratitude is so much more than just the words "thank you." It is the very core of a soul affirming its connection to the greatest and highest power in the Universe; and it is my belief that the power of this connection is what miracles are made of.

So many of us "ask" and then "wait" and then "thank." What gratitude really is, however, is a constant state of thankfulness; a constant affirmation that what is already before us is the gift. As Albert Einstein said, "There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle."

Reality is whatever we believe it is. And when our reality is a certainty of miracles, miracles are the only things we will ever see. In other words, we can choose to live in a constant state of wishing and waiting, or we can choose to be thankful for every miracle that is before us wherever we are.

Miracles are as much a human responsibility as they are a divine accomplishment. When we do not feel connected to the everyday accomplishments of Infinite Grace, we experience the opposite of connection and abundance, and we live in a constant state of separation and lack.

There is nothing "over there" that is not right here, right now. Even if we cannot yet see it, when we trust and are grateful for all Divine Accomplishment, every miracle we can imagine will emerge directly from a miracle that already exists.

Robert Fulghum says, "The grass is not always greener on the other side of the fence. Fences have nothing to do with it. The grass is greenest where it is watered. When crossing over fences, carry water with you and tend the grass wherever you may be."
The "water" is gratefulness. Use gratitude to tend whatever it is you already have.

Wherever you are there is a miracle happening. Look for it on your own side of the fence, because that's where your miracles are.

Everything you could possibly desire already exists. Be thankful. Be thankful with your heart and your soul. Perhaps the gift of a magnificent flower is within the tiny seed that you have forgotten to water today and, because it was not tended to, it never blossomed into the miracle of a rare and beautiful saffron rose.

Whatever eludes us in this lifetime eludes us because we are not attentive to it; our focus is on what we are not receiving instead of what we could be giving.

Do not wait for the sun to set before you are grateful for the day that is before you. Do not wait to receive the gold before you give thanks for the sunlit path beneath your feet. Pray in the morning. Give thanks as the sun rises. Let your soul sing out loud; think, speak and see from the eyes of gratitude; and let your heart give more as each miracle arrives.

Be powerful. Use your ability to be able to be grateful.

Be thankful, every morning, that you are being given another day, another chance―another extraordinary pathway of moments. Tend to the coming of a new day. Know that your gold is wrapped in the colors of a sunrise; grateful that you are here, today, to receive the miracle of dawn.


-Written by Heather K. O'Hara-
________________________________________________________________


Heather K. O'Hara is an award-winning poet and author of
AXIS, The Song in the Center of the Soul
and Living on Level 7 (Choosing a Life with a View)
Visit her website today and sign up for her free, worldwide, monthly newsletter,
"A Touch of Grace" from Heather O'Hara at this link.


No comments: